Dharma Satya Nusantara Raup Laba Bersih Rp 476,63 Miliar
Logo BeritaSatu

Dharma Satya Nusantara Raup Laba Bersih Rp 476,63 Miliar

Jumat, 5 Maret 2021 | 13:44 WIB
Oleh : Muhammad Nabil Alfaruq / FER

Jakarta, Beritasatu.com - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan laba bersih pada akhir tahun lalu sebesar Rp 476,63 miliar. Laba bersih ini mengalami peningkatan meskipun pandemi Covid-19 mempengaruhi ekonomi Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (5/3/2021), laba tahun berjalan perseroan meningkat 164,88% dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 yang mencatatkan sejumlah Rp 179,94 miliar. Penjualan perseroan juga naik 16,75% menjadi Rp 6,69 triliun dari periode sama di tahun 2019 sebesar Rp 5,73 triliun.

Peningkatan pendapatan tersebut diperoleh dari segmen lokal yang meningkat 20,37% menjadi Rp 5,73 triliun akhir tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat Rp 4,76 triliun. Namun, segmen ekspor turun 0,61% menjadi Rp 962 miliar dari sebelumnya Rp 968 miliar.

Lebih lanjut, beban pokok pendapatan diperoleh sebesar Rp 4,94 triliun atau naik 15,69% dari periode 31 Desember 2019 yang mencatatkan sejumlah Rp 4,27 triliun. Laba bruto perseroan mengalami peningkatan 19,86% menjadi Rp 1,75 triliun dari sebelumnya Rp 1,46 triliun.

Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar hingga akhir tahun 2020 Rp 695 miliar, meningkat 148,21% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang membukukan Rp 280 miliar.

Secara total aset, perseroan per 31 Desember 2020 meraih sebesar Rp 14,15 triliun, mengalami peningkatan 21,77% dari 31 Desember 2019 yakni Rp 11,62 triliun. Sedangkan total liabilitas sebesar Rp 7,92 triliun, naik 0,50% dari semula Rp 7,88 triliun dan total ekuitas naik 67,02% menjadi Rp 6,23 triliun dari sebelumnya Rp 3,73 triliun.

Sebelumnya, perseroan akan membangun 2 pabrik kelapa sawit (PKS) dan direncanakan rampung akhir tahun ini. Kedua PKS ini akan menggunakan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun.

Direktur Dharma Satya Nusantara, Jenti Widjaja mengatakan, PKS akan dibangun di Muara Wahau Kutai Timur Kalimantan Timur yang memiliki kapasitas 60 ton TBS per jam. PKS juga akan dibangun di Nangabulik, Kalimantan Tengah yang memiliki kapasitas 45 ton per jam.

"Penyelesaian pembangunan PKS diharapkan selesai pada akhir tahun 2021, sehingga menambah kapasitas PKS menjadi 675 ton per jam. PKS di Kaltim prosesnya sudah mencapai 60% dan Kalteng mencapai 80%," ujar Jenti.

Kedua PKS tersebut baru akan commisioning pada semester II-2021 dan diperkirakan akan beroperasi pada akhir tahun 2021. Selain membangun 2 PKS baru, perseroan juga tengah memulai mengembangkan Bio-Cng baru di Kalimantan Timur. Pengembangan ini diharapkan akan selesai pada tahun 2022.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lewat Hipmi, CEO ModalSaham Akan Kembangkan UKM di Jabar

Hipmi akan membuat inkubator bisnis khusus UKM yang memberikan materi dan pendampingan bisnis.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Arwana Ceramics Resmikan Pabrik Baru di Ogan Ilir

PT Arwana Citramulia Tbk (Arwana Ceramics) meresmikan pabrik Plant 4B berkapasitas 4 juta m2 di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Kamis (4/3/2021). Keramik produksi Arwana ini untuk memenuhi kebutuhan di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Rupiah Belum Beranjak dari Zona Merah Siang Ini

Transaksi rupiah siang ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.280-Rp 14.340 per dolar AS.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Jeda Siang, IHSG Melemah 13 Poin ke 6.277

Sebanyak 180 saham naik, 289 saham melemah dan 137 saham stagnan.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Hipmi Optimistis Penerapan Teknologi Mampu Tingkatkan Produktivitas

"Pengalaman kami selama ini, hanya dengan penerapan teknologi, kita dapat menjadi pemain global,” tuturnya dalam Rakernas Hipmi.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Etta Indotama Pusatkan Seluruh Kegiatan Manajemen SuperGoat di Yogyakarta

Kebijakan pengembalian manajemen pemasaran ke pusat bertujuan agar distribusi produk SuperGoat lebih terintegrasi dan efisien.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Cadangan Devisa Februari Naik Tipis Jadi US$ 138,8 Miliar

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Jokowi: Bahlil Pegang Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Kunci itu dipegang Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Jokowi Sebut Kabinet Indonesia Maju Sebagai Kabinet Hipmi

Presiden Jokowi mengatakan, tantangan yang dihadapi pengusaha dalam setahun terakhir sangat berat.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Emas Antam Turun ke Rp 918.000 Per Gram

Harga emas per 25 gram Rp 43,045 juta.

EKONOMI | 5 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS