Ini Sentimen-sentimen Negatif yang Membuat IHSG Anjlok Hari Ini
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Sentimen-sentimen Negatif yang Membuat IHSG Anjlok Hari Ini

Rabu, 31 Maret 2021 | 20:23 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (31/3) ditutup menurun hingga 85,92 Poin (1,41%) ke level 5.985,52. Adapun sebelumnya, indeks sempat anjlok hingga di bawah level 6.000 atau 2,88% di level terendah 5.892,64. Pelemahan indeks ini diiringi dengan tingginya jumlah net sell yang tercatat hingga Rp 1,11 triliun di akhir perdagangan.

Analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta menjelaskan, indeks melemah sejalan dengan berbagai sentimen negatif. Utamanya, kebijakan manajemen Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang akan mengurangi porsi investasi di saham dan reksadana.

Kemudian, adanya dampak dari Archegos Capital Management yang gagal memenuhi margin call turut memberikan sentimen negatif yang memberatkan kinerja IHSG.

“Selain itu, statement Sri Mulyani mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi Q1 yang masih minus (antara -1% hingga -0,1%) disikapi negatif pelaku pasar,” jelasnya kepada Investor Daily.

Hal yang senada juga diucapkan oleh analis PT Reliance Sekuritas Tbk (RELI) Lanjar Nafi Taulat mengatakan, secara psikologis kabar dari BP Jamsostek menyebabkan tekanan kepada IHSG secara psikologis. Lantaran, memicu kekhawatiran pada para pelaku pasar lainya.

“Karena institusi sekelas BPJS biasanya berinvestasi pada saham-saham blue chips. Meski demikian dari segi fundamental harusnya tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya.

Faktor penting lainya, Lanjar menambahkan, saat ini kepercayaan para investor akan iklim investasi di Indonesia juga menurun karena virus Covid-19 yang baru di beberapa negara benua Eropa dan Amerika Serikat. Berbanding terbalik dengan harapan dari para investor yang memproyeksikan iklim investasi akan membaik yang pulih di tahun 2021.

Kemudian, kenaikan imbal hasil obligasi AS juga turut memberikan tekanan terhadap indeks. Meningkatnya imbal hasil ini, menjadi indikasi bahwa pertumbuhan inflasi akan datang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan sektor industri.

“Inflasi yang tinggi dapat menjadi kendala bagi para pengusaha/emiten yang berencana melakukan ekspansi karena besarnya biaya pinjaman.” kata dia.

Pada kesempatan terpisah, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana berpendapat, bahwa secara teknikal IHSG masih rawan koreksi sejalan dengan banyak sentimen negatif di pasar. Koreksi yang terjadi Rabu memang cukup dalam dibandingkan dengan bursa global dan regional Asia khususnya.

“Meski demikian, IHSG masih berpeluang rebound ke 6.000 kembali, bahkan kami targetkan untuk penguatan bisa ke area 6.020-6.050. Kami masih memiliki skenario IHSG ke area 5870-5832 di mana pada area tersebut ada fibo cluster yang diperkirakan menjadi support cukup kuat,” jelas dia.

Untuk para investor, Herditya menyarankan, para investor untuk melakukan strategi trading dalam jangka pendek terlebih dahulu dengan memperhatikan level support yang ada. Lebih lanjut, saham-saham yang menarik untuk dicermati yakni GGRM dengan target harga 39.000, BBCA 33.000, ELSA 400, GJTL 950 dan AKRA 3450.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pengamat: Holding Tingkatkan Interlink Digital UMKM dan UMi

Pada masa pandemi masyarakat cenderung bertransaksi secara daring dan mengurangi interaksi secara langsung termasuk dalam kegiatan ekonomi.

EKONOMI | 20 September 2021

Jokowi Terbitkan Keppres Tim Gernas Bangga Buatan Indonesia

Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) 15/2021 tentang Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

EKONOMI | 20 September 2021

Fasilitas Hanggar dan Taxiway Bandara Salakanagara Mulai Dibangun

KEK Tanjung Lesung menggandeng Indonesia Flying Club (IFC) bangun fasilitas hanggar dan taxiway di bandara Salakanagara.

EKONOMI | 20 September 2021

WE+ Gandeng Posfin, Perluas Akses Klaim Asuransi

WE+ (WEPLUS) menggandeng PT Pos Finansial Indonesia (Posfin) untuk memperluas pasar serta memberi kemudahan dalam layanan klaim.

EKONOMI | 20 September 2021

Anak-Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan ke Mal, APPBI Siap Kawal Prokes

“Protokol kesehatan harus tetap diberlakukan secara ketat, disiplin dan konsisten,” tegas Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.

EKONOMI | 20 September 2021

10 Daerah di Luar Jawa-Bali Masih Jalankan PPKM Level 4

PPKM level 4 diterapkan di 10 kabupaten/kota karena terkait dengan aglomerasi, jumlah penduduk maupun tingkat vaksinasi yang masih di bawah 50%.

EKONOMI | 20 September 2021

Pasca-Merger, Penyesuaian SOP Pelindo Dilaksanakan Bertahap

"Standardisasi akan dilakukan bertahap, baik aspek komersial, operasional, maupun keuangan," terang Putut.

EKONOMI | 20 September 2021

Dukung PON XX, Grup Garuda Indonesia Tambah Frekuensi dari dan ke Papua

Garuda Indonesia akan meningkatkan kapasitas penerbangan dengan menambah frekuensi layanan penerbangan domestik dari dan menuju Papua.

EKONOMI | 20 September 2021

Indef: Food Estate Perlu Diperkuat Kolaborasi Stakeholder

Kebijakan ketahanan pangan seperti food estate sebaiknya juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, lingkungan dan kesehatan.

EKONOMI | 20 September 2021

Serapan KUR Pertanian Capai 78,23%

Dalam upaya menjaga ketersediaan pangan di tengah pandemi Covid-19, Kemtan telah menjalankan sejumlah strategi, salah satunya melalui KUR.

EKONOMI | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Proses Transisi Pandemi ke Endemi Covid-19, Tergantung Cakupan Vaksinasi

Proses Transisi Pandemi ke Endemi Covid-19, Tergantung Cakupan Vaksinasi

KESEHATAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings