Tarif Tenaga Listrik Pelanggan Nonsubsidi Periode April - Juni 2021 Tetap
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Tarif Tenaga Listrik Pelanggan Nonsubsidi Periode April - Juni 2021 Tetap

Senin, 8 Maret 2021 | 18:57 WIB
Oleh : Rangga Prakoso / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menetapkan penyesuaian tarif tenaga listrik (Tariff Adjustment) periode April-Juni 2021 untuk 13 pelanggan nonsubsidi per 1 April sampai dengan 30 Juni 2021 tidak mengalami kenaikan besaran tarif tenaga listrik.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatkan pihaknya mendorong agar PT PLN (Persero) terus melakukan langkah-langkah dalam rangka efisiensi operasional dan meningkatkan penjualan tenaga listrik serta memberikan pelayanan penyediaan tenaga listrik dengan baik.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020, apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, inflasi, dan Harga Patokan Batubara/HPB), yang dihitung secara tiga bulanan (Untuk Periode Triwulan II menggunakan realisasi November 2020 sampai dengan Januari 2021), maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment).

Pada bulan November 2020 s.d. Januari 2021 terdapat perubahan parameter ekonomi makro rata-rata per tiga bulan, dengan realisasi kurs sebesar Rp 14.157,27/US$, Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 47,21 US$/Barrel, tingkat inflasi sebesar 0,33%, dan Harga Patokan Batubara (HPB) sebesar Rp 762,84/kg.

Berdasarkan perubahan 4 parameter tersebut, seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment) mengalami perubahan, dimana tarif tenaga listrik untuk tegangan rendah, tegangan menengah, dan tegangan tinggi di atas tarif yang ditetapkan saat ini.

"Dengan demikian, tarif tenaga listrik untuk pelanggan non subsidi baik tegangan rendah, tegangan menengah maupun tegangan tinggi tetap mengacu pada tarif periode sebelumnya Januari - Maret 2021," kata Rida dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/3).

Tarif listrik pelanggan non subsidi, untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500VA sampai 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 6.600 sampai 200 kVA, pelanggan pemerintah dengan daya 6.600 sampai 200 kVA, dan penerangan jalan umum, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.444,70/kWh. Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.352/kWh.

Pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya >200 kVA, dan layanan khusus, besaran tarifnya tetap sebesar Rp 1.114,74/kWh.

Sedangkan bagi pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan oleh industri dengan daya >= 30.000 kVA ke atas, tarif juga tidak mengalami perubahan, yaitu Rp 996,74/kWh.

Adapun tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan, besaran tarifnya tetap. 25 golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial. Bahkan Pemerintah memberikan perlindungan sosial atas dampak COVID-19 melalui pemberian diskon tarif tenaga listrik untuk rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, serta pelanggan bisnis kecil 450 VA dan industri kecil 450 VA.

Kedepan dimungkinkan tarif tenaga listrik dapat mengalami perubahan melihat perkembangan ICP, kurs, inflasi, dan HPB. Namun, Kementerian ESDM berharap PLN dapat terus meningkatkan efisiensi operasional, sehingga biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik per kWh dapat diupayakan turun atau minimal tetap dari periode sebelumnya.

Tidak naiknya besaran tarif tenaga listrik ini tentunya memberikan kepastian kepada berbagai kelompok masyarakat dan menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas dan pemulihan ekonomi nasional.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Pelanggan Nonsubsidi

Kementerian ESDM telah tetapkan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik periode April-Juni 2021 untuk 13 pelanggan nonsubsidi per 1 April sampai 30 Juni 2021.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Impor Barang Konsumsi Naik Sejak Booming E-commerce

Impor barang konsumsi dalam beberapa tahun terakhir ini telah mengalami peningkatan, terlebih sejak booming e-commerce setelah tahun 2015.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Menkeu Imbau Lapor SPT Sebelum Batas Akhir Penyampaian

Sri Mulyani Indrawati mengimbau masyarakat agar segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan pajak sebelum batas akhir penyampaian, yaitu 31 Maret 2021.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Ini Manfaat Pembentukan LPI bagi BUMN Pengelola Tol

Keberadaan LPI ini kemudian menjadi angin segar bagi BUMN terjun dalam pembangunan ini.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Prodana Targetkan Galang Dana Rp 20 Miliar

Menurut Wijadi, saat ini Prodana masih fokus mendaftarkan produk urun dana berbasis saham atau ekuitas.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Clover Universal Tambah Kepemilikan, Saham CENT Naik 1,10%

Clover Universal menambah kepemilikan di Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) menjadi 47,95% dengan jumlah saham 14,95 miliar unit.

EKONOMI | 8 Maret 2021

IHSG Ditutup Melemah, Berikut 5 Saham Paling Aktif

5 saham yang paling aktif ditransaksikan berdasarkan nilai pada perdagangan Senin (8/3/2021), yakni saham ANTM, BBCA, INCO, ASII dan BBRI.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Bank Syariah Indonesia Genjot Pembiayaan Otomotif

Bank Syariah indonesia meluncurkan program BSI Oto Special 2021 dengan margin ringan mulai setara 2,98% flat dan jangka waktu pembiayaan hingga 7 tahun.

EKONOMI | 8 Maret 2021

Net Sell Capai Rp 469,63 Miliar, Investor Asing Borong 5 Saham Ini

Saham UNTR, BBRI, AKRA, TBIG dan HEAL menjadi buruan investor asing pada perdagangan Senin (8/3/2021).

EKONOMI | 8 Maret 2021

IHSG Terkoreksi di Awal Pekan, Saham UNIQ Pimpin Top Gainers

IHSG pada perdagangan Senin (8/3/2021) ditutup turun 10,28 poin (0,16%) ke level 6.248,46.

EKONOMI | 8 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS