BRI Agro Catat Kinerja Positif di Tahun 2020
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BRI Agro Catat Kinerja Positif di Tahun 2020

Kamis, 8 April 2021 | 10:58 WIB
Oleh : JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Meski di tengah pandemi Covid-19, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) berhasil mencatatkan kinerja positif di tahun 2020.

Menurut Direktur Bisnis BRI Agro Sigit Murtiyoso, BRI Agro mencatat pertumbuhan total aset sebesar 3,50% (yoy) dari Rp 27.7 triliun pada 2019 menjadi Rp28.02 triliun pada 2020.

"Penyaluran kredit tetap tumbuh sebesar 0,65% (yoy) dari Rp 19.37 triliun pada 2019 menjadi Rp19.49 triliun pada 2020. Kondisi global dan domestik yang terdampak oleh pandemi Covid-19 adalah salah satu penyebab rendahnya pertumbuhan kredit perseroan. Meskipun demikian, perseroan masih berkomitmen untuk memenuhi target kinerja yang ditetapkan,” ungkap Sigit, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2021).

Sigit menjelaskan, penyaluran kredit konsumer melalui aplikasi pinjaman bank berbasis digital Pinjam Tenang (PINANG) juga sudah mulai memperlihatkan hasil. Di tahun 2020, total disbursement PINANG mencapai Rp 70,6 miliar dan sudah melayani debitur lebih dari 18.000 debitur.

Sementara itu, kinerja dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 8,75% (yoy) dari Rp 21.14 triliun pada 2019 menjadi Rp 22.99 triliun pada 2020. Pertumbuhan ini cukup baik dibandingkan dengan pertumbuhan BUKU II sebesar 4,47% (yoy) pada Desember 2020.

Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan giro dan tabungan sehingga terjadi perbaikan CASA menjadi 23,85% dari sebelumnya sebesar 14,31% pada 2019.

"Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam menurunkan Cost of Fund (COF) yang mencapai 5,97% pada 2020 dari sebelumnya sebesar 7,02% pada 2019,”ujar Sigit.

Di tahun 2020, BRI Agro mencatat rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 4,97% yang menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya NPL Gross sebesar 7,66% pada 2019. NPL net di tahun 2020 sebesar 2,73 dibandingkan dengan NPL net 2019 sebesar 4,86%.

Perseroan berhasil menurunkan NPL dengan melakukan restrukturisasi dan membentuk pencadangan yang cukup solid dengan rasio NPL coverage mendekati 103,96% pada tahun 2020 dari tahun 2019 yang berada di level 56,24%. BRI Agro juga aktif memberikan pendampingan terhadap debitur yang mengalami tekanan, khususnya di segmen agribisnis, dengan aktif melakukan lelang dan mencari investor baru untuk aset-aset yang diagunkan.

“Berdasarkan kondisi tersebut di atas, perseroan masih mampu mencetak perolehan laba bersih dari sebesar Rp31,26 miliar pada tahun 2020," lanjut Sigit.

BRI Agro Catat Kinerja Positif di Tahun 2020

Transformasi Digital

Tak hanya itu, BRI Agro saat ini sedang fokus melakukan transformasi digital untuk menghadapi era digitalisasi.

“Untuk memperkuat positioning perseroan sebagai digital attacker dalam BRI Group, selain mengembangkan PINANG yang berupa produk digital loan, perseroan juga melakukan transformasi digital untuk dapat memperluas pasar di ekosistem digital. Upaya tersebut dilakukan melalui partnership atau kolaborasi dengan sejumlah perusahaan fintech," kata Sigit.

Kolaborasi ini juga memberi kesempatan bagi BRI Agro untuk membuka peluang bisnis selagi mempersiapkan model bisnis baru.

"Pada tahun 2021, bisnis digital bank ini akan mulai dikembangkan dengan pengembangan infrastruktur, serta produk yang sesuai dengan layanan,” tutup Sigit.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menaker: 17 BLK Siap Lakukan Pelatihan Kerja untuk Para Santri

Sebanyak 17 BLK dan BBLK akan segera melakukan pelatihan kerja untuk para santri di seluruh penjuru Nusantara.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Kemendag Lepas Ekspor Kopi Gayo ke Inggris

Kemendag dan PT Astra International Tbk melakukan pelepasan ekspor satu kontainer kopi Aceh Gayo Arabica ke Inggris.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Cegah Spekulasi, Tiongkok Perluas Pajak Properti

Pemerintah Tiongkok akan memperluas reformasi pajak properti.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Erick Beri Sinyal Kembali Rampingkan BUMN

Erick Thohir mengatakan tidak menutup kemungkinan bakal kembali merampingkan BUMN yang saat ini sudah berjumlah 41 perusahaan dari sebelumnya 108.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Kementerian PUPR Targetkan Pengelolaan Tol Berkelanjutan Tercapai 2024

Setiap tahunnya Kementerian PUPR melakukan penilaian jalan tol berkelanjutan sebagai upaya untuk transformasi, inovasi dan modernisasi jalan tol.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

G-7 Capai Terobosan Aturan Perdagangan dan Data Digital

G-7 menyetujui prinsip-prinsip untuk mengatur penggunaan data lintas batas dan perdagangan digital.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Airlangga: Penerapan Konsep Pentahelix Dorong Peningkatan Kualitas SDM

Akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM memerlukan koordinasi dan sinergi menggunakan konsep pentahelix.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Ini Strategi Kemenperin Akselerasi Making Indonesia 4.0

Kementerian Perindustrian juga memiliki Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Di Dubai Expo, Menperin Ajak Investor Investasi di Industri Halal Indonesia

Market size ekonomi syariah di industri halal mencapai US$ 2,2 triliun pada 2019 untuk kebutuhan makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata.

EKONOMI | 24 Oktober 2021



TAG POPULER

# Luksemburg


# Taliban


# Denmark Terbuka


# Inter vs Juventus


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu



TERKINI
Jepang Borong 3 Gelar di Denmark Terbuka

Jepang Borong 3 Gelar di Denmark Terbuka

OLAHRAGA | 5 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings