Bursa AS Anjlok karena Saham Teknologi di Tengah Kenaikan Imbal Hasil
Logo BeritaSatu

Bursa AS Anjlok karena Saham Teknologi di Tengah Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 4 Maret 2021 | 05:55 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street melemah pada perdagangan Rabu atau Kamis WIB (4/3/2021). Saham teknologi menyeret S&P 500 di tengah kenaikan imbal hasil obligasi. Sementara saham terkait pemulihan ekonomi menjadi bintang.

S&P 500 turun 1,3% menjadi 3.819,72, akibat saham teknologi dan konsumen. Nasdaq Composite melemah 2,7% menjadi 12.997,75 karena Apple, Amazon, Microsoft, dan Alphabet anjlok lebih 2%. Netflix merosot 5%. Dow Jones Industrial Average turun 121,43 poin, atau 0,4%, menjadi 31.270,09.

Pelemahan Wall Street karena imbal hasil Treasury 10 tahun memperpanjang kenaikannya. Suku bunga acuan naik lebih 8 basis poin ke level tertinggi 1,49% pada Rabu. Pada minggu lalu, imbal hasil melonjak ke level tertinggi 1,6% dalam pergerakan yang oleh beberapa orang digambarkan sebagai lonjakan "kilat".

Melonjaknya imbal hasil obligasi meningkatkan kekhawatiran penilaian bursa saham dan kenaikan inflasi. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dapat memukul saham teknologi karena mengandalkan pinjaman untuk pertumbuhan.

Presiden Joe Biden Selasa malam (2/3/2021) mengatakan bahwa AS akan memiliki pasokan vaksin Covid-19 cukup besar untuk orang dewasa pada akhir Mei, atau 2 bulan lebih cepat dari jadwal. Peluncuran vaksin dipandang sebagai bagian penting untuk memulihkan ekonomi.

Optimisme atas peluncuran vaksin memicu reli saham yang berkaitan dengan pembukaan ekonomi. American Airlines naik 3,4%, Carnival dan Norwegian Cruise Line masing-masing melonjak 3,9% dan 6,3%. Sektor energi naik 1,4%.

"S&P 500 menghadapi badai karena pelemahan teknologi, sebagian besar pasar lainnya sebenarnya berjalan cukup baik," kata Pendiri Sevens Report, Tom Essaye, dalam sebuah catatan.

Di sisi data, perusahaan swasta membuka 117.000 pekerjaan baru di bulan Februari, perusahaan penggajian ADP, Rabu. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan 225.000 pekerjaan swasta bertambah bulan lalu.

Sementara laju pertumbuhan jasa ekonomi AS melambat di bulan Februari. Indeks Nonmanufaktur ISM menunjukkan 55,3 untuk bulan lalu, turun 3,4 poin persentase dari Januari dan di bawah estimasi Dow Jones 58,7.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Bervariasi karena Imbal Hasil Obligasi dan Anggaran Inggris

Pan-European Stoxx 600 ditutup mendatar setelah sebelumnya naik 0,7%.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Kemhub Siapkan Sejumlah Proyek Potensial Didanai LPI

Kemhub dalam merespons SWF siapkan beberapa proyek seperti pelabuhan di Garonggong, Pelabuhan Ambon dan Palembang.

EKONOMI | 4 Maret 2021

BI Kembali Selenggarakan Karya Kreatif Indonesia 2021

Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 berfokus pada penguatan peran daerah dalam mempromosikan produk-produk UMKM.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Standard Chartered Perbesar Layanan di Segmen Menengah Atas

Layanan Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia akan memperluas pilihan produk bagi nasabah dengan prinsip berkelanjutan (ESG).

EKONOMI | 3 Maret 2021

Pertamina Call Center 135 Raih 7 Penghargaan Global

Kualitas layanan Pertamina Call Center (PCC) 135 telah diakui secara internasional.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Bank Jatim Gandeng Dishub Tuban Layani Pembayaran Uji Kir

Pembayaran uji kir dengan menggunakan layanan digital Bank Jatim, Quick Response Indonesia Standard (QRIS).

EKONOMI | 3 Maret 2021

Kolaborasi OVO - HappyFresh Dukung Pengguna Berbelanja dari Rumah Saja

Platform pembayaran digital, rewards, dan layanan finansial terkemuka di Indonesia, menjalin kolaborasi untuk transaksi pembayaran digital dengan HappyFresh.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Industri Elektronik di Cikarang Ekspor 40.000 Unit Set Top Box ke Brasil

Industri elektronik di Tanah Air terus menunjukkan geliatnya di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Sinergi Smesco dan Kimia Farma Pasarkan Produk Herbal dan Spa UKM

Teten berharap sinergi ini dapat dimanfaatkan pelaku UKM di Tanah Air untuk mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas.

EKONOMI | 3 Maret 2021

Teten Masduki Dorong New Branding UMKM yang Lebih Modern

Teten Masduki mendorong ada new branding bagi para pelaku UMKM Indonesia.

EKONOMI | 3 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS