Moeldoko Optimistis Indonesia Bisa Jadi Negara Maju 2045
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Moeldoko Optimistis Indonesia Bisa Jadi Negara Maju 2045

Kamis, 8 April 2021 | 10:34 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia mempunyai cita-cita untuk menjadi negara maju di tahun 2045. Terutama dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2045 dengan pendapatan per kapita lebih dari US$ 23.000 dari posisi tahun 2020 sebesar US$ 3.912. “Untuk mencapai target itu, diperlukan pertumbuhan ekonomi yang konsisten antara 5,7% sampai 6,2% per tahun,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menjadi pembicara Pelatihan Kepemimpinan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) secara daring dari Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Pada pelatihan yang mengusung tema “Potret Kepemimpinan Masa Depan Menyongsong Tahun 2045” ini, Moeldoko yang didampingi Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Panutan S. Sulendrakusuma dan para Tenaga Ahli Kedeputian III KSP menyebut, upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk menuju 2045 harus mulai dari sekarang. Karena jika tidak, maka target tersebut akan sulit dicapai dan Indonesia akan terjebak dalam middle income trap, menjadi negara berpendapatan menengah, tetapi tidak kunjung beranjak menjadi negara maju. “Hal itu telah dialami oleh beberapa negara. Kita tidak ingin seperti itu. Ditargetkan pada tahun 2036 kita akan keluar dari middle income trap dengan pendapatan per kapita lebih dari US$ 12.000,” jelas Moeldoko.

Moeldoko menyadari, untuk mewujudkan mimpi atau cita-cita tersebut tentu tidak mudah karena selalu ada hambatan dan tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah pandemi Covid-19. Moeldoko menerangkan, Covid-19 telah membawa Indonesia dan semua negara di dunia ke dalam situasi krisis dengan skala yang tidak pernah dialami sebelumnya, sehingga Covid muncul sebagai game changer saat ini.

Dia pun menilai, tidak ada resep yang berlaku umum di semua negara untuk keluar dari krisis akibat dampak pandemi Covid-19. Namun Pemerintah telah berupaya melakukan yang terbaik, sambil melihat potensi yang ada serta membenahi kekurangan-kekurangan yang sifatnya spesifik di Indonesia. “Dengan demikian, diharapkan kita tidak hanya mampu keluar dari krisis, tetapi sekaligus menggunakan momentum ini untuk melakukan perubahan-perubahan mendasar menuju Indonesia yang lebih baik,” terang Moeldoko.

Guna mendorong pemulihan ekonomi, sejak tahun lalu pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencakup upaya pemulihan kesehatan dan juga pemulihan ekonomi dengan memberikan insentif baik di sisi permintaan maupun di sisi penawaran. Untuk tahun 2020, anggaran PEN adalah sebesar Rp 695 triliun. Sementara pada tahun 2021, alokasi anggaran PEN mencapai Rp 699,4 triliun.

“Angka ini dinamis, dalam arti masih bisa berubah sesuai perkembangan dan kebutuhan, untuk program PEN 2021 yang meliputi lima klaster yaitu Kesehatan, Perlindungan Sosial, Dukungan UMKM dan Korporasi, Insentif Usaha, dan Program Prioritas,” imbuh Moeldoko.

Moeldoko juga menegaskan, untuk mampu keluar dari krisis, dan sekaligus menjaga agar negara kita tetap berada di jalur yang benar untuk mewjudkan Visi Indonesia Maju 2045, diperlukan koordinasi yang baik dari setiap instansi dan lembaga terkait untuk bersama-sama mengatasi pandemi dan sekaligus memulihkan perekonomian. Maka, diperlukan kepemimpinan yang kuat, tegas, berani mengambil keputusan, serta mau mendengar, yang didukung analisis memadai dari bawahan, dari akademisi, praktisi dan komponen masyarakat lainnya.

“Terutama bagi mahasisw. Karena masa depan ada di tangan kalian. Siapkanlah diri sebaik-baiknya melalui berbagai kegiatan untuk mengisi proses leadership sehingga bisa memahami situasi, termasuk melakukan asesmen terhadap faktor-faktor internal maupun eksternal,” imbuh Moeldoko.

Satu hal lain yang sangat penting, Moeldoko menekankan pentingnya perhatian terhadap potensi ancaman ideologi. Menurut Moeldoko, ancaman tersebut nyata, dan dapat mengancam keutuhan negara dan stabilitas sosial-politik. Karena tanpa stabilitas sosial-politik, proses pembangunan tidak bisa berjalan dengan baik.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kuartal I 2021 Penjualan LPKR Melesat 86% Mencapai Rp 1,31 Triliun

Penjualan pada kuartal I 2021 didorong oleh klaster perumahan tapak segmen kelas menengah yang mewakili 63% dari total penjualan.

EKONOMI | 8 April 2021

Tahun Ini, Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif

Pengusaha juga tetap konsisten mendukung pemerintah untuk memulihkan ekonomi.

EKONOMI | 8 April 2021

PTPP Optimistis Kinerja Bisnis 2021 Semakin Baik

Yuyus menegaskan, PTPP telah memiliki berbagai strategi yang dituangkan dalam Business Continues Plan (BCP) untuk tumbuh berkelanjutan.

EKONOMI | 8 April 2021

Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp 922.000 Per Gram

Harga emas Antam pada perdagangan Kamis (8/4/2021) mencapai Rp 922.000 per gram, turun Rp 2.000 dari perdagangan sebelumnya.

EKONOMI | 8 April 2021

Kurs Rupiah Melemah 45 Poin ke Rp 14.535 Pagi Ini

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Kamis (7/4/2021), melemah ke kisaran Rp 14.535.

EKONOMI | 8 April 2021

Fokus Pasar: Rupiah Terdepresiasi Seiring Penurunan Cadangan Devisa

Depresiasi rupiah sepanjang bulan Maret sebesar 1,54% dari Rp 14.225 menjadi Rp 14.443.

EKONOMI | 8 April 2021

IHSG Lanjutkan Tren Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,27% ke 6.052,91 pada awal perdagangan hari ini, Kamis (8/4/2021).

EKONOMI | 8 April 2021

IHSG Diprediksi Menguat, Investor Perlu Lirik Saham Ini

Hari ini indeks diperkirakan cenderung menguat selama tidak terkoreksi ke bawah 5.892.

EKONOMI | 8 April 2021

Minim Sentimen, Bursa Asia Dibuka Mixed

Indeks Nikkei 225 Tokyo turun 0,3%, Indeks Komposit Shanghai turun 0,26%, Hang Seng Hong Kong naik 0,36%, S&P/ASX 200 Australia naik 1,08%, Kospi naik 0,04%.

EKONOMI | 8 April 2021

Mayoritas Bursa Eropa Ditutup di Zona Merah

Indeks Stoxx600 turun 0,22%, DAX Jerman turun 0,24%, FTSE naik 0,91%, CAC Prancis turun 0,01%, FTSE MIB Italia turun 0,08%.

EKONOMI | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS