Jangka Pendek, Volatilitas Saham Dinilai Masih Tetap Ada
Logo BeritaSatu

Jangka Pendek, Volatilitas Saham Dinilai Masih Tetap Ada

Jumat, 5 Maret 2021 | 17:00 WIB
Oleh : Gita Rossiana / FER

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) menilai, volatilitas pasar saham dalam jangka pendek masih tetap ada. Namun, pasar saham masih akan tetap positif dalam jangka panjang.

Wealth Management Head Bank OCBC NISP, Juky Mariska mengatakan, fenomena January Effect hanya bertahan pada 2 minggu pertama di bulan Januari. Hal ini tidak cukup kuat untuk membawa indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat.

"Sehingga IHSG mencatatkan penurunan minus 1,95% pada bulan Januari," jelas Juky dalam Market Outlook yang diterima redaksi, Jumat (5/3/2021).

Namun demikian, kata Juky, adanya vaksinasi Covid-19 kembali mendorong penguatan IHSG pada awal Februari 2020 sehingga membuat para investor merealisasikan keuntungan di minggu terakhir. Melihat hal ini, volatilitas pasar saham dinilai tetap ada karena kasus harian Covid-19 yang masih tinggi.

"Tetapi proses vaksinasi serta dukungan pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar dalam jangka panjang," terangnya.

Di pasar obligasi, Juky melihat masih cukup tertekan selama bulan Januari. Imbal hasil pemerintah tenor 10 tahun naik sebesar 5,45% ke level 6,21%. Melihat hal itu, dia menilai pasar obligasi masih cukup menarik untuk level saat ini, dengan adanya ruang untuk pemangkasan suku bunga acuan, dengan rendahnya inflasi dan rupiah yang relatif stabil menguat.

Pemerintah dan Bank Indonesia juga akan terus melakukan sinergi kebijakan makroekonomi yang akomodatif untuk mendukung pemulihan. "Kami memperkirakan imbal hasil obligasi akan berada di kisaran 6% hingga 6,2% untuk kuartal pertama tahun ini," kata dia.

Adapun terkait pemulihan ekonomi, Juky menilai, masih akan menjadi penantian utama pada 2021 setelah kontraksi yang terjadi tahun sebelumnya. Berbagai kebijakan fiskal dan moneter, serta vaksinasi yang sudah berjalan diharapkan menjadi katalis yang akan mendorong pemulihan.

Dari sisi global, kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) masih mencatatkan pertumbuhan yang moderat. Inflasi pun masih jauh di bawah target 2%, yang membuat The Fed masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah.

Paket stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun yang saat ini sudah disetujui DPR AS diharapkan dapat mendongkrak pemulihan ekonomi. Perbaikan ekonomi juga terlihat dari aktivitas manufaktur mayoritas kawasan Asia yang menunjukkan ekspansi, meski beberapa melambat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Bank Sentral China (PBoC) memutuskan untuk memperketat kebijakan moneter dengan cara menarik dana dari sistem perbankan. Hal tersebut dilakukan untuk memitigasi risiko terhadap sistem keuangan, dan PBoC akan tetap mendukung perekonomian melalui kebijakannya.

Dari dalam negeri, data periode Januari 2021 menunjukkan kuatnya fundamental Indonesia ditengah pandemi. PMI manufaktur berekspansi sebesar 52,2 dan cadangan devisa berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 138 miliar.

Sepanjang 2020, Produk Domestik Bruto (PDB) dirilis terkontraksi -2,7%. Secara keseluruhan, fundamental Indonesia yang baik di tengah proses vaksinasi diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pemulihan ekonomi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lewat Layanan Gomed, Gojek Kolaborasi dengan Halodoc Layani Vaksinasi Drive ThruLayan

Gojek ikut terlibat langsung dalam percepatan program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Meski IHSG Melemah, 5 Saham Ini Paling Aktif Ditransaksikan

Saham ANTM, BBCA, INCO, TLKM, dan TINS, tercatat paling aktif ditransaksikan pada perdagangan JUmat (5/3/2021).

EKONOMI | 5 Maret 2021

Investor Asing Buru Saham BBCA dan Jual INCO

Harga saham BBCA tercatat meningkat 1,19% pada perdagangan Jumat (5/3/2021).

EKONOMI | 5 Maret 2021

Lewat Aplikasi, Wakaf Uang Makin Mudah

Solusi berwakaf mudah ditawarkan Bank Danamon Syariah lewat aplikasi dan jaringan kantor cabang.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Kemperin Gandeng Pemda dan BI Untuk Dorong Hilirisasi Karet di Jambi

Kemperin berkomitmen untuk terus memacu program hilirisasi produk karet melalui diversifikasi produk yang memiliki daya saing tinggi.

EKONOMI | 5 Maret 2021

IHSG Melemah di Akhir Pekan, Saham DADA Tetap Cuan

IHSG pada perdagangan Jumat (5/3/2021) ditutup turun 32,04 poin (0,5%) ke level 6.258,75.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Arebi Jatim: Insentif PPN Bisa Dongkrak Penjualan Rumah Tapak 75%

Rudy menyebut kebijakan insentif PPN memenuhi kebutuhan pasar properti saat ini.

EKONOMI | 5 Maret 2021

ATI Minta Pemda dan Masyarakat Jaga Iklim Investasi Tol

ATI mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dan masyarakat menjaga iklim investasi jalan tol.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Jalin Sinergi, Mitra Gojek Kini Bisa Berjualan Pulsa dan Kuota Data Telkomsel

Operator telekomunikasi Telkomsel menjalin kolaborasi dengan Gojek untuk memanfaatkan teknologi digital.

EKONOMI | 5 Maret 2021

Paramount Land Kembangkan Area Komersial Aniva Grande

Paramount Land memanfaatkan momentum penguatan sektor properti.

EKONOMI | 5 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS