Hingga 2024, Pertamina Butuh Capex US$ 92 Miliar
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hingga 2024, Pertamina Butuh Capex US$ 92 Miliar

Kamis, 4 Maret 2021 | 17:22 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk membangkitkan sektor energi nasional, PT Pertamina (Persero) sepanjang 2020-2024 membutuhkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 92 miliar. Jumlah tersebut untuk mendanai sekitar 300 proyek yang akan dikerjakan Pertamina selama lima tahun.

Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini mengungkapkan, mayoritas kebutuhan belanja tersebut untuk sektor upstream, yaitu sebesar US$ 64 miliar. Lalu untuk sektor downstream US$ 20 miliar, selanjutnya untuk gas, power dan NRE sebesar US$ 8 miliar.

“Dalam lima tahun ke depan hingga 2024, total capex kita kurang lebih US$ 92 miliar. Ini yang tentunya kalau kami melakukan sendiri tentunya balanced kami juga overstretch. Kita akan mengharapkan dari sisi capital financing apakah itu dari commercial bank, apakah dari multilateral, kemudian dari SWF dan juga tentunya dari SMI, dan juga other financier yang lain, kita sangat terbuka," kata Emma Sri Martini dalam webinar “Prespek BUMN Sebagai Lokomotif PEN dan Sovereign Wealth Fund” yang diselenggarakan Universitas Indonesia, Kamis (4/3/2021).

Emma mengungkapkan, dari kebutuhan belanja US$ 92 miliar tersebut, yang bisa dipenuhi dari internal funding sekitar 38%, sedangkan 62% akan mengandalkan partnership dan external funding.

"Jadi selebihnya kurang lebih di 62% itu tentunya kita expect dari partnership dan dari external funding, dari sisi bank loan atau dari sisi unlock value. Ini yang ke depan kita garap dan akan sangat terbuka untuk berpatner," kata Emma.

Untuk kebutuhan belanja per sektor, rinciannya untuk sektor upstream yaitu untuk merger dan akuisisi US$ 45 miliar, business development (BD) organik US$ 14 miliar, dan juga untuk infrastruktur yang sifatnya maintenance sekitar US$ 6 miliar. Lalu untuk sektor downstream, rincian adalah US$ 18 miliar untuk kilang baru dan upgrade kilang eksisting, serta distribusi dan pemasaran infrastruktur US$ 2 miliar.

Sedangkan untuk sektor gas, power dan NRE, rinciannya pipa T&D US$ 4 miliar, liquefaction & regas unit US$ 300 juta, IPP US$ 3 miliar, dan lain-lain US$ 700 juta.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini 7 Arahan Presiden Jokowi di Rakernas Kemdag 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tujuh arahan kepada jajaran Kementerian Perdagangan (Kemdag).

EKONOMI | 4 Maret 2021

BEI Siapkan Peraturan Istimewa untuk Unicorn di Bursa

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melanjutkan revisi peraturan untuk mengakomodasi keinginan unicorn yang akan melantai di bursa.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Meski IHSG Melemah, Lima Saham Ini Diburu Investor Asing

Di tengah koreksi IHSG, saham BMRI, BBTN, KLBF, ACES, dan BBRI diburu asing.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Belajar dari Pengalaman, Indonesia Tidak Ingin Ketinggalan Garap Industri Baterai EV

Kementerian BUMN mengungkapkan pembentukan industri baterai kendaraan listrik merupakan upaya pemerintah menyikapi tren masa depan.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Pemerintah Kaji Pembentukan Bank Emas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah mengkaji pembentukan bullion bank atau bank emas.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Industri Baterai Mobil Listrik Butuh Investasi Rp 242 Triliun

Investasi untuk mengembangkan industri baterai EV ini dari hulu sampai hilir dengan kapasitas 30 gigawatt hour (GWh) sekitar US$ 13 miliar (Rp 185 triliun).

EKONOMI | 4 Maret 2021

Kempupera Dorong Bank BTN Fokus di Segmen Rumah Subsidi

Kebijakan rasio LTV 100% dan relaksasi muka 0 rupiah akan sangat membantu konsumen MBR.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Bursa Eropa Dibuka Melemah Seiring Bursa Asia dan AS

Di Bursa Eropa, indeks Stoxx600 Eropa turun 0,32%, DAX Jerman turun 0,2%, FTSE Inggris turun 0,48%, CAC Prancis datar, FTSE MIB Italia turun 0,04%.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Presiden Jokowi: Investasi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, investasi menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi nasional.

EKONOMI | 4 Maret 2021

Bos MNC: Indonesia Siap Bangkit Lewati Pandemi

Seluruh pihak perlu bergandengan tangan membangkitkan kembali perekonomian Indonesia yang terpukul akibat pandemi.

EKONOMI | 4 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS