AAJI Berharap OJK Relaksasi Penempatan Investasi PAYDI
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

AAJI Berharap OJK Relaksasi Penempatan Investasi PAYDI

Selasa, 9 Maret 2021 | 15:31 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak membatasi penempatan investasi pada Produk Asuransi Yang Disertai Investasi (PAYDI) atau unit link pada reksa dana. Adapun, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi unit link terus meningkat dan berkontribusi terhadap hampir 64% dari premi asuransi jiwa yang sebesar Rp 187,59 triliun.

"Kita berharap OJK bisa memperhatikan aturan penempatan PAYDI. Karena bagaimanapun, tentang reksa dana sudah ada aturan mainnya dan seluruh perusahaan asuransi sudah cukup berpegang pada prinsip kehati-hatian,” kata Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Berdasarkan data AAJI, hasil investasi pada kuartal IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 777,3% dari Rp 4,07 triliun di kuartal III-2020 menjadi Rp 35,52 triliun di kuartal IV-2020. Industri mengambil langkah dengan melakukan pengalihan dana dan penempatan dana investasi secara strategis, sehingga pada kuartal IV-2020 hasil investasi berada pada angka Rp 17,95 triliun.

Namun begitu, hasil investasi secara keseluruhan pada tahun 2020 masih mengalami perlambatan sebesar 23,7% menjadi Rp 17,95 triliun, dari tahun 2019 yang mencapai Rp 23,53 triliun. Perlambatan tersebut disebabkan oleh kondisi pasar modal di Indonesia yang kurang kondusif hingga kuartal IV-2020, ditandai dengan adanya koreksi yang cukup dalam dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yaitu sebesar 5,1% dibandingkan kuartal IV-2019.

"Sebagai industri yang sangat terpengaruh oleh situasi pasar modal, melambatnya ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19 berdampak secara langsung terhadap kinerja investasi,” ujarnya.

Sementara di tahun ini, pihaknya yakin hasil investasi akan tumbuh double digit, seiring perbaikan ekonomi dan kesuksesan program vaksinasi Covid-19 yang menjadi salah satu indikator pengungkitnya. "Proyeksi investasi kita berharap di 2021 akan lebih baik, tahun lalu kita negative growth karena terjadi perlambatan, tapi tahun 2021, pemerintah sudah mengestimasi adanya positive growth kita berharap akan ada hasil investasi yang naik double growth. Tahun 2021 akan memberikan hasil yang baik dari segi hasil investasi,” ujar Fauzi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, aturan tersebut saat ini masih digodok. Di mana, dalam draf, tertulis bahwa semua jenis investasi hanya diperbolehkan paling banyak 10% dari aset masing-masing subdana, kecuali afiliasi yang terjadi karena penyertaan modal pemerintah. Lalu, penempatan investasi pada satu pihak paling banyak sebesar 15% dari aset masing-masing subdana, kecuali deposito pada bank umum dan investasi pada surat berharga pemerintah.

“Kalau AAJI meminta pertimbangan OJK mengenai penempatan investasi pada satu pihak paling banyak 15% terutama untuk penempatan pada reksadana. Apalagi sudah ada pembatasan 10% per emiten pada level reksadana itu sendiri,” katanya.

Dia pun memberikan sejumlah saran kepada OJK agar SE dapat memitigasi penipuan berbalut investasi asuransi tanpa mengorbankan geliat industri. Pertama, perlu aturan terkait portofolio investasi untuk industri asuransi. Kedua, memberikan lebih banyak pilihan instrumen investasi yang baik. Ketiga, mendukung literasi maupun sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami produk asuransi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Asing Buang Saham Rp 783 Miliar, IHSG Ditutup Ambles 48 Poin

Indeks LQ-45 turun 12,3 poin (1,3%) ke level 927,8.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Terjual 95%, Synthesis Segera Serah Terima Unit Samara Suites

Samara Suites telah mengalami kenaikan harga (capital gain) lebih dari 100% sejak awal dirilis.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Imbas Wall Street, Bursa Eropa Dibuka Menguat

DAX Jerman 7 poin lebih tinggi di 14.403.

EKONOMI | 9 Maret 2021

PNM dan Trimegah Terbitkan Surat Utang Rp 902,5 Miliar

PNM akan menerbitkan Sukuk Mudharabah IV Tahun 2020 Seri B dengan nilai Rp 780 miliar bertenor 3 tahun.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Menhub: Korban Kecelakaan Lalu Lintas Didominasi Usia Produktif

Tahun 2020 tercatat 100.028 kejadian kecelakaan melibatkan kelompok usia produktif dengan jumlah korban meninggal sebanyak 23.529.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Pengusaha Swiss dan Indonesia Siap Tangkap Peluang Investasi Baru

Swiss dan Indonesia telah menjalin kerja sama bilateral yang kuat di berbagai sektor sejak 1952.

EKONOMI | 9 Maret 2021

PLN Beri Biaya Super Hemat Penyambungan Daya Rumah Tangga dan UMKM

Terdapat dua produk yang ditawarkan, yaitu Super Electrilife dan Super Hemat UMKM yang berlaku hingga 31 Maret 2021

EKONOMI | 9 Maret 2021

Gajah Tunggal Raih Laba Bersih 2020 Rp 320 Miliar

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membukukan laba bersih pada akhir tahun 2020 sebesar Rp 320 miliar, naik 19% dari periode sebelumnya.

EKONOMI | 9 Maret 2021

Kemdag: Referendum Swiss Angin Segar bagi Perjanjian Dagang RI-EFTA

Kementerian Perdagangan menyambut baik hasil Referendum Swiss yang menyetujui kerja sama ekonomi komprehensif dengan Indonesia dengan EFTA.

EKONOMI | 9 Maret 2021

IHSG Terkoreksi, Ini 5 Saham Top Gainers Sesi I

IHSG melemah 0,13%. UNIQ menguat 34,59%, ABBA naik 22,45%, NATO meningkat 9,62%, BANK melonjak 8,86%, JPFA terangkat 8,85%.

EKONOMI | 9 Maret 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS