Pelaku Usaha Diimbau Cerdas Jaga Merek dengan Konsep Dilusi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pelaku Usaha Diimbau Cerdas Jaga Merek dengan Konsep Dilusi

Rabu, 7 April 2021 | 20:14 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Perkembangan bisnis yang pesat mendorong pelaku usaha untuk memiliki merek dagang yang dikenal baik konsumen. Sebab, reputasi positif yang melekat pada merek terkenal pasti menjadi tolak ukur keberlanjutan bisnis ke depan. Reputasi itu bisa berupa kualitas, keunikan, atau keunggulan teknis yang membedakan suatu merek terkenal dengan merek-merek lain. Tak heran jika merek terkenal dapat menjadi kekayaan komersial yang berharga dan disebut sebagai harta tidak berwujud (intangible assets) bagi suatu perusahaan.

Executive Director Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) Justisiari P. Kusumah menilai, konsep dilusi merek tidak dapat serta merta diterapkan untuk merek sekunder (secondary brand). Merek sekunder ini biasanya dikenal sebagai nama varian (variant name) atau merek dagang yang merupakan suatu kalimat atau istilah yang deskriptif dan bukan merupakan elemen utama dari kesatuan merek tersebut. "Tujuannya untuk menjelaskan fungsi produk, kalimat/istilah deskriptif mengandung kata-kata yang umum digunakan sehari-hari (generic words) oleh konsumen dan pelaku usaha," kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (7/4/2021).

Meskipun tidak ada regulasi khusus tentang dilusi merek, sebenarnya Undang-Undang No 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU Merek) sudah mengatur penggunaan istilah generik dan kalimat deskriptif dalam merek dagang terdaftar. Berdasarkan ketentuan tersebut, menurut Justisiari, suatu nama atau merek produk atau jasa yang mengandung suatu kata generik yang sama hanya dapat dilindungi jika secara keseluruhan nama produk atau merek tersebut memiliki unsur esensial yang telah memiliki daya pembeda terkait dengan produk tersebut.

Contohnya, suatu ilustrasi kasus terkait penggunaan nama “ABC TOP QUALITY” dan “AMANI QUALITY” sebagai suatu merek produk sepatu yang dimiliki oleh dua pihak berbeda. Justisiari menjelaskan, kalimat QUALITY dalam Bahasa Inggris bermakna “KUALITAS”, yaitu suatu kata yang sangat deskriptif (merupakan suatu penjelasan dari produk) dan sudah umum, sehingga tidak dapat dimonopoli oleh pihak mana pun.

“Selain itu, kata “QUALITY” bukan merek utama (main brand) dari kedua produk itu, melainkan hanya merek sekunderatau kata tambahan yang tidak dominan. Sehingga salah satu pihak pemilik merek di atas tidak seharusnya menggugat pihak lainnya dengan menerapkan konsep trademark dilution, dengan alasan penggunaan kata QUALITY dinilai telah mengecoh konsumen dan mengurangi keunikan dan menyebabkan kerugian bagi si penggugat,” jelasnya

Pendapat serupa disampaikan Guru Besar Hukum Universitas Airlangga, Surabaya, Rahmi Jened yang menjelaskan bawah setiap klaim atas generic term (istilah generik) untuk memperoleh hak eksklusif merek harus ditolak, karena pengaruhnya akan memberikan hak monopoli tidak hanya pada tanda yang digunakan sebagai merek, tetapi juga pada produk. Hal ini membuat tidak berdaya pesaing untuk dapat secara efektif memberi nama kepada produk yang diusahakan untuk dijualnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Diversifikasi Energi Perlu Diprioritaskan Antisipasi Membengkaknya Subsidi LPG

Besarnya angka subsidi LPG tersebut seharusnya bisa digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur gas bumi.

EKONOMI | 7 April 2021

Bursa Segera Terbitkan Indeks Saham Syariah BUMN

BEI berencana menerbitkan indeks saham syariah baru dalam waktu dekat.

EKONOMI | 7 April 2021

Airlangga: Pembayaran THR Pekerja Tambah Dana di Pasar Rp 215 Triliun

Momentum positif penanganan pandemi Covid-19 harus tetap terjaga yang diikuti keseimbangan pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 7 April 2021

Kemperin Dorong Peningkatan Kolaborasi IKM dan Startup Teknologi

Kemperin memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan perusahaan startup teknologi.

EKONOMI | 7 April 2021

Riset Colliers: Pengembang dan Konsumen Mulai Percaya Diri

Kebijakan insentif PPN dan program vaksinasi mendorong kepercayaan diri pengembang dan konsumen properti.

EKONOMI | 7 April 2021

KSK Insurance Targetkan Pertumbuhan Premi 30%

KSK Indonesia pada 2020 membukukan pertumbuhan premi bruto sebesar 18% dibandingkan kinerja perseroan pada tahun 2019.

EKONOMI | 7 April 2021

Sejumlah Industri Mamin Kesulitan Pasokan Gula Rafinasi

Industri mamin di Jawa Timur sudah lama mendapat jaminan pasokan gula rafinasi dari perusahaan industri yang lokasinya berada di Jawa Timur.

EKONOMI | 7 April 2021

Adhi City Sentul Mulai Pembangunan Klaster Pertama Bhumi Anvaya

Adhi City Sentul diproyeksikan sebagai kawasan mixed-use township yang mengadaptasi konsep transit oriented development (TOD) di atas lahan seluas 150 hektare.

EKONOMI | 7 April 2021

Pastikan Lokasi Istana Negara, Suharso Kunjungi Ibu Kota Baru Pekan Depan

Titik nol telah ditentukan di masterplan, namun Suharso perlu meninjau secara langsung.

EKONOMI | 7 April 2021

Erajaya Raup Laba Lebih dari 2 Kali Lipat Selama Masa Pandemi

ERAA berhasil menjaga bahkan mencatatkan pencapaian kinerja yang sangat memuaskan dengan pertumbuhan laba untuk entitas induk sebesar 107,4%YoY.

EKONOMI | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS