Kempupera Targetkan 75 Bendungan pada 2024, Ini Fungsinya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kempupera Targetkan 75 Bendungan pada 2024, Ini Fungsinya

Kamis, 8 April 2021 | 19:52 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Direkrorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) dalam kurun waktu enam tahun terakhir telah membangun 61 bendungan. Kemudian pada tahun 2024, pemerintah menargetkan membangun 75 bendungan.

Banyaknya bendungan yang sudah dan akan dibangun pemerintah menunjukkan infrastruktur air menempati posisi dan peran penting dalam kehidupan dan pelayanan kepada masyarakat. Lalu apa saja sebetulnya fungsi dari bendungan? Berikut penjelasan Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono.

Menurut Airlangga, bendungan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat banyak. Bahkan infrastruktur air ini sudah memainkan peran kunci sejak tiga abad sebelum masehi. Namun fungsi utamanya adalah untuk menampung air pada saat surplus.

Bendungan juga dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan baik industri, irigasi, pengendalian banjir, dan cadangan pada saat ketersediaan air mulai langka.

Selain itu, bendungan juga dapat berfungsi untuk menampung kelebihan air terutama pada saat musim hujan. Pria yang biasa disapa Ari ini mencontohkan sebagaimana banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum lama ini.

"Ada cerita kecil. Ternyata salah satu kabupaten di Kalsel yaitu Tapin, dampak kerusakan banjirnya sangat minim dibanding kabupaten-kabupaten lain dikarenakan di sana ada Bendungan Tapin. Jadi dia sudah bisa mengisi air banjir ke dalam bendungan. Artinya, sudah bisa bermanfaat," papar Ari dalam kegiatan Bedah Buku 75 Bendungan, Kamis (8/5/2021).

Untuk fungsi besarnya, Ari menyebutkan bahwa fungsi bendungan terbagi menjadi dua yaitu fungsi bendungan yang bersifat multifungsi dan bendungan yang berfungsi untuk irigasi. Kempupera mencatat sebanyak 48% bendungan di dunia memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan irigasi.

Sementara luas daerah irigasi di Indonesia yang mendapat suplai air dari bendungan luasnya mencapai 762.000 hektare. Tahun 2024 mendatang tepatnya setelah bendungan yang diprogramkan pemerintah selesai, maka luas daerah irigasi Indonesia akan bertambah menjadi 1,3 juta hektare.

"Ini nanti nama daerahnya akan berubah menjadi daerah irigasi premium. Tadinya, daerah irigasi mengandalkan air yang mengalir di sungai, kemudian kalau sudah ada bendungan akan lebih menjamin ketersediaan air di setiap musim," jelas Ari.

Di samping itu, bendungan juga dapat digunakan untuk menyuplai air baku. Di beberapa daerah di belahan dunia, bendungan banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku perkotaan termasuk di Indonesia.

Hal demikian, juga sedang dibangun di Indonesia di mana dua bendungan secara khusus akan difungsikan untuk menyuplai air baku ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan akan melayani masyarakat. Kedua bendungan tersebut Bendungan Karian di Banten dan Bendungan Sidan di Bali.

Lebih jauh, bendungan juga bisa digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. Menurut Ari, 20% dari bendungan di dunia berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air. Yang terbesar adalah Three Gorges Dam di Tiongkok yang bisa membangkitkan listrik sebesar 22.500 megawatt.

Sedangkan di Indonesia, dengan rampungnya program pembangunan bendungan hingga 2024 nanti, maka potensi energi listrik yang akan dikembangkan menjadi 6.323 megawatt. Terakhir, bendungan berfungsi sebagai pengendali banjir.

"Ini yang sedang kita programkan untuk Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang mengggunakan tipe bendungan kering. Kita berharap, bendungan-bendungan itu dapat mereduksi atau mengurangi dampak bencana banjir di DKI Jakarta sebagai wilayah hilirnya," ujar Ari.

200 Bendungan di Indonesia
Pada kesempatan tersebut, Ari juga melaporkan bahwa saat ini lebih dari 45.000 bendungan besar tersebar di lebih dari 150 negara termasuk Indonesia yang kurang lebih memiliki 200 bendungan. Hingga kurun waktu ini, Kempupera sudah membangun 61 bendungan baru dan pada tahun 2024 akan bertambah menjadi 75 bendungan.

"Kalau kita lihat posisi Indonesia dengan negara lain dalam bidang bendungan ini, yang tercatat di organisasi bendungan besar di Indonesia baru 138 bendungan. Ini yang sedang kita rekonsiliasi terus datanya," ucapnya.

Ia memperkirakan, hal demikian terjadi lantaran terdapat perbedaan kriteria atau persepsi antara standar internasional di International Comission on Large Dams (Icold) dan bendungan-bendungan yang ada di Indonesia.

Di Indonesia, sambung Ari, tercatat hanya 138 bendungan padahal Indonesia mempunyai lebih dari 200 bendungan. Kendati begitu, jumlah tersebut juga masih kecil bila dibanding dengan Tiongkok dan Jepang. Jumlah bendungan di Indonesia hanya 0,5% dari Tiongkok dan 4,4% dari Jepang. Hal ini dilihat dari sisi jumlah.

Dari sisi ketinggian bendungan atau tinggi tubuh konstruksi bendungan, Indonesia patut berbangga karena Bendungan Batu Tegi di Lampung masuk dalam The World Highest Dam atau bendungan tertinggi di dunia. Kemudian dari sisi kapasitas tampung diwakili Bendungan Jatiluhur karena memiliki kapasitas tampung yang sangat besar.

Bukan hanya itu, Bendungan Batu Tegi juga tercatat sebagai bendungan yang memberikan pelayanan daerah irigasi paling luas. Sedangkan bendungan dengan kapasitas pelimpah paling besar berada di India.

"Bendungan kita masuk juga di deretan ini diwakili oleh Bendungan Jatigede dengan kapasitas pelimpahan sebesar 4.400 meter kubik per detik," tutup Ari.

Perubahan Iklim
Sementara itu, pengamat tata kota Nirwono Joga berpendapat, dengan jumlah bendungan di Indonesia yang baru mencapai 200-an, jauh dibanding dengan Tiongkok, Jepang, dan Amerika. Negara-negara ini memiliki curah hujan rendah namun berlomba-lomba membangun banyak bendungan, salah satu pemicunya didorong oleh tantangan krisis air bersih.

Joga menambahkan, banjir dan krisis air bersih merupakan dua persoalan perubahan iklim yang sebenarnya sudah terjadi di depan mata. Artinya, pada saat musim hujan dapat dilihat bencana banjir terjadi di kota dan kabupaten. Sebaliknya, pada saat musim kemarau, terjadi kekeringan di lahan-lahan pertanian di daerah kabupaten/kota.

Terlebih, 80% kabupaten/kota di Indonesia dari total 514 kabupaten/kota semuanya berlokasi di dekat sumber air baik sungai, pantai, situ, maupun waduk. Kota-kota seperti Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Medan merupakan kota yang jika tidak segera diatasi dalam konteks perubahan iklim, maka kota-kota tersebut terancam bencana.

"Lalu bagaimana mungkin kita swasembada pangan dan kota-kota kita bisa bertahan terhadap bencana perubahan iklim, kalau ketahahan airnya tidak dibangun," kata dia.

Oleh karena itu, keberadaan bendungan menjadi hal penting untuk mendukung ketahanan air kabupaten/kota dan wilayah sekitarnya. Terkait bendungan, Joga juga menyoroti bahwa kendala utama dalam pembangunan bendungan adalah tersediaan lahan, tata ruang, tata kota dan wilayah serta kendala pembiayaan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ditopang Infrastruktur, ALFI Sebut Biaya Logistik Turun Jadi 21,3%

Berdasarkan perhitungan yang dibuat ALFI, biaya logistik sudah turun ke angka 21,3% dari produk domestik bruto (PDB).

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Ketiban Berkah Naiknya Harga CPO, Rugi FAP Agri Menurun

FAP Agri membukukan peningkatan penjualan kuartal III 2021 sebanyak 16% menjadi Rp 1,4 triliun.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Gojek Dorong Inovasi di Tiga Layanan Utama

Gojek akan menguji coba penggunaan 500 sepeda motor listrik di Jakarta Selatan.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Penerbitan Sukuk Global Dukung Mitigasi Perubahan Iklim

Pemerintah telah menerbitkan sovereign green sukuk senilai US$ 3,5 miliar sebagai salah satu upaya untuk membiayai penanganan perubahan iklim.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Bukalapak Genjot Lini Bisnis Pengadaan Barang dan Jasa

Sejak 2016, BukaPengadaan telah menjadi mitra e-Procurement bagi lebih dari 1.800 pelanggan.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Atasi Dampak Perubahan Iklim, Indonesia Butuh Anggaran Rp 3.779 Triliun

Biaya mitigasi perubahan iklim secara kumulatif dari tahun 2020-2030 mencapai Rp 3.779 triliun, atau sekitar Rp 343,6 triliun per tahun.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Ditopang Holding Ultra Mikro, Kredit BRI Kuartal III Tumbuh 9,7%

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat penyaluran kredit pada akhir September 2021 sebesar Rp 1.026,42 triliun atau tumbuh 9,74% yoy.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Keterbukaan Informasi Publik PTPN III Diapresiasi

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendapatkan peringkat “Cukup Informatif” pada ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Pemerintah dan Regulator Perlu Perbaiki Arsitektur Ekonomi Hijau

Pemerintah dan regulator perlu memperbaiki arsitektur ekonomi hijau Indonesia untuk mendukung tercapainya zero emisi pada 2060 mendatang.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Investasi ESG di BRI Capai Rp 19,3 Triliun per September 2021

BRI mencatat peningkatan nilai investasi Environmental, Social, and Governance (ESG) yang cukup signifikan setahun terakhir.

EKONOMI | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Upah Minimum


# Anies Baswedan


# Timnas U-23


# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta



TERKINI
Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 27 Oktober 2021

Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 27 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings