Triputra Agro: Kampanye Hitam Sawit Tidak Didukung Fakta Ilmiah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Triputra Agro: Kampanye Hitam Sawit Tidak Didukung Fakta Ilmiah

Sabtu, 6 Maret 2021 | 13:29 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Triputra Agro Persada (TAP) menanggapi kampanye hitam sawit oleh Uni Eropa. Mengenai sawit yang menghabiskan air, CEO Group Triputra Agro Persada Tjandra K Hermanto mengatakan, tumbuhan dan akar sawit itu hanya 80 cm karena akarnya penuh dengan serabut, sehingga sensitif dengan kekeringan.

“Pada waktu kering, sawit akan berusaha untuk bertahan dengan menutup pelepahnya dan kalau sudah musim hujan, maka dia akan membuka lagi pelepahnya. Sawit membutuhkan banyak air, karena 1 pohon sawit untuk 80 meter persegi. Tapi, kalau dari meter persegi sama perlunya dengan yang lain, artinya 1 ha sawit dengan 1 ha padi sama kebutuhan airnya. Namun, kalau dibandingin 1 pohon sawit sama 1 tanaman padi ya banyak sawit (kebutuhan airnya),” ungkap Tjandra saat media visit ke BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Di kesempatan yang sama, Managing Director for Trading and Downstream TAP Sutedjo Halim mengatakan, apa yang UE sampaikan, tidak ada satu pun yang berbasis ilmiah.

Dia menilai akar masalah dari kampanye hitam itu adalah ekonomi, di mana mereka kalah perang dagang. Sutedjo menjelaskan, produksi sawit Indonesia yield-nya bisa 10 kali lipat dibandingkan hasil minyak dari tanaman UE.

Selain itu, Indonesia hanya menggunakan 1/6 tanah saja. “Apakah (pencegahan) deforestasi itu penting? Apa yang diputuskan presiden sudah betul, sebab tidak memerlukan lagi (perluasan lahan besar-besaran). Bibit (sawit) sekarang memiliki yield yang tinggi," kata dia.

Dalam penanganan deforestasi, Indonesia bahkan sudah 75% sukses dibandingkan 2018 dan tidak ada negara di dunia ini yang sukses seperti Indonesia. Bahkan, negara AS membakar lahannya per tahun lebih dari 15 juta ha. Bagi mereka itu kebutuhan untuk petani, tetapi ketika kita melakukan hal yang sama, disebut untuk kebutuhan pengusaha. Itu yang berbeda dalam penggunaan bahasa mereka,” ujar dia.

Sutedjo menjelaskan, saat ini, luasan tanah yang mulai dibebaskan menjadi kawasan konservasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertambah. Ini termasuk pengembalian daerah-daerah yang bekas kebakaran, yang tidak boleh ditanam lagi tetapi sudah menjadi hutan. Kalau digabungkan dalam kurun waktu 2018-2020, pemerintah menghitung sekitar 580.000 ha yang dikembalikan menjadi hutan.

“Dan praktis tidak ada penambahan atau izin mengenai (perluasan lahan perusahaan) sawit. Memang masih ada di luar, ya di masyarakat. Ini memang agak sedikit susah untuk mengidentifikasikan masyarakat yang menanam sendiri. Namun secara korporasi, sebetulnya sudah tidak ada,” ucap dia.

Sutedjo menilai moratorium baik untuk industri, karena akan menjaga supply and demand. Para pelaku usaha sawit juga tidak ingin ‘mensawitkan’ semua hutan.

“Kami ingin bagaimana sawit ini bisa menjadi indah seperti di Malaysia. Untuk itu, harus mendapat pengakuan bahwa pohon sawit lebih hebat dari pohon pinus. Apa hebatnya sebatang pohon pinus dibanding dengan sebatang pohon sawit? Penyerapan karbon lebih baik sawit daripada pinus, yang dibanggakan orang Eropa. Kami tertawa mendengarnya. Karena mereka tidak berbasis ilmiah statement-nya,” ujar dia.

Sutedjo mengatakan, dari semua hasil perkebunan yang disampaikan ke presiden pada saat Jakarta Food Security, hanya usaha sawit yang betul-betul sukses, baik pendampingan maupun modelnya.

Masalah Pendanaan Petani
Sutedjo menerangkan, masalah yang sering dihadapi petani adalah pendanaan, karena tidak bisa mendapatkannya dari bank. Masalah tersebut bisa diatasi dengan para pengusaha sawit yang menjadi penjaminnya. Itu membuat para petani bisa menjual produk meski di tengah hutan, karena ada pabrik di sekitar mereka.

Dia menerangkan, hal ini membuktikan bahwa industri sawit bisa dicontoh untuk yang lain, sehingga betul-betul tingkat keekonomian masing-masing usaha petani bisa cepat naik.

“Kalau kita lihat 5 tahun lalu, rata-rata per ha itu hanya 2-2,5 ton (setara CPO), sekarang 1 ha bisa 4 ton. Kalau yang bagus banget itu bisa 7 ton per ha. TAP baru 5,2 ton. Buat petani plasma yang 20% di kita sedikit di bawahnya yaitu 4,6 ton. Karena memang mengubah mindset sedikit susah untuk good practice, tidak bisa instan,” ucap Sutedjo.

Tjandra menambahkan, dengan kondisi sekarang, kalau petani plasma bisa menghasilkan 18 ton tandan buah segar (TBS) saja untuk 1 ha lahan, itu artinya 1,5 ton CPO per bulan.

“Sekarang 1 ton itu kurang lebih dia akan mendapat penghasilan Rp 1.250.000. Kalau 3 ton, berati dia bisa dapat hampir Rp 4 juta per bulan. Kalau dia punya kebun dan bekerja di pabrik, penghasilannya ada 2. Sebenarnya take home pay karyawan di kebun sama karyawan kita yang di Jakarta, itu lebih banyak yang di kebun, karena di sana kita beri fasilitas untuk biaya hidup,” papar dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Awasi Bahaya Ikut-ikutan Investasi, Simak Tips Investor Pemula Ini

Profil risiko adalah tingkat toleransi seorang individu terhadap risiko yang siap ia tanggung.

EKONOMI | 26 September 2021

Go Private, Bentoel Internasional Gelar RUPSLB 28 September

British American Tobacco (BAT), selaku pengendali PT Bentoel Internasional Investama Tbk, (RMBA) menawarkan untuk membeli saham perseroan di harga Rp 1.000.

EKONOMI | 26 September 2021

Raih Kontrak Pengadaan Laptop, Zyrexindo Targetkan Pertumbuhan 150%

PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) incar pertumbuhan penjualan hingga 150% pada akhir tahun 2021.

EKONOMI | 26 September 2021

Bencoolen Cofffee dan Warkop Digital Ciptakan Wirausaha Kopi Melalui Program Kartu Prakerja

Bencoolen Coffee, selaku penyedia pelatihan barista dan wirausaha kopi, siap memberikan pelatihan untuk peserta kartu prakerja gelombang 21

EKONOMI | 25 September 2021

Pupuk Indonesia Ajak Generasi Milenial Jadi Petani

Pemkab Banyuwangi dan Pupuk Indonesia menjalin kolaborasi dalam rangka mendukung petani milenial.

EKONOMI | 25 September 2021

Danone Dukung Pemkot Surabaya Capai Target Vaksinasi 100%

Danone Indonesia mendukung upaya Pemkot Surabaya mencapai target vaksinasi 100% dengan menggelar sentra vaksinasi Indonesia Maju di Kenjeran Park, Surabaya.

EKONOMI | 25 September 2021

Spektra Fair Lebarkan Sayap ke 65 Kota Besar Indonesia

Spektra Fair yang digelar FIF Group di 65 kota besar di Indonesia mulai tanggal 25 September 2021 hingga 2 Oktober 2021.

EKONOMI | 25 September 2021

Atasi Kemacetan, Pembangunan Jalur Puncak 2 Dinilai Perlu Segera Dilanjutkan

Pembangunan Jalur Puncak 2 yang menyambungkan Bogor dan Cianjur via Sentul terhenti sejak 2014 harus dilanjutkan.

EKONOMI | 25 September 2021

Antam Bangun Rumah Klinik Oksigen di Kawasan Pongkor

Pembangunan rumah klinik oksigen merupakan salah satu komitmen Antam dalam membantu mempercepat penanganan covid-19 di sekitar wilayah unit bisnis perseroan.

EKONOMI | 25 September 2021

Pemeliharaan Jalan Lintas Timur Sumatera Optimalkan Pembiayaan SBSN

Pemeliharaan jalan yang menggunakan dana SBSN dilaksanakan pada ruas Simpang Penawar-Gedong Aji Baru-Rawajitu dan Pematang Panggang-Simpang Bujung Tenuk.

EKONOMI | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Cegah Radikalisme, Literasi Perdamaian Perlu Terus Digaungkan di Kalangan Pemuda

Cegah Radikalisme, Literasi Perdamaian Perlu Terus Digaungkan di Kalangan Pemuda

NASIONAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings