Logo BeritaSatu

Setahun Pandemi Covid-19, Utang Luar Negeri RI Membengkak tetapi Masih Aman

Senin, 15 Maret 2021 | 11:44 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Januari 2021 tercatat sebesar 420,7 miliar dolar AS, tumbuh sebesar 2,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Pertumbuhan utang melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ULN pada bulan Desember sebesar 3,4% (yoy).

Utang terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar 213,6 miliar dolar AS dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 207,1 miliar dolar AS.

Advertisement

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, dalam keterangan pers hari ini, Senin (15/3/2021), mengatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"Struktur ULN yang sehat tersebut tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Januari 2021 yang tetap terjaga di kisaran 39,5%, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 39,4%," kata dia.

Struktur ULN Indonesia yang tetap sehat juga tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,4% dari total ULN.

"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," tutupnya.

Jika dibandingkan sejak awal pandemi Covid-19 atau sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama pada 2 Maret 2020, maka utang tumbuh 8,3% dari 388,42 miliar dolar.

ULN Pemerintah bulan Januari 2021 tumbuh lebih rendah. Posisi ULN Pemerintah bulan Januari 2021 mencapai 210,8 miliar dolar AS, atau tumbuh 2,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Desember 2020 sebesar 3,3% (yoy). Perlambatan pertumbuhan ini disebabkan oleh pembayaran pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo. Sementara itu, posisi surat utang Pemerintah masih meningkat seiring penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi dolar AS dan Euro di awal tahun di tengah momentum likuiditas di pasar global yang cukup tinggi serta sentimen positif implementasi vaksinasi Covid-19 secara global.

Perkembangan ULN juga didorong aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang meningkat, didukung oleh kepercayaan investor asing yang terjaga terhadap prospek perekonomian domestik. ULN Pemerintah dikelola secara terukur dan berhati-hati untuk mendukung belanja prioritas Pemerintah, antara lain yaitu sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,6% dari total ULN Pemerintah), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,1%), sektor jasa pendidikan (16,2%), sektor konstruksi (15,2%), dan sektor jasa keuangan dan asuransi (13,0%).

ULN swasta tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN swasta pada akhir Januari 2021 tercatat 2,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,8% (yoy). Perkembangan ini didorong oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam. Pada akhir Januari 2021, ULN PBLK tumbuh sebesar 4,9% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,3% (yoy).

Selain itu, kontraksi ULN LK tercatat sebesar 6,1% (yoy), lebih dalam dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 4,7% (yoy). Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,0% dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Selain Indonesia, JD.com juga Tutup Layanan di Thailand

Selain di Indonesia, platform dagang elektronik (e-commerce) asal Tiongkok JD.com juga akan menutup layanan di Thailand.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Harga Emas Turun Jelang Pengumuman Kenaikan Bunga The Fed

Harga emas turun pada Senin karena investor mencermati pertemuan kebijakan Federal Reserve AS (The Fed).

EKONOMI | 31 Januari 2023

Harga Minyak Turun 2% karena Proyeksi Kenaikan Suku Bunga

Harga minyak Brent berjangka pengiriman Maret turun US$ 1,76 atau 2,03% menjadi US$ 84,90 per barel.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Long Form Sensus Penduduk Pertajam Pembangunan Kependudukan

BPS merilis hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (SP2020 Lanjutan) sebagai rangkaian lanjutan SP2020 yang telah dilakukan di 2020.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Bursa AS Terkoreksi, Kenaikan 6 Hari Dow Jones Terhenti

Bursa AS Wall Street termasuk Dow Jones diperdagangkan melemah menghentikan reli Januari jelang pengumuman suku bunga The Fed.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Bursa Eropa Melemah, Investor Fokus Pertemuan Fed Minggu Ini

Indeks Stoxx 600 di bursa Eropa ditutup turun 0,2%, dengan sebagian besar sektor berada di wilayah negatif.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Erick Rombak Jajaran Direksi Indofarma, Ini Dirut Barunya

Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat Agus Heru Darjono sebagai direktur utama yang baru Indofarma.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Badan Usaha Tentukan Harga BBM Nonsubsidi, Pemerintah Tetapkan Batas Atas

Perubahan harga BBM nonsubsidi merupakan kewenangan badan usaha penyalur dengan mempertimbangkan sejumlah aspek.

EKONOMI | 31 Januari 2023

Pemerintah Siapkan 9,4 T dari APBN untuk Bangun Rumah Dinas di IKN

Pembangunan rumah dinas ini diperuntukkan bagi sekitar 16.900 aparatur sipil negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian RI (Polri).

EKONOMI | 31 Januari 2023

Daewoong Percepat Ekspansi Global Pertumbuhan Obat Gerd Fexuprazan

Fexuprazan dari Daewoong Pharmaceutical menarik perhatian sebagai pendobrak di pasar pengobatan global penyakit refluks gastroesofageal (Gerd).

EKONOMI | 31 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Perppu Ciptaker Solusi Agar Tidak Terjadi Penyalahgunaan Kekuasaan

Perppu Ciptaker Solusi Agar Tidak Terjadi Penyalahgunaan Kekuasaan

NEWS | 53 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE