Logo BeritaSatu

Penuhi Free Float, Maybank Indonesia Jual Saham di WOM Finance

Minggu, 4 April 2021 | 15:02 WIB
Oleh : Gita Rossiana / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) menjual 37 juta unit saham atau 1,06% dari total sahamnya di PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) atau WOM Finance. Penjualan saham ini untuk memenuhi aturan kepemilikan saham publik minimal 7,5% (free float).

Direktur WOM Finance Zacharia Susantadiredja menjelaskan, Maybank Indonesia menjual 37 juta sahamnya pada 24 Maret 2021. Harga pelaksanaan dari transaksi itu adalah Rp 254 sehingga dana yang diraih dari penjualan saham itu adalah 9,39 miliar.

"Tujuan dari transaksi adalah pemenuhan saham publik minimal 7,5%," ujar Zacharia dalam keterbukaan informasi akhir pekan lalu.

Dengan penjualan saham ini, kepemilikan saham Maybank Indonesia di WOM Finance berkurang menjadi 67,49%. Sementara PT Wahana Makmur Sejati bertahan di 25,01% dan kepemilikan saham publik bertambah menjadi 7,5%.

Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, saat ini sebanyak 13 emiten tengah menyiapkan aksi korporasi untuk memenuhi ketentuan free float minimal 7,5%. Dalam memenuhi aturan ini, emiten milik konglomerasi seperti Grup Sinarmas dan anak usaha BUMN cenderung memilih strategi menjual sebagian saham kepada mitra strategis.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, saat ini empat emiten telah memulai proses pelaksanan rangkaian tahapan tindakan pemenuhan ketentuan. Sementara, sembilan perusahaan dalam proses finalisasi rencana pemenuhan ketentuan.

“Pembinaan kepada emiten yang belum memenuhi ketentuan tersebut senantiasa BEI laksanakan, di antaranya dalam bentuk permintaan penjelasan, dengan pendapat, serta sosialisasi terkait alternatif tindakan korporasi yang dapat dilakukan emiten,” kata dia dalam keterangan resmi.

Menurut Nyoman, sosialisasi ini kemudian BEI lanjutnya dengan pendampingan dan konsultasi teknis, agar tindakan korporasi dapat dilakukan dengan lancar. Apabila emiten belum dapat memenuhi ketentuan hingga waktu yang ditetapkan, BEI mengenakan sanksi atas tidak terpenuhinya ketentuan tersebut dengan periode pemantauan setiap 3 bulanan.

BEI tidak menyebut detail para emiten beserta aksi korporasi yang akan dilakukan dalam rangka pemenuhan ketentuan free float. Namun, Investor Daily mencatat sejumlah emiten telah menyampaikan komitmen mereka. Sebagai contoh, Grup Sinarmas melalui Golden Energy and Resources Ltd (GEAR) bersiap menjual 4,5% saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) kepada Ascend Global Investment Fund SPC. Saat ini, free float Golden Energy hanya mencapai 3%.

Manajemen GEAR mengungkapkan, transaksi penjualan Golden Energy bertujuan untuk memenuhi ketentuan free float, sehingga saham Golden Energy bisa kembali aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seperti diketahui, saham Golden Energy telah disuspensi oleh BEI sejak 31 Januari 2018.

“Begitu suspensi saham diangkat, GEAR percaya bahwa nilai pasar objektif untuk saham Golden Energy bisa dibangun kembali, yang memungkinkan investor menilai Golden Energy dan GEAR,” jelas manajemen dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Singapura (SGX), baru-baru ini.

Penjualan saham kepada mitra strategis juga ditempuh oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI, anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Perusahaan asal Jepang, Taiheiyo Cement Corp akan mengakuisisi 15% saham SBI dengan komitmen investasi US$ 220 juta.

SBI bersiap meminta izin pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Maret. Jika disetujui, perseroan akan menerbitan saham baru melalui mekanisme rights issue. Saat ini, kepemilikan publik atas saham emiten semen tersebut baru 1,69%.

Kelompok BUMN lain seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga merancang aksi rights issue. Sebelumnya, Wakil BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, nilai rights issue BRIS ditargetkan sekitar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun. Saham BRIS yang dimiliki publik sebelumnya menciut pasca merger bank syariah BUMN.

Emiten-emiten lain seperti PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN), PT Bank Permata Tbk (BNLI) dan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) sempat menyampaikan komitmen pemenuhan free float, namun saat ini belum diketahui pasti rinican mekanismenya. Saat ini, kepemilikan publik pada masing-masing emiten tercatat 2,99%, 1,29%, dan 1,59%.

Seperti diketahui, free float Bank Permata yang mengecil menjadi 1,29% merupakan efek dari pelaksanaan mandatory tender offer (MTO) oleh Bangkok Bank Plc pada Oktober 2020. Ketika itu, MTO dilakukan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali baru, setelah mengakuisisi Bank Permata dari PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered pada Mei 2020. Adapun Bangkok Bank memiliki kewajiban divestasi saham Bank Permata minimal setara persentase saham yang diperoleh dari penawaran tender wajib dalam dua tahun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pertumbuhan Kredit Topang Kenaikan Laba Bank Ina 128%

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) membukukan laba bersih sebesar Rp 52,907 miliar sepanjang semester I 2022, atau melonjak 128%.

EKONOMI | 27 September 2022

Terapkan Teknologi AI, Sicepat Ekspres Diapresiasi

Penerapan teknologi IVR dan AI pada sistem contact center membawa perusahaan ekspedisi SiCepat Ekspres meraih The Best Technology Innovation.

EKONOMI | 27 September 2022

S&P 500 Catat Level Terendah di 2022, Bursa AS Terkapar

S&P 500 mencatat penutupan terendah baru untuk 2022 dan Dow Jones Industrial Average tergelincir ke pasar bearish (pelemahan).

EKONOMI | 27 September 2022

Khofifah Tegaskan Pentingnya Satu Data Pembangunan

Menurut Khofifah, dengan adanya satu data, maka pengambilan kebijakan pembangunan di Jawa Timur lebih tepat sasaran.

EKONOMI | 27 September 2022

Bursa Eropa Turun, Sterling ke Level Terendah Bersejarah

Pan-European Stoxx 600 di bursa Eropa turun 0,4%, setelah sebelumnya jatuh lebih dari 0,8%.

EKONOMI | 27 September 2022

Hingga Agustus, Belanja Kompensasi dan Subsidi Rp 244,6 T

Kemenkeu mengungkapkan realisasi belanja kompensasi dan subsidi hingga akhir Agustus 2022 mencapai Rp 244,6 triliun.

EKONOMI | 27 September 2022

Harga Right Issue Garuda Indonesia Rp 50-Rp 150 Per Saham

Garuda Indonesia siap melepas sebanyak 225 miliar saham baru atau setara 871,44% dengan harga pelaksanaan antara Rp 50-Rp 150 per saham.

EKONOMI | 27 September 2022

Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Kompor Listrik Induksi

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah memasifkan uji coba kompor listrik.

EKONOMI | 26 September 2022

Karabha Digdaya Komitmen Fasilitasi Kemajuan Pelaku UMKM

PT Karabha Digdaya bersama-sama stakeholders meresmikan gerai UMKM di wilayah Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

EKONOMI | 26 September 2022

Green Pramuka City Optimistis Pemerintah Mampu Atasi Pandemi

Green Pramuka City turut merasakan pandemi Covid-19 telah membentuk suatu ketidakpastian dan mendorong turunnya indeks demand properti.

EKONOMI | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hari Ini 34 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet

Hari Ini 34 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings