NCSR Indonesia: Adopsi Prinsip Sustainability ke Dalam Aktivitas Bisnis Perusahaan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

NCSR Indonesia: Adopsi Prinsip Sustainability ke Dalam Aktivitas Bisnis Perusahaan

Kamis, 8 April 2021 | 13:00 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan-perusahaan di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia saat ini tengah “dikepung” untuk segera mengadopsi dan mengimplementasikan prinsip-prinsip sustainability atau keberlanjutan ke dalam aktivitas operasional dan proses pengambilan keputusan bisnis mereka.

Sustainability kini menjadi sebuah urgency dan komitmen global untuk memastikan kelangsungan hidup dan kualitas hidup saat ini dan pada masa depan,” kata Collaborative Partner for Sustainability Strategy, Reporting and Assurance pada National Center for Sustainability Reporting (NCSR) Indonesia, Stella Septania saat menjadi pembicara pada webinar bertajuk Action, Advocacy, and Trust: Strategies for Communicating Sustainability di Jakarta.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, Kamis (8/4/2021) para peserta seminar terdiri atas kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Universitas Gajah Mada.

Webinar digelar sebagai salah satu rangkaian PR Vaganza Pekan Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia, pada 5-8 April 2021.

Stella menjelaskan. pemahaman dan harapan dari pemangku kepentingan yang sudah sangat berbeda turut mendorong komunitas bisnis ke arah sustainability.

“Mungkin 15 tahun yang lalu adopsi dan implementasi sustainability oleh perusahaan masih dianggap sebagai sesuatu yang nice-to-have. Sekarang ini, sustainability sudah menjadi sesuatu yang have-to-be-done, karena makin banyak kelompok pemangku kepentingan dan makin besar tekanan dari mereka yang meminta sustainability diintegrasikan ke dalam proses bisnis, aktivitas, dan pengambilan keputusan oleh komunitas bisnis,” kata praktisi yang sudah berkecimpung selama lebih dari 14 tahun di bidang sustainability itu.

Sebelumnya, adopsi dan implementasi sustainability oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia masih terbatas di beberapa sektor dan oleh perusahaan-perusahaan yang secara regulasi memang diharuskan atau yang diminta oleh pelanggan, principal, dan pemegang sahamnya.

“Sekarang, perusahaan-perusahaan sudah dikepung dari berbagai sisi. Ada peer pressure dari publik, media, dan LSM. Ada financial pressure dari investor dan kreditor, dan ada regulatory pressure dari regulator dan pemerintah. Semuanya mendorong kolaborasi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs),” jelasnya

Proses Bisnis
Menurut Stella, saat ini merupakan keharusan sustainability diintegrasikan ke dalam proses bisnis dan operasional sehari hari jika perusahaan tidak ingin tertinggal dan ditinggal oleh pemangku kepentingannya.

Sebagai informasi, pada 2016 Indonesia bersama dengan 171 negara-negara di dunia menandatangani Kesepakatan Paris (Paris Agreement) tentang perubahan iklim di Markas Besar Persatuan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat.

Kemudian 2017, Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagai wujud dari komitmen Indonesia agar pelaksanaan dan pencapaian SDGs secara partisipatif dan melibatkan seluruh pihak.

Di tahun yang sama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Peraturan OJK nomor 51 Tahun 2017 tentang Sustainable Finance yang mewajibkan seluruh lembaga jasa keuangan dan emiten di Indonesia untuk memiliki rencana aksi keuangan berkelanjutan dan menerbitkan sustainability report agar kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungannya dapat dimonitor secara transparan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IHSG Sesi Siang Naik, Ini Daftar Saham Top Gainers

Level tertinggi indeks pada level 6.062,37, sedangkan terendah 6.030,28.

EKONOMI | 8 April 2021

Risiko Investasi Tidak Boleh Dianggap Kerugian Negara

Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi kasus yang tengah membelit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) atau BP Jamsostek.

EKONOMI | 8 April 2021

SKK Migas dan KKKS Sepakat Tambah Produksi Minyak 3.500 BOPD

SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan menambah produksi minyak rerata tahunan sebesar 3.500 BOPD.

EKONOMI | 8 April 2021

Pandemi Covid-19, Permintaan Kemasan Eksklusif Hardbox Meningkat

Permintaan terhadap kemasan hardbox (Rigid) Eksklusif meningkat secara tajam selama masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 8 April 2021

IHSG Menguat di Tengah Aksi Jual Investor Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,29% ke 6.054,17 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (8/4/2021).

EKONOMI | 8 April 2021

Ini Empat Kategori Jualan yang Bakal Ramai di Bulan Ramadan

Jualan online yang akan ramai di bulan Ramadan adalah fashion Muslim, elektronik seperti handphone, kebutuhan rumah tangga dan kue Lebaran.

EKONOMI | 8 April 2021

BRI Agro Catat Kinerja Positif di Tahun 2020

BRI Agro mencetak perolehan laba bersih dari sebesar Rp 31,26 miliar di tahun 2020.

EKONOMI | 8 April 2021

Moeldoko Optimistis Indonesia Bisa Jadi Negara Maju 2045

Guna mencapai target itu, diperlukan pertumbuhan ekonomi yang konsisten antara 5,7% sampai 6,2% per tahun.

EKONOMI | 8 April 2021

Kuartal I 2021 Penjualan LPKR Melesat 86% Mencapai Rp 1,31 Triliun

Penjualan pada kuartal I 2021 didorong oleh klaster perumahan tapak segmen kelas menengah yang mewakili 63% dari total penjualan.

EKONOMI | 8 April 2021

Tahun Ini, Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif

Pengusaha juga tetap konsisten mendukung pemerintah untuk memulihkan ekonomi.

EKONOMI | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS