Lindungi Pekerja Rentan, Apeksi Dukung BPJS Ketenagakerjaan
Logo BeritaSatu

Lindungi Pekerja Rentan, Apeksi Dukung BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 8 April 2021 | 14:29 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Disahkannya Inpres Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memastikan perlindungan jaminan sosial kepada pekerja di wilayahnya tanpa terkecuali pekerja rentan dan pegawai pemerintahan non-apaatur sipil negara (ASN). Inpres tersebut ditujukan kepada seluruh elemen pemerintahan, yakni 19 menteri, Jaksa Agung, tiga kepala badan termasuk Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) tingkat pusat, 34 gubernur, 416 bupati dan 98 wali kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya Sugiarto menyambut baik Inpres ini. Menurutnya, Inpres ini berkomitmen untuk melindungi tenaga kerja, baik formal, nonformal, rentan hingga pegawai pemerintah non-ASN. “Ada beberapa hal yang akan kami lakukan, salah satunya mensosialisasikan substansi Inpres ke seluruh anggota, karena ini merupakan landasan bagi kita,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bogor saat ditemui di kediamannya, Rabu (7/4/2021).

Kedua, Apeksi bakal melakukan perencanaan penganggaran, melakukan komunikasi dengan para stakeholder agar pola jaminan ini bisa diterapkan tidak hanya mengandalkan APBD, hingga menyosialisasikan ke masyarakat luas terutama segmen pekerja.

Disinggung upaya mendorong kepesertaan khususnya pekerja rentan, Bima mengaku, sudah melakukan komunikasi dengan anggota DPRD Kota Bogor dalam menyusun peraturan daerah. “Saya sudah meminta untuk disusun regulasinya, kita sudah komunikasi dengan dewan agar segera disusun Perda, karena sudah ada Inpresnya. Semua akan kita lakukan, karena ini juga dalam rangka mengentaskan kemiskinan,” tegas Bima.

Di tempat yang sama, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Zainudin menjelaskan, pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi, promosi dan edukasi kepada masyarakat luas terkait program ini.

“Kami juga akan berkolaborasi dan menjaring partnership. Seperti hari ini, kita saat ini ketemu dengan Ketua Apeksi Bima Arya Sugiarto. Kita tidak bisa sendiri, ada tiga pihak yang bakal kita gandeng yaitu, pemerintah, pengusaha dan teman-teman serikat pekerja,” imbuh dia.

Ke depan, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan komunikasi, menggerakan tim dari pusat dan daerah, agar segera melakukan koordinasi dengan pemerintah di masing-masing daerah. “Karena pimpinan daerah merupakan sosok pengambil kebijakan dan bertanggung jawab terhadap masyarakat, salah satunya jaminan sosial,” tambahnya.

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha yang turut hadir pada pertemuan itu berharap, apa yang akan dilakukan oleh Bima Arya mampu menjadikan Kota Bogor sebagai barometer pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan dan menjadi contoh bagi pemerintah kota lainnya di Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jumlah Investor Pasar Modal Syariah Tumbuh 600% dalam 5 Tahun

Data BEI per Februari 2021, total jumlah investor syariah 91.703 investor, tumbuh 647% dari tahun 2016 sebesar 12.283 investor.

EKONOMI | 8 April 2021

Dibayangi Ancaman Korupsi, Kinerja Investasi BUMN Jadi Kurang Maksimal

Contohnya adalah kasus yang saat ini tengah membelit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) atau BP Jamsostek.

EKONOMI | 8 April 2021

Tingkatkan Penerapan GCG, Bank Banten Implementasikan PSAK 71

Hal ini dilakukan guna meningkatkan kualitas penerapan good corporate governance (GCG) dan manajemen risiko.

EKONOMI | 8 April 2021

Holding BUMN Ultra Mikro Pertahankan Karakteristik Bisnis Perusahaan

Holding BUMN ultra mikro akan berdampak pada membaiknya penghimpunan dana murah masyarakat untuk diputar menjadi modal pembiayaan bagi UMKM.

EKONOMI | 8 April 2021

Kemkeu: Ekonomi KuartaI II Bisa Tumbuh hingga 8%

Kuartal II Kemkeu yakin kalau ritme dan tren perbaikan Covid-19 terus berlanjut maka pemulihan bisa diakselerasi ke pertumbuhan 7% sampai 8%.

EKONOMI | 8 April 2021

Kemkop UKM Targetkan Rasio Wirausaha Naik Jadi 4%

Kemkop UKM menargetkan melahirkan 3500 startup berbasis teknologi dan informasi, melahirkan 500 koperasi modern, 10 juta UKM naik kelas, dan rasio wirausaha 4%.

EKONOMI | 8 April 2021

Talenta Muda Dorong Pertumbuhan Startup Berbasis Teknologi di Indonesia

Dari 3.000 perusahaan rintisan dalam negeri, Init 6 telah menyalurkan investasi ke 10 startup.

EKONOMI | 8 April 2021

Subsidi Listrik Tepat Sasaran Bisa Hemat Rp 22 Triliun

Pemerintah juga tengah mempertimbangkan penerapan kembali tariff adjustment yang dihentikan sejak 2017 lalu.

EKONOMI | 8 April 2021

Peningkatan Produksi Minyak OPEC+ Dongkrak Tarif Sewa Kapal Tanker

Lonjakan tarif sewa kapal tanker akan membantu kapal-kapal berukuran besar akibat pemotongan produksi minyak beberapa waktu lalu.

EKONOMI | 8 April 2021

MS Hidayat: Arsjad Rasjid Sosok Pengusaha Sukses yang Inspiratif

MS Hidayat mendukung Arsjad Rasjid menjadi Ketua Umum Kadin periode 2021-2026.

EKONOMI | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS