Ini 7 Arahan Presiden Jokowi di Rakernas Kemdag 2021
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini 7 Arahan Presiden Jokowi di Rakernas Kemdag 2021

Kamis, 4 Maret 2021 | 16:33 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tujuh arahan kepada jajaran Kementerian Perdagangan (Kemdag).

Kepala Negara juga secara khusus menginstruksikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi agar kebijakan perdagangan memberikan kontribusi besar terhadap agenda strategis pemulihan perekonomian nasional. Apalagi saat ini, seluruh elemen bangsa harus bekerja dengan cara-cara baru karena semuanya telah berubah.

“Karena sudah ada sekarang ini hampir 10 juta pengangguran di negara kita, baik karena pandemi dan juga angkatan kerja baru,” kata Presiden Jokowi pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan (Rakernas Kemdag) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Adapun arahan pertama Presiden Jokowi adalah perdagangan digital menjadi sebuah keharusan dan harus dikembangkan, dan dikelola sebaik-baiknya. Pemerintah harus menciptakan, bahkan kita semua harus menciptakan ekosistem e-commerce yang adil dan bermanfaat. Transformasi digital, lanjutnya, harus tetap menjaga kedaulatan dan kemandirian bangsa.

Dan kita, Indonesia, tidak boleh menjadi korban perdagangan digital yang tidak adil. Negara-negara lain banyak mengalami ini dan kita tidak boleh menjadi korban perdagangan digital yang tidak adil.

Kemudian, perdagangan digital harus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Ini selalu saya ulang-ulang, komponen dalam negeri, komponen dalam negeri, komponen dalam negeri, produk dalam negeri, produk dalam negeri. Selalu saya ulang-ulang. Harus didorong produksi dalam negeri, harus memberikan kemanfaatan bagi semua pihak terutama usaha kecil, usaha menengah, dan para konsumen rumah tangga. Jangan hanya menambah impor, menambah impor,” katanya.

Ia mengaku senang karena impor turun. Tetapi jangan sampai yang turun itu di barang modal atau bahan baku. “Yang turun itu di barang-barang konsumsi, itu bagus. Selalu saya lihat detail di Bea Cukai angka-angkanya setiap hari,” katanya.

Menurut Presiden Jokowi, penurunan impor bukan berarti bahwa Indonesia adalah bangsa yang menyukai proteksionisme. Sebab sejarah membuktikan bahwa proteksionisme justru merugikan.

“Tetapi kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari raksasa digital dunia. Transformasi digital adalah win-win solution bagi semua pihak,” jelas dia.

Perdagangan digital, lanjutnya, harus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab manfaatnya sudah kelihatan bahwa kekuatan digital harus dimanfaatkan untuk merangkai antara suplai dari UMKM di seluruh Indonesia dengan pasar nasional dan pasar global. Perdagangan digital harus memberdayakan UMKM.

Banyak sekali UMKM yang kecil-kecil apabila diangkat dan diberikan peluang dapat berkembang menjadi usaha menengah.

Ia mencontohkan, ada usaha keripik yang berskala rumah tangga, tetapi bisa ekspor ke Korea dan Jepang. “Kecil-kecil tapi ini kalau kita detail dan bekerja keras untuk mereka, ini juga bukan sesuatu yang sulit. Hanya diubah sedikit, kemasannya diperbaiki, brand-nya diperbaiki, didorong untuk ekspor," papar Jokowi.

"Dan biasanya nanti mulai kacaunya itu kalau sudah menyangkut kapasitas. Ini tugas kita juga untuk mendorong perbankan untuk mau menyuntikkan kepada UMKM kita agar kapasitasnya bisa naik,” Presiden Jokowi menambahkan.

Ia juga mengingatkan apabila ada praktik perdagangan digital yang berperilaku tidak adil terhadap UMKM, harus segera diatasi dan diselesaikan. Presiden Jokowi mengatakan bahwa pekan lalu telah menerima laporan dari Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang adanya praktik-praktik curang dalam perdagangan digital yang berpotensi membunuh UMKM Indonesia.

“Karena kita harus membela, melindungi, dan memberdayakan UMKM kita agar naik kelas. Ini salah satu tugas terpenting Kementerian Perdagangan,” katanya.

Instruksi kedua, Presiden Jokowi meminta Kementerian Perdagangan harus menerapkan kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional kita. Misalnya, dengan mendukung program Bangga Buatan Indonesia. Pusat perbelanjaan dan mal harus terus didorong dari Jakarta sampai ke daerah untuk memberikan ruang bagi produk-produk Indonesia khususnya UMKM.

“Jangan sampai ruang depan lokasi-lokasi strategis justru diisi oleh brand-brand dari luar negeri. Ini harus mulai digeser, mereka digeser ke tempat yang tidak strategis. Tempat yang strategis, lokasi yang baik, berikan ruang untuk brand-brand lokal,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, branding harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk luar negeri. Sebab jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 270 juta jiwa, seharusnya tergolong konsumen yang paling loyal untuk produk-produk dalam negeri.

“Penduduk 270 juta jiwa adalah jumlah yang besar, pasar yang besar. Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan. Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri. Bukan hanya cinta tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri sehingga betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal, sekali lagi, untuk produk-produk Indonesia,” katanya.

Ketiga, kata Presiden Jokowi, pasar ekspor juga harus mendapatkan perhatian serius. Pasar-pasar tradisional harus terus diperluas sehingga tidak hanya terfokus pada Uni Eropa dan Amerika Serikat.

“Jangan terjebak pada pasar ekspor yang itu-itu saja. Sekarang tumbuh pasar-pasar baru yang harus digarap secara serius. Banyak negara-negara yang tumbuh ekonominya, growth-nya lebih dari 5%, di Afrika, di Asia Selatan, di Eropa Timur, dan negara-negara lainnya. Harus diseriusi,” ujarnya.

Keempat, Presiden Jokowi secara khusus meminta UMKM dibantu agar lebih mampu untuk ekspor. Sebab Indonesia memerlukan lebih banyak UMKM yang menjadi eksportir dalam jumlah yang besar. Saat ini, 90% pelaku ekspor adalah UMKM, 90% pelaku ekspor adalah UMKM.

“Namun, kontribusi ekspornya hanya 13%. Artinya, kapasitasnya perlu ditambah, perlu diperbesar,” katanya.

Presiden Jokowi meminta Menteri Perdagangan agar menghidupkan kembali Dewan Penunjang Ekspor untuk membantu UMKM agar dapat memperbaiki produksinya, membantu UMKM memperbaiki desainnya, membantu UMKM memperbaiki packaging-nya sehingga kualitasnya menjadi lebih baik dan ini harus berkolaborasi dengan kementerian/lembaga yang lain, institusi yang lain, dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM kita di pasar global.

Kelima adalah mempercepat penyelesaian perundingan dengan negara-negara potensial sebagai agenda prioritas, karena di masa-masa seperti ini Indonesia membutuhkan pasar ekspor baru. Indonesia, lanjut Presiden Jokowi, telah menyelesaikan IA-CEPA (Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) dengan Australia, dengan Korea, dengan Uni Eropa.

"Tolong ini Pak Menteri didorong agar juga segera selesai dan negara-negara lain yang kita belum memiliki CEPA ini segera dirampungkan, segera diselesaikan," Presiden Jokowi menegaskan.

Implementasi 23 perjanjian perdagangan bilateral dan regional yang sudah ditandatangani juga harus benar-benar dimanfaatkan oleh para pelaku usaha.

“Saya berikan contoh, misalnya dengan Australia kita sudah punya IA-CEPA, lihat peluang-peluang yang ada di sana. Saya kira yang gede peluangnya adalah otomotif. Pelajari betul pasarnya seperti apa, konsumennya seperti apa, informasikan ke Tanah Air, sehingga kita betul-betul bisa membuka pasar di Australia,” katanya.

Selain otomotif, kata Presiden Jokowi, Kementerian Perdagangan juga mendorong dan memajukan produk-produk UMKM yang memiliki peluang dalam rangka meningkatkan nilai ekspor dan diversifikasi produk ke negara mitra dagang Indonesia.

“Khusus untuk sektor-sektor industri manufaktur yang menyerap tenaga kerja yang banyak, seperti otomotif, elektronik, tekstil, kimia, dan farmasi, serta makanan dan minuman, harus diberikan stimulus dan fasilitas-fasilitas ekspor. Harus ada insentifnya untuk memperluas pasar terutama negara-negara nontradisional dengan memanfaatkan kerja sama perdagangan dan mengoptimalkan kinerja perwakilan perdagangan kita yang ada di luar negeri,” kata Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, para Atase Perdagangan dan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) di negara-negara terakreditasi juga harus bergerak membantu UMKM.

Keenam, Presiden Jokowi secara khusus meminta Kementerian Perdagangan untuk terus menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok di seluruh pelosok Tanah Air dengan harga yang stabil dan terjangkau. Kementerian Perdagangan harus mengupayakan agar terus terjadi kesetaraan harga di daerah-daerah pinggiran.

“Dan harus diantisipasi, ini perlu juga saya ingatkan, bulan Ramadan yang tinggal 40 hari lagi, sebulan kemudian Idulfitri. Siapkan dari sekarang, antisipasi dari sekarang. Walaupun nanti kita akan menyambut dengan sederhana, tetapi sekali lagi, ketersedian stok dan harga yang stabil harus dijamin,” katanya.

Instruksi ketujuh, Presiden Jokowi menegaskan bahwa tahun 2021 adalah tahun pemulihan ekonomi. Target pertumbuhan yang ada di APBN Tahun 2021 adalah 5%. Jajaran Kementerian Perdagangan jangan hanya bekerja normatif, namun harus ada terobosan-terobosan kreatif, harus ada terobosan-terobosan inovatif.

“Pertumbuhan itu harus betul-betul tercapai. Sekali lagi, tahun 2021 adalah tahun pemulihan yang harus dilandasi dengan semangat dan optimisme,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Wall Street Anjlok, Ini Penyebabnya

Indeks S&P 500 turun 1,7% ke 4.357,73, koreksi terdalam sejak 12 Mei. Sebanyak 11 sektor ditutup di zona merah.

EKONOMI | 21 September 2021

Menko Airlangga Raih Penghargaan Internasional Terkait Pemulihan Ekonomi

Lima tokoh lainnya dari India, Korea Selatan, dan Inggris juga mendapat penghargaan di ajang yang sama.

EKONOMI | 20 September 2021

Tumbuh 8%, Industri Furnitur Tangguh Hadapi Dampak Pandemi

Industri furnitur merupakan salah satu sektor yang potensial dikembangkan karena didukung dengan ketersediaan sumber daya alam di dalam negeri.

EKONOMI | 20 September 2021

Kemnaker Dorong Perusahaan untuk Menyediakan Fasilitas Koperasi Pekerja

Kemnaker mendorong agar setiap perusahaan menyediakan fasilitas penunjang kesejahteraan pekerja/buruh, salah satunya koperasi pekerja/buruh.

EKONOMI | 20 September 2021

Modernland Mulai Serah Terima Proyek Mixed Home The Savoy

The Savoy yang mengusung konsep hunian 2 in 1, merupakan satu-satunya area rumah sekaligus tempat usaha yang berada di kawasan River Garden Jakarta Garden City.

EKONOMI | 20 September 2021

Pengamat: Holding Tingkatkan Interlink Digital UMKM dan UMi

Pada masa pandemi masyarakat cenderung bertransaksi secara daring dan mengurangi interaksi secara langsung termasuk dalam kegiatan ekonomi.

EKONOMI | 20 September 2021

Jokowi Terbitkan Keppres Tim Gernas Bangga Buatan Indonesia

Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) 15/2021 tentang Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

EKONOMI | 20 September 2021

Fasilitas Hanggar dan Taxiway Bandara Salakanagara Mulai Dibangun

KEK Tanjung Lesung menggandeng Indonesia Flying Club (IFC) bangun fasilitas hanggar dan taxiway di bandara Salakanagara.

EKONOMI | 20 September 2021

WE+ Gandeng Posfin, Perluas Akses Klaim Asuransi

WE+ (WEPLUS) menggandeng PT Pos Finansial Indonesia (Posfin) untuk memperluas pasar serta memberi kemudahan dalam layanan klaim.

EKONOMI | 20 September 2021

Anak-Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan ke Mal, APPBI Siap Kawal Prokes

“Protokol kesehatan harus tetap diberlakukan secara ketat, disiplin dan konsisten,” tegas Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.

EKONOMI | 20 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Sebagian Bursa Asia Libur, Investor Terus Pantau Krisis Evergrande

Sebagian Bursa Asia Libur, Investor Terus Pantau Krisis Evergrande

EKONOMI | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings