Berencana Buyback 5% Saham, Ramayana Siapkan Dana Rp 350 M
Logo BeritaSatu

Berencana Buyback 5% Saham, Ramayana Siapkan Dana Rp 350 M

Selasa, 23 Maret 2021 | 13:27 WIB
Oleh : Muhammad Nabil Alfaruq / FMB

Jakarta, Beritasatu.com — PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) sejumlah 5% saham dari modal disetor atau maksimum sebanyak 354,8 juta saham.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, Selasa (23/3/2021), Ramayana akan mengeluarkan biaya Rp 350 miliar untuk melancarkan aksi buyback tersebut. Ada pun alasan dilakukannya aksi korporasi tersebut adalah perseroan memiliki likuiditas yang cukup, sehingga perseroan bermaksud untuk meningkatkan nilai pemegang saham dengan mengembalikan kelebihan arus kas kepada para pemegang saham.

“Meskipun Perseroan mengalami kerugian untuk tahun buku 2020 akibat dampak dari pandemi Covid-19, akan tetapi perseroan sudah mencetak laba untuk tahun-tahun sebelumnya dan Direksi Perseroan telah berhasil memelihara kecukupan likuiditas,” jelas manajemen perseroan.

Manajemen perseroan menjelaskan, persetujuan atas rencana tersebut akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien.

Untuk diketahui, pembelian kembali saham tersebut akan dilakukan setelah perseroan memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 14 April 2021. Periode rencana akan dilakukan dalam waktu paling lama 18 bulan.

Aksi korporasi tersebut diyakinkan tidak mempengaruhi pembiyaan kegiatan usaha perseroan, mengingat Ramayana mempunyai modal kerja dan arus kas yang cukup dan memadai untuk melaksanakan rencana termasuk pembiyaan kegiatan usaha.

Sebagai informasi, hingga perdagangan sesi I saham perseroan ditutup menurun 5 poin (0,61%) ke harga Rp 820. Price earning ratio (PER) perseroan menurun 45,83 sedangkan market capital berada di Rp 5,82 triliun.

Dari sisi kinerja keuangan, perseroan hingga kuartal III-2020 membukukan total pendapatan sebesar Rp 1,9 triliun atau turun 57,03% dari periode sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan sebesar Rp 4,42 triliun.

Penurunan total pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan barang beli putus yang tercatat sejumlah Rp 1,56 triliun dan komisi penjualan konsinyasi yang dibukukan sebesar Rp 334 miliar.

Kemudian, beban pokok penjualan barang beli putus turun menjadi Rp 1,09 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 2,42 triliun. Alhasil laba bruto yang diperoleh Rp 803 miliar dari sebelumnya Rp 2 triliun.

Pada kuartal III-2020, perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 192 miliar dibandingkan dengan kuartal III-2019 yang mencatatkan laba usaha sebesar Rp 586 miliar. Sedangkan rugi sebelum pajak penghasilan dicatatkan sebesar Rp 102 miliar dari semula yang mencatatkan laba Rp 702 miliar dan rugi tahun berjalan sejumlah Rp 95 miliar dari laba tahun berjalan periode sama tahun lalu Rp 612 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Duta Pertiwi Akuisisi Itomas Kembangan Perdana Rp 293,24 Miliar

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui anak usahanya PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) mengakuisisi PT Itomas Kembangan Perdana (IKP) senilai Rp 293,24 miliar.

EKONOMI | 23 Maret 2021

Gapki: Industri Sawit Tidak Pernah Eksploitasi Pekerja Perempuan

Concern utama Gapki adalah keselamatan dan kesejahteraan pekerja dan tidak ada eksploitasi bagi pekerja perempuan.

EKONOMI | 23 Maret 2021

IHSG Melemah di Sesi I, Ini 5 Saham Top Gainers

Harga ZBRA menguat 19,74%, SRSN naik 12,07%, BGTG meningkat 7,74%, BWPT melonjak 6,50%, BUMI terangkat 5,88%.

EKONOMI | 23 Maret 2021

Bidik Milenial, Citra Landmark Gandeng 20 Mitra Strategis

Rendahnya suku bunga diharapkan mendorong konsumen untuk melakukan transaksi pembelian properti.

EKONOMI | 23 Maret 2021

KPPI Dukung Erick Thohir Asah Talenta Muda di Rumah BUMN

Peningkatan potensi dan pengembangan talenta muda ini diasah melalui program CEO dan CFO Muda Rumah BUMN yang diinisiasi Menteri BUMN Erick Thohir.

EKONOMI | 23 Maret 2021

Anggaran Insentif Tenaga Kesehatan Rp 1 Triliun Masih Mengendap di Kas Daerah

Kemkeu mengungkapkan, saat ini masih ada sekitar Rp 1 triliun anggaran insentif tenaga kesehatan yang mengendap di kas daerah.

EKONOMI | 23 Maret 2021

Sandiaga: Tangkap Peluang Homestay dan Jadilah Pemenang

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional di sektor pariwisata, Kemparekraf menjalankan program yang berbasis community base program.

EKONOMI | 23 Maret 2021

Kurs Rupiah BI Terapresiasi 35 Poin

Kurs rupiah BI (Jisdor) hari ini, Selasa (23/3/2021) menguat 35 poin ke posisi Rp 14.421.

EKONOMI | 23 Maret 2021

Sesi I, IHSG Berbalik Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,19% ke 6.289,4 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (23/3/2021).

EKONOMI | 23 Maret 2021

Alih Kelola Blok Rokan Perlu Disiapkan Matang agar Produksi Terjaga

Pertamina perlu berkolaborasi dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) sehingga pengelolaan blok Rokan berkontribusi maksimal.

EKONOMI | 23 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS