Covid-19 Belum Hilang, Taiwan Belum Terima PMI
Logo BeritaSatu

Covid-19 Belum Hilang, Taiwan Belum Terima PMI

Kamis, 8 April 2021 | 17:22 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Kesehatan mengadakan pertemuan bilateral secara virtual dengan pihak Taiwan yaitu Ministry of the Interior (MoI) dan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Indonesia (TETO), Kamis (8/4/2021).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, hadir dalam pertemuan ini.
Benny menyatakan, dalam pertemuan tersebut membahas penundaan sementara penempatan PMI ke Taiwan dan implementasi Peraturan BP2MI Nomor 09 Tahun 2020 tentang Pembebasan Biaya Penempatan.

Menurut Benny, pihak Taiwan secara tegas menyatakan bahwa penundaan sementara penempatan PMI ke Taiwan adalah karena alasan Covid-19 di Indonesia, bukan karena alasan yang lain.

Ada sekitar 6.000 CPMI yang saat ini tertunda keberangkatannya. “Sudah saya sampaikan pula dalam pertemuan tadi bahwa Pemerintah Indonesia sangat serius dalam hal penanganan Covid-19 di Indonesia, salah satunya dengan menjadi salah satu negara terdepan dalam pemberian vaksin Covid-19 bagi penduduknya," jelas Benny.

Ia mengatakan, poin penting yang lain adalah terkait adanya salah satu penerbitan visa yaitu Surat Pernyataan Biaya Penempatan Calon PMI ke Taiwan untuk pekerja perawat bayi/perawat Jompo/penata laksana rumah tangga, pihak Taiwan menyatakan bahwa dokumen tersebut bukan merupakan dokumen resmi atau telah terjadi penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Inilah yang menyebabkan adanya praktik overcharging sekitar Rp 33 juta yang sangat memberatkan PMI. Surat ini sudah berlaku lama dan digunakan di lapangan. Tertulis di sini ada agency fee senilai Rp 24-30 juta yang dibebankan kepada PMI dengan pemotongan gaji selama 3 tahun. Surat ini ditandatangani oleh 6 pihak, yakni perusahaan (PT), CPMI bersangkutan, pihak perbankan (BNI), UPT BP2MI, agency dari Taiwan, dan user atau pengguna. Saya tidak akan segan-segan menyeret pelaku yang terlibat dalam penyalahgunaan dokumen ini, saya akan secara resmi meminta Bareskrim untuk melakukan investigasi, siapa saja yang terlibat dalam hal ini," tegas Benny.

Menurut Benny, pihak Taiwan menyatakan tidak ada agency fee, namun itu merupakan jasa perusahaan untuk memberikan pelayanan kepada PMI yang sifatnya fleksibel. “Mengenai ini, BP2MI akan serius dan membahas lebih lanjut dengan pihak Taiwan,” kata dia.

Mengenai pembebasan biaya penempatan, Benny menyampaikan bahwa peraturan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab BP2MI terhadap UU 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya pada Pasal 30 terkait pembebasan biaya penempatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia.

"Peraturan tentang pembebasan biaya penempatan ini bertujuan untuk meringankan beban yang selama ini ditanggung oleh para calon PMI. Saya juga ingin meluruskan bahwa biaya-biaya yang dibebaskan itu tidak dibebankan kepada user atau pengguna, namun kepada pemerintah daerah (pemda) di Indonesia, yang mencakup biaya pelatihan dan uji kompetensi," tambah Benny.

Benny menjelaskan, BP2MI telah melahirkan memiliki dua skema antisipasi hal tersebut, yaitu dengan ditanggung seluruhnya oleh Pemda atau bisa juga menyiapkan pinjaman lunak langsung dari perbankan kepada Calon PMI dengan memastikan bahwa yang bersangkutanlah yang langsung melakukan peminjaman.

"Saya sudah menyampaikan hal ini kepada Pemda melalui sosialisasi ke berbagai daerah. Kami sudah mulai dari Provinsi Jawa Timur, Lampung, NTB, Jawa Barat, dan besok akan ada di Jawa Tengah. Semuanya adalah daerah kantong PMI," tutur Benny.
Ke depannya akan diadakan lagi pertemuan dengan pihak Taiwan yang diharapkan mendapatkan kepastian tentang waktu dibukanya kembali penempatan PMI ke Taiwan.

"Saya sampaikan juga bahwa hubungan Indonesia dengan Taiwan harus setara, sejajar, dan saling menghormati, karena kita sama-sama saling membutuhkan," tutup Benny.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IHSG Menguat, Ini Deretan Saham Top Gainers

Level tertinggi indeks mencapai 6.073,91, sedangkan terendah 6.030,28.

EKONOMI | 8 April 2021

PT Naga Global Perkasa Bangun RS Rahayu Sentosa Garut dan Bandara Dhoho Kediri

PT Naga Global Perkasa melebarkan sayap investasinya di proyek pengurukan tanah Bandara Dhoho Kediri dan pembangunan Rumah Sakit (RS) Rahayu Sentosa Garut.

EKONOMI | 8 April 2021

Kolaborasi Atome dan Mitra Adiperkasa Tumbuhkan Bisnis Ritel

MAP dan Atome Indonesia memiliki kesamaan nilai, yaitu menyediakan akses dan keterjangkauan terhadap merek berkualitas bagi para konsumen Indonesia.

EKONOMI | 8 April 2021

Pembiayaan Syariah Lebih Mahal? Ini Komentar BSI

Chief Economist PT BSI Banjaran Surya Indrastomo membantah anggapan yang menyebutkan kalau pembiayaan syariah lebih mahal daripada bank konvensional.

EKONOMI | 8 April 2021

Sejalan Mata Uang Asia, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.535

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.510- Rp 14.570 per dolar AS.

EKONOMI | 8 April 2021

IHSG Ditutup Menguat ke 6.071 di Tengah Aksi Jual Asing

Sementara indeks LQ-45 naik 2,4 poin (0,27%) ke level 906,6.

EKONOMI | 8 April 2021

Mudik Dilarang, Ini Orang-orang yang Dikecualikan

Mudik dibolehkan untuk kunjungan keluarga sakit atau kunjungan duka anggota keluarga meninggal.

EKONOMI | 8 April 2021

Ini Daftar Peraih iNews Maker Awards 2021, Ada Erick Thohir, Emiten hingga BNN

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi yang tinggi terhadap kementerian, lembaga,yang menunjukkan langkah responsif, inovatif di masa pandemi.

EKONOMI | 8 April 2021

Lindungi Pekerja Rentan, Apeksi Dukung BPJS Ketenagakerjaan

Inpres ini berkomitmen untuk melindungi tenaga kerja, baik formal, nonformal, rentan hingga pegawai pemerintah non-ASN.

EKONOMI | 8 April 2021

Jumlah Investor Pasar Modal Syariah Tumbuh 600% dalam 5 Tahun

Data BEI per Februari 2021, total jumlah investor syariah 91.703 investor, tumbuh 647% dari tahun 2016 sebesar 12.283 investor.

EKONOMI | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS