Ketua OJK Ajak Sektor Keuangan Inggris Genjot Pendanaan Berkelanjutan di Tanah Air
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ketua OJK Ajak Sektor Keuangan Inggris Genjot Pendanaan Berkelanjutan di Tanah Air

Jumat, 9 April 2021 | 18:15 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

London, Beritasatu.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr Wimboh Santoso memberikan pidato kunci tentang pentingnya perkembangan keuangan berkelanjutan serta sektor fintech di Tanah Air, dalam forum UK-Indonesia Financial Services Dialogue 2021 yang diselenggarakan oleh Global Indonesia Professionals Association (GIPA).

Dalam forum ini, Wimboh mengajak pemain kunci sektor keuangan Inggris untuk meningkatkan peran mereka dalam mendorong keuangan berkelanjutan di Tanah Air, sesuai yang tertuang pada Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II (2021-2025) yang diluncurkan oleh OJK pada Januari lalu. Roadmap tersebut memberikan arahan agar sektor keuangan Inggris dapat meningkatkan kontribusi dalam pemulihan ekonomi Indonesia secara hijau dan berkelanjutan.

Dalam pidato kuncinya, Wimboh membuka dengan proyeksi optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut OECD pada Maret 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka positif 4.9% di 2021, yaitu naik dari angka 4.0% pada Desember 2020.

"Momentum pemulihan ekonomi ini dapat dipercepat dengan peningkatan aktivitas pemain keuangan berkelanjutan. Tahun ini, ada 5 bank baru yang mengikuti 8 “First Movers” yang telah masuk ke dalam Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI). Pemerintah Indonesia pun telah menjadi pionir pertama di dunia untuk menerbitkan USD 2,75 miliar Sovereign Global Green Sukuk sejak 2018-2020. OJK juga mencatat pencapaian green loan di Indonesia pada tahun 2020 sebanyak di USD 55,9 miliar, dan blended finance sebanyak USD 2,5 miliar," tutur Wimboh dalam siaran pers, Jumat (9/4/2021).

Wimboh lalu membahas ekosistem fintech yang cukup baik di Indonesia. Seiring dengan perkembangan fintech dan platform e-commerce, masyarakat di pedesaan pun dapat mengakses layanan perbankan serta jual beli, dan kecenderungan ini bahkan semakin diakselerasi dalam pandemi Covid-19.

"OJK mencatat pada saat ini, ada 271 perusahaan fintech Indonesia yang sudah diotorisasi, dengan 54% di kategori P2P lending; 31% di kategori Digital Financial Innovation; 13% di Fintech Payment; dan 1% di kategori Equity Crowdfunding. Dalam blueprint MPSJKI 2021-2025, OJK juga menaruh perkembangan fintech transformasi digital serta sebagai strategi yang sangat penting, yakni satu di antara tiga pilar di MPSJKI," jelasnya.

Menurut Wimboh, salah satu poin yang tersulit dari roadmap tersebut adalah mendukung green taxanomy di Indonesia. Ia berharap kedepannya akan ada sinergi lebih besar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Lebih lanjut Sam Myers, Komisioner Dagang Inggris untuk Asia Pasifik, yang hadir menyampaikan bahwa Inggris memiliki berbagai keahlian yang dapat membantu mendorong perkembangan keuangan berkelanjutan, teknologi finansial serta keuangan syariah di Indonesia.

Dikatakannya kawasan Asia Tenggara telah menarik banyak perusahaan fintech asal Inggris, salah satunya adalah Wise (dahulu bernama TransferWise) yang berhasil masuk dan berinvestasi ke Indonesia.

"Pemerintah Inggris berharap akan ada lebih banyak lagi perusahaan fintech asal Inggris yang dapat menjalin kemitraan bisnis yang sukses dan berkelanjutan di Indonesia, serta berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal,"' ujar Sam.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IMF Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, Ini Komentar Sri Mulyani

Dana IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 menjadi 4,3%.

EKONOMI | 9 April 2021

Usai Akuisisi DNR, Zebra Tidak Kembangkan Bisnis Distribusi Gas

Distribusi gas tidak akan dikembangkan, melainkan end to end integrated supply chain.

EKONOMI | 9 April 2021

Indonesia Siap Unjuk Gigi di Ajang Pameran Teknologi Industri Terbesar di Dunia

Pameran teknologi industri terbesar di dunia ini akan diselenggarakan pada 12-16 April 2021 secara virtual.

EKONOMI | 9 April 2021

Lima Saham Ini Tercatat Paling Aktif di Akhir Pekan

Investor asing mencatat transaksi jual bersih (net sell) di semua pasar sebesar Rp 33,01 miliar pada perdagangan Jumat (9/4/2021).

EKONOMI | 9 April 2021

Garuda Indonesia Dukung Penuh Larangan Mudik

Garuda Indonesia mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pengendalian transportasi selama periode mudik Lebaran 2021.

EKONOMI | 9 April 2021

Gandeng Moduit, Eastpring Luncurkan Kampanye #MoneyParenting

Melalui kampanye #MoneyParenting, Moduit memberikan pilihan tiga produk reksa dana Eastspring Indonesia.

EKONOMI | 9 April 2021

Kredit Korporasi Tahan Laju Pertumbuhan Kredit

Penyaluran kredit perbankan di awal 2021 ini masih mengalami kontraksi, meskipun sudah menunjukkan adanya perbaikan.

EKONOMI | 9 April 2021

Saham BBNI, BMRI dan BBRI Diburu Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (9/4/2021) ditutup turun 1,51 poin (0,02%) ke level 6.070,20.

EKONOMI | 9 April 2021

Saham MPPA Pimpin Daftar Top Gainers di Akhir Pekan

Harga saham MPPA menguat 24,47% pada perdagangan Jumat (9/4/2021).

EKONOMI | 9 April 2021

Menkeu: Revisi IMF Disebabkan Ketidakpastian Covid-19

Menkeu berharap, momentum akselerasi pemulihan ekonomi dapat terjadi di tahun ini.

EKONOMI | 9 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS