Tingkatkan Penerapan GCG, Bank Banten Implementasikan PSAK 71
Logo BeritaSatu

Tingkatkan Penerapan GCG, Bank Banten Implementasikan PSAK 71

Kamis, 8 April 2021 | 14:20 WIB
Oleh : JNS

Serang, Beritasatu.com - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) mengimplementasikan Penerapan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 71 tentang Instrumen Keuangan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK).

Hal ini dilakukan guna meningkatkan kualitas penerapan good corporate governance (GCG) dan manajemen risiko.

“Implementasi PSAK 71 merupakan wujud nyata keseriusan kami dalam meningkatkan penerapan tata kelola dan memastikan bahwa Bank Banten senantiasa memenuhi standar serta ketentuan yang berlaku di sektor perbankan," kata Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/4/2021).

Adapun PSAK No. 71 mengatur salah satunya tentang metode ekspektasi kerugian kredit dalam rangka meningkatkan kualitas informasi termasuk poin penting tentang pencadangan atas penurunan nilai aset keuangan berupa piutang, pinjaman, atau kredit (CKPN). Standar baru hitungan akuntansi ini mengubah secara mendasar metode penghitungan dan penyediaan cadangan kerugian akibat kredit macet.

Berdasarkan Hasil Audit Laporan Keuangan Bank Banten Tahun 2020, Bank Banten membukukan CKPN sebesar Rp.691,622 miliar, dari Rp.126,955 miliar pada akhir 2019 menjadi Rp.821,577 miliar pada akhir 2020.

Solvabilitas Bank Banten juga mengalami perbaikan dengan meningkatnya rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dari 9,01% pada 2019 menjadi 34,75% pada 2020.

Dengan meningkatnya indikator permodalan tersebut, maka seyogyanya Bank Banten memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan pengelolaan risiko dan menunjang kelanjutan usaha sebagai salah satu bank pembangunan daerah.

Menurut data Statistik Perbankan Indonesia (SPI), rata-rata KPMM Bank Umum Konvensional per Desember 2020 adalah 23,89%. Dengan demikian, secara umum kinerja permodalan Bank Banten berada di atas rata-rata industri.

Tak hanya itu, Bank Banten juga berhasil menurunkan beban umum dan administrasi sebesar 2,02%, dari Rp.179,262 miliar pada 2019 menjadi Rp.175,635 miliar pada 2020. Serta memangkas beban tenaga kerja sebesar 8,03%, dari Rp.129,400 miliar pada 2019 menjadi Rp 119.005 miliar pada 2020.

“Kita berharap, dengan struktur keuangan yang lebih baik, Bank Banten akan menjadi salah satu bank pembangunan daerah yang terdepan dan terpercaya,” kata Agus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Holding BUMN Ultra Mikro Pertahankan Karakteristik Bisnis Perusahaan

Holding BUMN ultra mikro akan berdampak pada membaiknya penghimpunan dana murah masyarakat untuk diputar menjadi modal pembiayaan bagi UMKM.

EKONOMI | 8 April 2021

Kemkeu: Ekonomi KuartaI II Bisa Tumbuh hingga 8%

Kuartal II Kemkeu yakin kalau ritme dan tren perbaikan Covid-19 terus berlanjut maka pemulihan bisa diakselerasi ke pertumbuhan 7% sampai 8%.

EKONOMI | 8 April 2021

Kemkop UKM Targetkan Rasio Wirausaha Naik Jadi 4%

Kemkop UKM menargetkan melahirkan 3500 startup berbasis teknologi dan informasi, melahirkan 500 koperasi modern, 10 juta UKM naik kelas, dan rasio wirausaha 4%.

EKONOMI | 8 April 2021

Talenta Muda Dorong Pertumbuhan Startup Berbasis Teknologi di Indonesia

Dari 3.000 perusahaan rintisan dalam negeri, Init 6 telah menyalurkan investasi ke 10 startup.

EKONOMI | 8 April 2021

Subsidi Listrik Tepat Sasaran Bisa Hemat Rp 22 Triliun

Pemerintah juga tengah mempertimbangkan penerapan kembali tariff adjustment yang dihentikan sejak 2017 lalu.

EKONOMI | 8 April 2021

Peningkatan Produksi Minyak OPEC+ Dongkrak Tarif Sewa Kapal Tanker

Lonjakan tarif sewa kapal tanker akan membantu kapal-kapal berukuran besar akibat pemotongan produksi minyak beberapa waktu lalu.

EKONOMI | 8 April 2021

MS Hidayat: Arsjad Rasjid Sosok Pengusaha Sukses yang Inspiratif

MS Hidayat mendukung Arsjad Rasjid menjadi Ketua Umum Kadin periode 2021-2026.

EKONOMI | 8 April 2021

Jika Risiko Bisnis Dianggap Kerugian Negara, Investor Institusi Bisa Takut Berinvestasi

Perlu ada pemahaman tafsir terkait definisi kerugian risiko bisnis dan kerugian negara.

EKONOMI | 8 April 2021

NCSR Indonesia: Adopsi Prinsip Sustainability ke Dalam Aktivitas Bisnis Perusahaan

Pemahaman dan harapan dari pemangku kepentingan yang sudah sangat berbeda turut mendorong komunitas bisnis ke arah sustainability.

EKONOMI | 8 April 2021

IHSG Sesi Siang Naik, Ini Daftar Saham Top Gainers

Level tertinggi indeks pada level 6.062,37, sedangkan terendah 6.030,28.

EKONOMI | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS