Ketertarikan Masyarakat terhadap Pendidikan Vokasi dan SMK Cukup Tinggi
Logo BeritaSatu

Ketertarikan Masyarakat terhadap Pendidikan Vokasi dan SMK Cukup Tinggi

Rabu, 7 April 2021 | 13:04 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Dunia pendidikan terus mengalami evolusi seiring tuntutan perkembangan zaman. Saat ini, pendidikan di Indonesia telah diarahkan untuk mampu mencetak lulusan berkualitas. Salah satunya, melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun pendidikan tinggi vokasi, yang terus menjadi pilihan masyarakan.

Melihat hal tersebut, MarkPlus, Inc. mengadakan riset bertajuk Survei Ketertarikan Masyarakat terhadap Pendidikan Vokasi. Tujuan riset ini terbagi menjadi dua, yakni mengetahui ketertarikan calon peserta didik/orangtua terhadap pendidikan SMK dan pendidikan tinggi vokasi.

Dari sisi awareness, 92,3% responden mengetahui informasi seputar SMK, sedangkan 70,6% responden mengetahui informasi mengenai pendidikan tinggi vokasi. Dari hasil survei, tingkat pengetahuan sejumlah responden terhadap pendidikan tinggi vokasi masih berada di bawah SMK. "Namun, mayoritas responden mengaku aware dengan pendidikan SMK dan pendidikan tinggi vokasi, dimana sumber informasi terbesar adalah melalui teman,” ujar Deputy Chairman MarkPlus, Inc Taufik, dalam press conference yang digelar secara virtual, seperti dikutip Rabu (7/4/2021).

Dia menerangkan, terdapat enam hal yang digali dalam riset ini, seperti awareness responden terhadap pendidikan tinggi vokasi maupun SMK, sumber informasi, persepsi peserta terhadap pendidikan tingggi vokasi dan SMK, alasan ketertarikan, hingga keinginan rekomendasi.

Jika dilihat dari tingkat ketertarikan masyarakat, mayoritas responden tertarik untuk melanjutkan pendidikan ke SMK (82,05%) dan pendidikan tinggi vokasi (78,6%). Faktor ketertarikan terbesar terhadap SMK dipengaruhi oleh prospek kerja yang dinilai bagus (57,8%) dan pilihan jurusan yang banyak (51,95%). Sementara itu, faktor ketertarikan terbesar terhadap pendidikan tinggi vokasi dipengaruhi prospek kerja yang bagus (68,7%), studi yang singkat (46,1%), dan dinilai dapat langsung bekerja setelah lulus (41,7%).

Ketertarikan responden terhadap pendidikan SMK dan pendidikan tinggi vokasi juga dipengaruhi oleh cita-cita responden yang mayoritas menjadi pengusaha (20,2%). Selain itu, ingin bekerja di bidang desainer fashion dan desain grafis, di mana kedua pekerjaan tersebut dapat ditunjang pada jurusan yang ada di pendidikan SMK maupun pendidikan tinggi vokasi.

Di sisi lain, responden dengan kategori orangtua siswa SMK, ingin agar anaknya dapat melanjutkan pendidikan ke pendidikan tinggi pada fakultas vokasi dengan pertimbangan prospek ke depan (37,9%). Berbeda dengan responden dari kategori orangtua siswa SMA, yang ingin agar anaknya memilih pendidikan tinggi fakultas non-vokasi dengan pertimbangan kualitas dan reputasi dari instansi (41,3%).

“Jika dilihat dari responden siswa SMA dan SMK, kedua kategori ini lebih memilih universitas negeri dengan fakultas non-vokasi. Alasannya adalah kualitas dan reputasi dengan angka 36,6% untuk responden siswa SMK dan 40,4% untuk responden siswa SMA,” lanjut Taufik.

Menurut Founder dan Chairman MarkPlus, Inc Hermawan Kartajaya, dari hasil survei tersebut diperlukan adanya peningkatan awareness terhadap pendidikan vokasi untuk dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat. “Setelah awareness dari pendidikan vokasi meningkat, bisa dilanjutkan untuk melakukan komunikasi terhadap kualitas dari SMK dan pendidikan tinggi vokasi, dan akhirnya melakukan pendekatan entrepreneurial marketing untuk pendidikan vokasi, khususnya kepada siswa SMK dan mahasiswa D3,” ujar Hermawan.

Survei kali ini tidak hanya melibatkan para siswa, tetapi orangtua untuk melihat persepsi mereka terhadap jenjang pendidikan.
Keseluruhan responden berjumlah 890 orang, di mana dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori pendidikan SMK dan pendidikan tinggi vokasi. Untuk kategori pendidikan SMK terdapat 390 responden yang terdiri dari peserta didik SMP, orang tua SMP dan orang tua SD. Sementara kategori Pendidikan SMA berjumlah 500 responden yang terdiri dari peserta didik SMK, peserta didik SMA, orang tua SMK, dan orang tua SMA.

Riset ini dilakukan di 10 wilayah di Indonesia dengan mempertimbangkan jumlah siswa-siswa terbanyak, persebaran wilayah responden, pemilihan kota/titik utama, juga komposisi siswa SMK. Kesepuluh wilayah tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Bali, dan Sulawesi Utara.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini 5 Saham Top Gainers Sesi I

RODA melonjak 34,55%, ZYRX naik 24,77%, DMMX menguat 11,73%, LPPF terangkat 11,23% dan BACA meningkat 7,11%.

EKONOMI | 7 April 2021

Jokowi Instruksikan Seluruh Elemen Pemerintahan Dukung BPJamsostek

Jokowi menginstruksikan seluruh elemen pemerintahan mengambil langkah yang diperlukan sesuai tugas dan wewenang masing-masing untuk mendukung BPJamsostek.

EKONOMI | 7 April 2021

Sandiaga Uno: Bangsa Maju kalau Kaum Milenial Tidak Mager

“Bangsa ini maju kalau kaum muda, milenial, tidak mager, tidak autorebahan, justru menjadi agen perubahan,” ujar Sandiaga.

EKONOMI | 7 April 2021

Perkuat Kerja Sama Bilateral, Tiga Menteri RI Kunjungi Tiongkok

Pada Januari 2021, sebagai hasil kunjungan kerja Menlu RRT Wang Yi ke Indonesia, RI-Tiongkok telah menandatangani Nota Kesepahaman "Two Countries Twin Parks".

EKONOMI | 7 April 2021

Sesi I, IHSG Tertahan di Kisaran 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) datar di kisaran 6.003,3 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (7/4/2021).

EKONOMI | 7 April 2021

Bantuan KUR, Pemerintah Harus Berani Longgarkan Kebijakan CAR

Pemerintah juga perlu menyiapkan jaminan asuransi kepada KUR sebesar 1% dari total pinjaman yang diterima oleh masyarakat.

EKONOMI | 7 April 2021

Platform Rantai Link, Mengelola Bisnis Berbasis Smart ERP

Sistem berbasis ERP, Rantai menciptakan proses menghubungkan supplier dengan distributor, distributor dengan toko dan toko dengan konsumen.

EKONOMI | 7 April 2021

Maret, Cadangan Devisa Turun Jadi US$ 137,1 Miliar

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2021 tercatat sebesar US$ 137,1 miliar, turun dari US$ 138,8 miliar Februari.

EKONOMI | 7 April 2021

JGC Luncurkan Cluster La Seine Precast

Cluster La Seine Precast dipasarkan dengan jumlah unit sangat terbatas, yakni hanya 20 unit saja.

EKONOMI | 7 April 2021

Harga Emas Antam Naik ke Rp 924.000 Per Gram

Harga emas Antam pada perdagangan Rabu (7/4/2021) mencapai Rp 924.000 per gram, naik Rp 4.000 dari perdagangan sebelumnya.

EKONOMI | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS