Industri Farmasi Online Masih Tumbuh Pesat pada 2021
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Industri Farmasi Online Masih Tumbuh Pesat pada 2021

Sabtu, 6 Maret 2021 | 14:41 WIB
Oleh : Mardiana Makmun / MAR

JAKARTA, Beritasatu.com – Industri farmasi atau apotek online dan layanan kesehatan digital pada 2021 hingga tahun depan diprediksi masih meningkat tajam. Hal ini dipicu oleh pandemi Covid-19 yang belum usai sehingga masyarakat memilih dan terbiasa menggunakan layanan ini ketimbang harus ke luar rumah.

“Selama pandemi, industri apotek digital tumbuh pesat. Prediksi untuk 2021, growth akan masih eksponensial. Ini karena saat ini semua orang di rumah. Kira-kira naik 10% untuk growth apotek online,” ungkap Natali Ardianto, CEO Lifepack & Jovee dalam diskusi bersama CEO Lifepack & Jovee Natali Ardianto bertajuk “Proyeksi Industri Farmasi & Layanan Kesehatan Digital di Indonesia” baru-baru ini.

Meski begitu, Natali optimistis, industri farmasi dan layanan kesehatan digital di Indonesia di masa depan akan tumbuh dengan baik, meski masih banyak masalah yang perlu diselesaikan, “Industri farmasi di Indonesia merupakan salah satu industri dengan pertumbuhan yang sangat cepat di ASEAN, begitupun dengan layanan kesehatan digital. Dari laporan yang dikeluarkan oleh MTPconnect & Asialink Business, pendapatan dari layanan kesehatan digital di Indonesia pada tahun 2022 diprediksi mencapai US$973 juta,” ungkap Natali.

Natali mengatakan, nilai industri farmasi Indonesia dalam setahun mencapai Rp84 triliun atau US$6 miliar. “Kalau dibandingkan, saat ini kontribusi apotek digital secara industri baru mencapai 2-3% nya. Prediksi 2021, industri farmasi secara keseluruhan mencapai US$10,11 miliar. Jadi pertumbuhan tahun 2021 ini besar karena masih dipicu pandemi Covid-19,” jelas Natali.

Belum merata

Natali menambahkan, prediksi pertumbuhan ini harus diimbangi dengan produk dan inovasi yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat. Apalagi sektor kesehatan di Indonesia masih menyimpan banyak masalah. Di antaranya belum meratanya infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, kedua fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan apotek masih terkonsentrasi di pulau Jawa, dan ketiga jaminan kelengkapan serta keaslian obat. “Karena menurut World Health Organization (WHO), peredaran obat palsu di Indonesia masih sangat tinggi mencapai 25%. Inilah saatnya inovasi layanan kesehatan digital dibutuhkan untuk memecahkan masalah yang ada,” ujar Natali.

Sementara itu, menurut data Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan per Februari 2021, jumlah rumah sakit di seluruh Indonesia sebanyak 2.925. Pulau Jawa sendiri memiliki 1.244 rumah sakit, atau sekitar 45,9% dari seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia. BahkanKalimantan Utara menjadi provinsi dengan jumlah rumah sakit terendah hanya memiliki 11 rumah sakit.

Selain belum meratanya layanan kesehatan seperti rumah sakit, apotek juga masih didominasi di pulau Jawa. Berdasarkan data rekapitulasi Apotek Indonesia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah apotek yang tersedia pada tahun 2018 adalah sebanyak 24.874 unit, dengan Jawa Barat sebagai daerah yang memiliki jumlah apotek terbanyak yaitu 4.298.
“Dengan masih terkonsentrasinya akses layanan kesehatan seperti rumah sakit dan juga apotek di pulau Jawa, tentunya diperlukan inovasi layanan kesehatan agar dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia di berbagai daerah, yaitu melalui akses layanan kesehatan secara online,” saran Natali.

Saat ini, kata Natali, kehadiran Lifepack sejak Januari 2020 dengan layanan terbaik dan stok obat terlengkap untuk penyakit kronis, sangat membantu memenuhi kebutuhan obat masyarakat di seluruh Indonesia.

“Lifepack hadir sebagai apotek online yang paling lengkap. Untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia kami berikan gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan harga obat lebih murah 15% dibanding toko lain,” ujar Natali yang menyebut layanan Lifepack sangat lengkap, mulai pemesanan obat, konsultasi dokter umum gratis, konsultasi dokter spesialis dengan harga terjangkau, dan kotak obat spesial (blister) khusus untuk penderita penyakit kronis.

Layanan itu didukung oleh gudang inventory Lifepack dengan stok obat yang lengkap di tiga wilayah, yaitu Jakarta, Bintaro, dan Surabaya. “Satu gudang nilai inventorynya mencapai Rp1 miliar. Jauh dibandingkan apotek offline yang biasanya hanya senilai Rp50-500 juta,” ungkap Natali.

Selain penggunaan layanan apotek online, pandemi juga memberikan peningkatan konsumsi vitamin dan suplemen di masyarakat, “Brand kami yaitu Jovee, aplikasi rekomendasi vitamin dan suplemen sejak Maret 2020 terus mengalami peningkatan transaksi lebih dari 50% month to month. Adapun vitamin yang paling banyak dicari oleh masyarakat adalah vitamin C. Kedua yang paling banyak dicari adalah herbal untuk meningkatkan imunitas, seperti habbatusaudah,” ungkap Natali.

Yang menarik, lanjut Natali, masyarakat Indonesia mempunyai karakteristik tersendiri saat memilih vitamin ada yang fokus terhadap brand namun ada juga yang menyukai herbal. “Melihat karakteristik tersebut, penggunaan aplikasi Jovee dapat membantu masyarakat yang belum tahu kebutuhan vitamin yang tepat bagi tubuh. Jovee merekomendasikan suplemen yang tepat berdasarkan algoritma dan pertanyaan yang dijawab oleh konsumen di aplikasi Jovee,” jelas Natali.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

IHSG Akan Menguat Terbatas, Pantau EMTK, ASSA, hingga BRIS

IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran 6.638-6.687.

EKONOMI | 27 Oktober 2021


Harga Minyak di Level Tertinggi Sejak 2014 karena Kekurangan Pasokan

Harga minyak Brent berjangka naik 41 sen, atau 0,5%, menjadi US$ 86,40 per barel.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Kuartal III, Laba Bank BJB Menguat 17% Jadi Rp 1,4 Triliun

Bank bjb hingga kuartal III 2021 berhasil membukukan laba bersih Rp 1,4 triliun atau tumbuh 17,5%.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Dow Naik 3 Hari Beruntun Perpanjang Rekor Ditopang Kuatnya Pendapatan

Dow Jones Industrial Average naik 15,73 poin ke rekor tertinggi lainnya capai 35.756,88.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Bagusnya Pendapatan Perusahaan Jadi Daya Tarik Bursa Eropa

Stoxx 600 pan-Eropa ditutup naik 0,8%, dengan saham perjalanan dan liburan melonjak 1,9% memimpin kenaikan.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Triniti Land Luncurkan Tipe 1 Kamar Tidur di Proyek The Scott

Perintis Triniti Properti atau Triniti Land meluncurkan tipe satu kamar tidur di apartemen The Scott, Collins Boulevard.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Massindo Group Perkuat Pangsa Pasar Comforta

Comforta meraih predikat Superbrands 2021 berdasarkan hasil survei Nielsen Company.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Intan Fauzi Minta IFG Bantu UMKM Bangkit

Anggota Komisi VI DPR Intan Fauzi meminta Indonesia Financial Group (IFG) sebagai BUMN holding perasuransian dan penjaminan ikut berperan dalam membantu UMKM.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

OJK Dorong Milenial Tingkatan Literasi Keuangan Digital

Target utama program Digital Financial Literacy (DFL) adalah generasi milenial yang memiliki potensi sebagai pengguna terbesar layanan keuangan digital.

EKONOMI | 26 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kapolres Nunukan


# Cristiano Ronaldo


# Sudi Silalahi


# Upah Minimum


# Valentino Rossi



TERKINI
Gunakan Santunan Covid Rp 818 Juta, Pria AS Belanja Kartu Pokemon

Gunakan Santunan Covid Rp 818 Juta, Pria AS Belanja Kartu Pokemon

DUNIA | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings