Logo BeritaSatu

Stimulus Pemerintah Gairahkan Industri Properti

Senin, 29 Maret 2021 | 20:53 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Tiga kebijakan dan stimulus pemerintah dinilai menjadi angin segar bagi sektor properti. Untuk itu, momen ini merupakan saat yang tepat untuk membeli hunian.

"Stimulus pemerintah tersebut akan menggairahkan kembali industri properti yang mengalami low season di tengah pandemi. Apalagi pulihnya sektor properti cukup penting bagi pemulihan ekonomi nasional," kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam keterangan tertulisnya Senin (29/3/2021).

Advertisement

Adapun stimulus yang dimaksud adalah rendahnya suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di 3,50%, Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit/pembiayaan properti menjadi paling tinggi 100% untuk semua jenis properti serta insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 0% atas pembelian rumah tapak dan rumah susun.

"Penetapan LTV dan FTV sebesar 100% untuk kredit properti memungkinkan konsumen tidak perlu lagi membayar uang muka, sedangkan dengan pembebasan PPN ditujukan untuk meningkatkan kemampuan konsumsi masyarakat kelas menengah dalam hal kepemilikan rumah," jelasnya.

Menurut Marine kebijakan pemerintah tersebut harus langsung diikuti kalangan perbankan untuk menurunkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dari catatan BI sendiri, penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan masih terbatas dalam merespons pemangkasan suku bunga kebijakan. Dari Januari 2020 sampai Januari 2021, suku bunga BI7DRR turun sebesar 125 bps (year-on-year), sementara SBDK hanya turun sebesar 78 bps (year-on-year). Hal ini menyebabkan spread SBDK terhadap BI7DRR melebar dari 5,82% pada Januari 2020 menjadi 6,28% pada Januari 2021.

Menurut Marine, dari tiga kebijakan pemerintah tersebut dapat dilihat pemerintah sedang berusaha keras menggenjot industri properti agar segera melakukan pembelian rumah baik rumah tapak maupun rumah susun, khususnya pembelian rumah atau hunian pertama. "Tiga kebijakan pemerintah tersebut juga menunjukkan bahwa sesungguhnya saat ini adalah kondisi termudah untuk membeli rumah," kata dia.

Turunnya harga properti dan naiknya suplai properti menunjukkan bahwa pasar properti masih berada dalam situasi buyer’s market. Bagi konsumen yang sudah siap secara finansial, inilah saat termudah untuk membeli hunian. Pembeli rumah pertama akan dimanjakan oleh melimpahnya pilihan properti dengan harga yang bersaing, fasilitas DP Rumah Nol Persen dan pembebasan PPN 100 Persen.

Sementara bagi generasi milenial dan generasi Z, adanya kemudahan membeli rumah harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Sebaiknya mereka menginvestasikan dana yang mereka miliki untuk sesuatu yang lebih produktif. Sebagai contoh apabila mereka mau membeli hunian, hal ini bisa sebagai bentuk investasi masa depan karena akan menjadi aset yang nilainya akan naik berlipat-lipat saat mereka sudah berusia 40 tahunan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bundamedik dan FKUI Berkolaborasi Bangun SDM Kesehatan

Bundamedik Healthcare System (BMHS) menjalin kerja sama strategis dengan FKUI dalam inisiatif pengembangan SDM kesehatan yang kompeten.

EKONOMI | 13 Agustus 2022

Restoran McDonald's Akan Buka Gerai Lagi di Ukraina

McDonald's akan mulai membuka kembali beberapa gerai di Ukraina dalam beberapa bulan mendatang.

EKONOMI | 13 Agustus 2022

Indonesia Diharapkan Mampu Berperan Jadi Produsen Kendaraan Listrik

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia bukan hanya menjadi pangsa pasar kendaraan listrik yang besar.

EKONOMI | 13 Agustus 2022

PTPP Luncurkan Inovasi Pengolahan Sampah di Pulau Dewata

PTPP turut berkontribusi dalam pengelolaan sampah di Pulau Dewata, dengan memberikan solusi berupa teknologi untuk melakukan pengolahan semua jenis sampah.

EKONOMI | 13 Agustus 2022

Anggota DEN Bicara soal Perlunya Sharing the Pain BBM, Simak

Sharing the pain BBM harus dilakukan dari dua sisi, yakni sisi penawaran (supply side) dan sisi permintaan (demand side).

EKONOMI | 13 Agustus 2022

Pemerintah Minta Pertamina Batasi Penjualan BBM Bersubsidi

Pemerintah Indonesia telah meminta PT Pertamina (Persero) membatasi penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite dan Solar subsidi.

EKONOMI | 13 Agustus 2022

Program Mangga Petrokimia Gresik Pulihkan Ekonomi Rakyat

Program Mangga atau akronim dari Mitra Kebanggaan Petrokimia Gresik memulihkan ekonomi rakyat sejak Agustus 2021.

EKONOMI | 13 Agustus 2022

Tarif Ojek Online Naik, Sektor UMKM Akan Ikut Terdampak

Kenaikan tarif ojek online (ojol) diperkirakan akan ikut berdampak pada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

EKONOMI | 13 Agustus 2022

Perkuat Ekosistem Pembayaran Nontunai, BNI Gandeng Indomaret

BNI dan Indomaret menghadirkan pembayaran nontunai dengan menggunakan QRIS BNI Mobile Banking.

EKONOMI | 13 Agustus 2022

Ini Skenario Pemerintah jika Harga BBM Naik, Apa Saja?

Jika harga BBM tidak bisa tertahan, pemeritah akan memberikan suatu bantalan sosial tambahan berupa perlindungan sosial.

EKONOMI | 13 Agustus 2022


TAG POPULER

# OTT Bupati Pemalang


# Brigadir J


# Bharada E


# Putri Candrawathi


# Prabowo Subianto


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jika Tak Profesional, Ada Konsekuensi untuk 30 Jaksa Kasus Ferdy Sambo

Jika Tak Profesional, Ada Konsekuensi untuk 30 Jaksa Kasus Ferdy Sambo

NEWS | 39 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings