2022, PT IWIP Siap Jadi Produsen Bahan Baku Baterai
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

2022, PT IWIP Siap Jadi Produsen Bahan Baku Baterai

Selasa, 30 Maret 2021 | 12:07 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP) yang sudah ditetapkan sebagai salah satu (Proyek Strategis Nasional) pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, saat ini mengoperasikan tiga smelter.

Menggunakan teknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dalam pembangunan smelter nikel di Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara, PT IWIP siap untuk memulai konstruksi pabrik pengolahan bahan baku baterai pada 2022.

General Manager External Relations PT IWIP, Wahyu Budi mengatakan bahwa pihaknya akan mengelola nikel dengan kadar rendah yang menjadi cikal bakal dari bahan baku prekursor baterai.

"Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan kita sudah bisa memulai konstruksi pabrik pengolahan bahan baku baterai," ujar Wahyu Budi dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Selasa (30/3/2021).

Namun demikian menurut Wahyu, hal tersebut tidak akan terlaksana jika pandemi Covid-19 belum membaik di Indonesia. Pasalnya dengan adanya pandemi ini, perusahaan akan sulit untuk merekrut tenaga kerja guna membangun smelter tersebut.

"Jadi kita akan mengelola nikel-nikel kadar rendah ini menjadi bahan baku prekursor baterai. Oleh karena itu, kita berharap mudah-mudahan dengan ekonomi ini membaik, lalu Covid-19 sudah nggak ada, ya mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan kita sudah bisa memulai konstruksi pabrik pengolahan bahan baku baterai," jelasnya.

Seperti diketahui, PT IWIP sendiri dalam melakukan pengembangan industri di kawasan Weda Bay tersebut mayoritas menggunakan teknologi RKEF yang merupakan salah satu teknologi terbaik di bidangnya.

Wahyu menambahkan setelah pembangunan menggunakan RKEF selesai ke depannya perusahaan akan menambahkan unit-unit untuk pembuatan bahan baku terlebih dahulu dibandingkan dengan yang lainya.

"Jadi untuk mencapai baterai ini harus melewati beberapa fase, mungkin 4-5 fase," paparnya.

Proses RKEF sendiri banyak digunakan untuk menghasilkan feronikel dan nikel-matte. Proses ini diawali dengan pengeringan kandungan moisture hingga 45% melalui proses pretreatment.

Pada proses tersebut, bijih laterit dikeringkan dengan rotary dryer pada temperatur 250 derajat celcius hingga kandungan moisturenya mencapai 15-20%. "Produk dari rotary dryer selanjutnya masuk ke-tahap kalsinasi (pre-reduksi) menggunakan rotary kiln pada suhu 800-900 derajat celcius," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini Menguat

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 13,2 (0,05%) mencapai 29.398 poin.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Larangan Mudik, Pengajuan Refund Tiket Maskapai dan Hotel Masih Normal

Pemberlakuan larangan mudik berlaku pada 6-17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Jeda Siang, IHSG Melemah 1,12% ke 6.097

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 85,5 miliar saham senilai Rp 5,8 triliun.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Raih Pinjaman US$ 495 Juta, Surya Esa Refinancing Anak Usaha

Fasilitas pinjaman baru ini akan memperkuat posisi keuangan perusahaan terutama di masa-masa yang penuh ketidakpastian.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Industri Multifinance Mampu Bertahan di Tengah Tekanan

Sekecil apa pun pencapaian, layak diapresiasi untuk mendorong pencapaian yang lebih besar lagi pada masa-masa yang akan datang.

EKONOMI | 30 Maret 2021

IBC Ciptakan Nilai Tambah Pertambangan dan Energi Indonesia

IBC rencananya ingin memiliki kapasitas mencapai 140 GWh dan 50 GWh di antaranya akan diekspor.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Harga Rokok di Pasaran Perlu Diawasi dengan Serius

Tujuan pembatasan 85% ini adalah untuk mengendalikan konsumsi agar harganya tidak terlalu murah di pasaran.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Pemulihan Kesehatan Syarat Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi

Kadin secara konsisten akan terus mendukung langkah strategis pemerintah dalam menyelesaikan masalah kesehatan, khususnya dalam menciptakan kekebalan kolektif.

EKONOMI | 30 Maret 2021

Rupiah Melemah Sejalan Mata Uang Asia di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.450-Rp 14.466 per dolar AS.

EKONOMI | 30 Maret 2021

IHSG Terkena Aksi Jual Saham di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan melemah 11,8 poin (0,2%) menjadi 6.154.

EKONOMI | 30 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS