Indonesia Berpotensi Kembangkan FABA Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia Berpotensi Kembangkan FABA Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi Tinggi

Jumat, 2 April 2021 | 10:35 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia berpotensi mengembangkan fly ash and bottom ash (FABA) bukan sebagai limbah beracun dan harus dibuang percuma, tetapi sebagai limbah non-B3 yang bisa dikembangkan menjadi komoditas lain bernilai ekonomi tinggi.

"Ini tantangan bagi putra bangsa, bagaimana mengembangkan FABA menjadi barang bernilai ekonomi tinggi," kata Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana pada webinar "Pemanfaatan FABA Sumber PLTU Untuk Kesejahteraan masyarakat" di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Dalam rilis yang diterima Jumat (2/4/2021) disebutkan FABA adalah abu atau sisa yang dihasilkan pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) atau industri dengan bahan bakar batu bara lainnya. Jumlah limbah ini cukup besar karena PT PLN masih mengandalkan sebagian besar sumber energi dari pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. "Butuh kepedulian dan teknologi tepat guna sekaligus peran serta para pemangku kepentingan baik pihak dunia usaha, akademisi bahkan para pegiat lingkungan di Indonesia," jelas Rida.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM pada tahun 2018, proyeksi kebutuhan batu bara hingga 2027 sebesar 162 juta ton. Prediksi potensi FABA yang dihasilkan sebesar 16,2 juta ton, dengan asumsi 10% dari pemakaian batu bara akan menjadi abu atau FABA.

Akademisi Teknik Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Suyud Warno Utomo mengatakan, FABA tidak termasuk kategori limbah beracun (B3). Dari hasil penelitian secara ilmiah, tidak ada dampak negatif atau senyawa kimia yang berbahaya dari penggunaan FABA di masyarakat. Sebalikya, FABA bisa digunakan sebagai bahan baku berbagai komoditas bahan bangunan.

Hal ini dilakukan Fakultas Teknik (FT) UI memberikan pendampingan UKMK PT Adil Makmur Sejahtera (AMS) daerah Tanjung Jati B, Jepara, Jateng yang memanfaatkan FABA menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi. "FABA bisa diolah menjadi aneka bahan bangunan, dan kebutuhan lain yang bernilai ekonomi," kata dia.

Pendapat sama disampaikan peneliti Balai Besar Keramik, Subari. "FABA bisa dimanfaatkan sebagai bahan keramik, beton, bahan bangunan, konblok dan lainnya. Selama ini, industri keramik di Indonesia sudah memanfaatkan FABA untuk berbagai produk bernilai ekonomi tinggi," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sejak Awal 2021, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 20,59 Triliun

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 143 seri dengan nilai Rp 4.155,60 triliun dan US$ 400,00 juta.

EKONOMI | 2 April 2021

Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar di BEI Menguap Rp 208 Triliun

Transaksi harian bursa turun 0,60% menjadi Rp 10,628 triliun dari Rp 10,692 triliun pada pekan sebelumnya.

EKONOMI | 2 April 2021

PLN Lanjutkan Diskon Tarif Listrik April-Juni, Simak Simulasinya

Penerima stimulus listrik yakni pelanggan rumah tangga dan bisnis kecil dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA.

EKONOMI | 2 April 2021

Dedy B Pramono Jadi Country Leader Baru Signify Indonesia

Pengangkatan Dedy bertujuan untuk lebih memanfaatkan teknologi Internet-of-Things (IoT) dan mempercepat adopsi pencahayaan terkoneksi oleh konsumen.

EKONOMI | 2 April 2021

Emas Menguat 1% karena Pelemahan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Exchange naik US$ 12,8 atau 0,75% menjadi US$ 1.728,4 per ons.

EKONOMI | 2 April 2021

Hadapi Era 5G, Mitratel Agresif Pacu Pertumbuhan

Ke depan Mitratel akan bertransformasi dari tower business menuju digital infrastructure company.

EKONOMI | 2 April 2021

OPEC+ Putuskan Kurangi Pembatasan Produksi Mulai Mei

Pada Mei, OPEC+ akan memangkas produksi 350.000 barel per hari dan 350.000 lainnya pada bulan Juni.

EKONOMI | 2 April 2021

S&P 500 Tembus 4.000 Pertama Kalinya Setelah Peluncuran Dana Infrastruktur Biden

S&P naik 1,2% ke rekor penutupan baru di 4.019,87.

EKONOMI | 2 April 2021

Bursa Eropa Ditutup Menguat Dipimpin Saham Teknologi

Pan-European Stoxx 600 ditutup naik 0,6%.

EKONOMI | 2 April 2021

Matrix NAP Info Luncurkan Fitur Baru untuk Jaminan Proteksi Layanan Pelanggan Rumahan

Dia yakin, dengan kerja sama antara Matrix NAP Info dan WE+, akan mampu menghadirkan suatu terobosan baru di tengah industri internet retail saat ini.

EKONOMI | 1 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS