468,72 Miliar Kubik Air Belum Dimanfaatkan, Kempupera Targetkan Bangun 75 Bendungan
Logo BeritaSatu

468,72 Miliar Kubik Air Belum Dimanfaatkan, Kempupera Targetkan Bangun 75 Bendungan

Kamis, 8 April 2021 | 20:42 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) Airlangga Mardjono mengungkapkan sebanyak 468,72 miliar kubik potensi air per tahun belum dimanfaatkan di Indonesia. Karena itu, Kempupera menargetkan 75 bendungan terbangun hingga tahun 2024.

"Untuk menyikapi ini, kita terus membangun infrastruktur penampung air supaya bisa memanfaatkan potensi air yang masih sebanyak ini," ucap Airlangga secara virtual, Kamis (8/5/2021).

Ia menduga, potensi air yang belum termanfaatkan tersebut merupakan salah satu penyebab bencana banjir yang terjadi selama ini. Jika dianalogikan, untuk mampu memanfaatkan potensi air tersebut dibutuhkan sekitar 468 bendungan sebesar Bendungan Jatigede berkapasitas tampung 1 miliar kubik.

Sayangnya, bendungan berukuran jumbo itu jumlahnya sangat terbatas. Bahkan untuk mencari lokasi bendungan berukuran 500 juta kubik saja sudah susah.

Sementara jika dilihat curah hujan, Indonesia memiliki tergolong tinggi sebesar 2.702 mm per tahun. Hal yang sama terjadi pada negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang memiliki curah hujan 2.000 mm per tahun.

"Curah hujan yang sangat kecil berada di Rusia atau Amerika sekitar 700 mm per tahun atau Tiongkok yang hanya 645 mm. Namun jumlah bendungan mereka sangat banyak. Ini yang menjadi perhatian kita," tutur direktur yang akrab disapa Ari ini.

Kemudian jika dilihat kapasitas tampung per kapitanya, Indonesia memiliki kapasitas yang bisa ditampung infrastruktur air sebesar 50,4 meter. Jumlah itu sudah dibagi dengan jumlah penduduk sampai dengan tahun 2019.

Dengan bertambahnya pembangunan infrastruktur air yang diprogramkan di periode Kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini, ke depan Kempupera menargetkan kapasitas tampung per kapita menjadi 58,29 meter. "Jadi, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan air juga akan meningkat. Salah satu infrastruktur untuk mendukung penyediaan air tesebut adalah bendungan," tutup Ari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Kopi, Kemdag Dukung Kolaborasi JFX dan AEKI

Kemdag melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyambut baik kolaborasi antara PT Bursa Berjangka Jakarta.

EKONOMI | 8 April 2021

Larangan Mudik, Layanan KA Antar-Kota Ditiadakan

Namun untuk layanan KA di perkotaan masih tetap beroperasi dengan adanya pembatasan jam operasional

EKONOMI | 8 April 2021

BRI Disarankan Akuisisi Bank Komersial

Kementerian BUMN terus mendorong terwujudnya rencana holding BUMN Ultra Mikro.

EKONOMI | 8 April 2021

Kempupera Targetkan 75 Bendungan pada 2024, Ini Fungsinya

Kempupera dalam kurun waktu enam tahun terakhir telah membangun 61 bendungan. Kemudian pada tahun 2024, pemerintah menargetkan membangun 75 bendungan.

EKONOMI | 8 April 2021

Enam Tahap MNC Bank Jadi Bank Digital

MNC Bank tengah mengajukan izin untuk digital onboarding aplikasi Motion untuk menjadi bank digital ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 8 April 2021

Trafik Jaringan XL Axiata Selama Ramadan Diproyeksikan Naik 10%

Pada periode Ramadan tahun ini, XL Axiata memproyeksikan trafik jaringannya akan meningkat hingga 10% dibandingkan trafik di hari biasa.

EKONOMI | 8 April 2021

Garuda Operasikan Penerbangan Kemanusiaan di NTT

Maskapai nasional Garuda Indonesia mengoperasikan penerbangan kemanusiaan untuk bantu masyarakat NTT.

EKONOMI | 8 April 2021

PLN Siap Kelola Pasokan Listrik di Blok Rokan

PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (PJBTLU) dengan PT Pertamina (Persero).

EKONOMI | 8 April 2021

Mudik Dilarang, Kemhub Masih Operasikan Kereta Api Luar Biasa

Ditjen Perkeretaapian telah memutuskan untuk meniadakan angkutan mudik Lebaran menggunakan moda kereta api antar kota.

EKONOMI | 8 April 2021

Petrosea Teken Kerja Sama Jasa Pertambangan Rp 2,7 Triliun

Perjanjian kerja sama jasa pertambangan ini untuk durasi tujuh tahun sampai dengan 31 Desember 2027.

EKONOMI | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS