Ekonom Indef: Larangan Mudik Lebaran Tak Berdampak Signifikan terhadap Ekonomi
Logo BeritaSatu

Ekonom Indef: Larangan Mudik Lebaran Tak Berdampak Signifikan terhadap Ekonomi

Kamis, 8 April 2021 | 21:29 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyatakan keputusan pemerintah tentang larangan mudik Lebaran 2021 takkan berdampak signifikan terhadap ekonomi. Karena jika mudik tak dilarang sekalipun, situasi ekonomi Indonesia tak akan jauh berbeda.

"Kalau saya ditanya hari ini, sebenarnya apakah ada dampak ekonomi antara pelarangan mudik terhadap dampak ekonomi? Saya bilang ada atau tidak ada larangan mudik, tidak terlalu signifikan terhadap persoalan ekonomi," kata Enny.

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Simalakama Mudik dan Dampak Ekonomi Rakyat", di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, saat ini warga masyarakat tak memiliki uang untuk konsumsi. Sehingga kondisinya akan sama, baik mudik dibolehkan, atau tak dibolehkan.

Menurut catatan Enny, di 2020, ada tiga peristiwa libur panjang yang lebih dari tiga hari. Dirinya mencatat mobilitas masyarakat cukup tinggi, beberapa destinasi wisata juga mengalami lonjakan.

Yang pasti dari semua liburan itu adalah ada peningkatan kasus penyebaran Covid-19. Tetapi dari sisi ekonomi, kata Enny, dampak dari libur panjang tadi tidak ada peningkatan pengeluaran pasti masyarakat.

Aktivitas ekonomi artinya aktivitas ekonomi yang punya dampak semisal peningkatan penjualan ritel, peningkatan produktivitas, peningkatan perputaran uang.

"Artinya ada, tetapi tidak signifikan kalau dibandingkan dengan risiko (penularan) tadi, tidak signifikan," kata Enny.

"Orang misalnya pergi ke tempat-tempat destinasi wisata, sekarang yang dilakukan hanya sekadar pergi. Spending-nya wong warungnya juga dibatasi nggak boleh makan di situ, maka bawa bekal juga dari rumah. Terus mau menginap di hotel juga takut, mau apa? Sekalipun yang punya duit," urainya.

Lebih lanjut, Enny mengatakan kemampuan secara umum, masyarakat untuk konsumsi memang menurun sangat-sangat drastis. Dan kemampuan spending ini akan tergantung dengan kemampuan Indonesia mengkreasi lapangan pekerjaan.

Sementara data-data terus menunjukkan tingginya tingkat pengangguran dan tenaga kerja yang dirumahkan. Data-data itupun adalah data dari organisasi bisnis formal. Sementara 58% ekonomi Indonesia digerakkan sektor informal. Artinya, angka riil dari lapangan kerja yang hilang bisa diduga lebih besar dari angka tercatat secara formal.

"Artinya yang sesungguhnya terjadi penurunan pendapatan terjadi, orang yang kehilangan pekerjaan itu hampir dua kali lipat dari data-data resmi yang selama ini disampaikan oleh BPS (Badan Pusat Statistik)," kata dia.

"Jadi kalau saya ditanya sekali lagi bagaimana dampak larangan mudik ini untuk ekonomi? Saya jawabnya; larangan mudik ada atau tidak ada larangan mudik, tidak akan terlalu signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi atau pemulihan ekonomi, selama tidak ada penciptaan lapangan kerja segera," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Casio EMI Perluas Pemasaran Digital

Casio EMI di Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan Blibli.com dengan menghadirkan Casio Music Indonesia Official Store".

EKONOMI | 8 April 2021

Pertamina Salurkan 606.308 KL Solar ke Segmen VVIP

Porsi penyaluran BBM solar yang ditangani Pertamina Industrial Marine Fuel mayoritas berupa solar nonsubsidi, yaitu mencapai 95%.

EKONOMI | 8 April 2021

Program Kotaku Hapus Kekumuhan Kota Malang

Kempupera implementasikan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Kauman, Kota Malang, Jawa Timur.

EKONOMI | 8 April 2021

468,72 Miliar Kubik Air Belum Dimanfaatkan, Kempupera Targetkan Bangun 75 Bendungan

Sebanyak 468,72 miliar kubik potensi air per tahun belum dimanfaatkan di Indonesia.

EKONOMI | 8 April 2021

Dorong Edukasi Perdagangan Berjangka Kopi, Kemdag Dukung Kolaborasi JFX dan AEKI

Kemdag melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyambut baik kolaborasi antara PT Bursa Berjangka Jakarta.

EKONOMI | 8 April 2021

Larangan Mudik, Layanan KA Antar-Kota Ditiadakan

Namun untuk layanan KA di perkotaan masih tetap beroperasi dengan adanya pembatasan jam operasional

EKONOMI | 8 April 2021

BRI Disarankan Akuisisi Bank Komersial

Kementerian BUMN terus mendorong terwujudnya rencana holding BUMN Ultra Mikro.

EKONOMI | 8 April 2021

Kempupera Targetkan 75 Bendungan pada 2024, Ini Fungsinya

Kempupera dalam kurun waktu enam tahun terakhir telah membangun 61 bendungan. Kemudian pada tahun 2024, pemerintah menargetkan membangun 75 bendungan.

EKONOMI | 8 April 2021

Enam Tahap MNC Bank Jadi Bank Digital

MNC Bank tengah mengajukan izin untuk digital onboarding aplikasi Motion untuk menjadi bank digital ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 8 April 2021

Trafik Jaringan XL Axiata Selama Ramadan Diproyeksikan Naik 10%

Pada periode Ramadan tahun ini, XL Axiata memproyeksikan trafik jaringannya akan meningkat hingga 10% dibandingkan trafik di hari biasa.

EKONOMI | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS