Sengketa Pajak dan Pandemi Picu PGN Merugi U$ 264 Juta
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sengketa Pajak dan Pandemi Picu PGN Merugi U$ 264 Juta

Minggu, 11 April 2021 | 11:02 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Terdampak pandemi, kinerja emiten yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN membukukan kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 264,77 juta atau turun 492%, berbanding terbalik dari tahun 2019 yang masih mampu membukukan laba bersih US$ 67,58 juta.

Direktur Keuangan PGN Arie Nobelta Kaban mengungkapkan bahwa 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi PGN, karena ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada kinerja PGN selama tahun 2020. Kinerja keuangan tahun 2020 yang mengalami kerugian, terutama disebabkan oleh faktor eksternal seperti sengketa pajak mengenai PPN pada periode tahun 2012 – 2013 yang diajukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui upaya hukum peninjauan kembali (PK) dan telah terdapat putusan Mahkamah Agung pada bulan Desember tahun 2020 sebesar US$ 278,4 juta. Selain itu, juga terdapat penurunan (impairment) aset di sektor minyak dan gas sebesar US$ 78,9 juta.

"Apabila tanpa kedua faktor yang di luar kendali manajemen di atas, kinerja keuangan PGN masih mencatat laba bersih sebesar US$ 92,5 juta. Perolehan laba tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan laba bersih yang distribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 67,5 juta pada tahun 2019," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/4/2021).

Penurunan laba bersih ini seiring dengan tergerusnya pendapatan 25% menjadi US$ 2,88 miliar, dari realisasi pendapatan tahun 2019 yang mencapai US$ 3,85 miliar. Secara terinci, pendapatan PGAS didominasi segmen niaga gas, baik dari pihak berelasi maupun pihak ketiga, masing-masing US$ 799,34 juta dan US$ 1,5 miliar.

Adapun pendapatan niaga gas bumi terdiri dari niaga gas kepada segmen industri dan komersial senilai US$ 2,28 miliar, turun 23,% year on year (yoy) dan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) senilai US$ 2,64 juta, atau turun 15,56% yoy. Sedangkan, rumah tangga senilai US$ 14,35 juta, naik 55,18% yoy.

Sementara pendapatan dari pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan konsolidasi adalah pendapatan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan entitas anaknya (pihak berelasi), sebesar US$ 782,88 juta.

PGAS mencatatkan penurunan sejumlah lini biaya sepanjang 2020. Beban pokok pendapatan menurun 12,20%, dari semula US$ 2,26 miliar menjadi US$ 2,30 miliar. Beban niaga dan infrastruktur menurun 19,85% secara yoy menjadi US$ 351,93 juta. Beban umum dan administrasi juga menurun 34,55% menjadi US$ 176,57 juta.

Hanya saja, PGN mengalami penurunan nilai properti minyak dan gas bersih senilai US$ 75,68 juta. Provisi atas sengketa pajak juga meningkat dari US$ 127,72 juta menjadi US$ 278,37 juta.

Sementara, jumlah aset PGN sebesar US$ 7,53 miliar, yang terdiri atas liabilitas senilai US$ 4,57 miliar dan ekuitas senilai US$ 2,95 juta. Adapun jumlah kas dan setara kas per 31 Desember 2020 senilai US$ 1,17 miliar, naik dari posisi pada akhir 2019 senilai US$ 1,04 miliar.

Untuk rasio debt service tercatat sebesar 1,3 kali memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembayaran bunga dan pokok pinjaman yang masih mencukupi. Adapun rasio debt to ekuity sebesar 51 : 49, menunjukkan komposisi capital perusahaan dari debt dan ekuity masih seimbang dan masih lebih rendah dibandingkan loan covenant 70 : 30 saat ini, sehingga cukup terbuka ruang pendanaan eksternal untuk pengembangan perusahaan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pertumbuhan Aset dan Pembiayaan Bank NTB Syariah di Atas Nasional

Pertumbuhan aset bank nasional rata-rata tumbuh 7%, sedangkan NTB Syariah naik 20%.

EKONOMI | 11 April 2021

Ganti Nama, Sebagian Ruas Tol Japek II dari Arah Jakarta Ditutup Sementara

Penutupan dua lajur hanya dilakukan pada akses masuk Tol Japek II Elevated yang mengarah ke Cikampek selama 5 jam tersebut.

EKONOMI | 11 April 2021

Pengusaha Transportasi Pariwisata Harap Restrukturisasi Utang Dipermudah

Kesulitan pengusaha angkutan transportasi darat karena seluruh destinasi wisata ditutup untuk mencegah penularan Covid-19.

EKONOMI | 11 April 2021

Dharma Satya Siap Bagikan Dividen Rp 130,7 Miliar, Cek Jadwalnya

Jumlah dividen untuk tahun buku 2020 mengalami peningkatan 150% dibandingkan dengan tahun buku 2019.

EKONOMI | 11 April 2021

Perluas Bisnis Listrik, Medco Gandeng Kansai Electric Power .

Medco Power dan Kansai Electric akan membentuk unit usaha baru mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar gas.

EKONOMI | 11 April 2021

Startup Pertanian Cerdas Asal Indonesia Menangkan Program SIF

Startup perusahaan pertanian cerdas asal Indonesia, Neurafarm, menjadi salah satu dari enam pemenang program yang digelar Singapore International Foundation.

EKONOMI | 11 April 2021

Samaraland Luncurkan Cluster Terbaru di Perumahan Serpong Green Paradise

Samaraland, salah satu pengembang properti baru nasional, di awal tahun 2021 terus bergerak dengan memberikan jawaban atas kebutuhan hunian berkualitas.

EKONOMI | 10 April 2021

Kolaborasi Jadi Kunci Kebangkitan UMKM di Masa Pandemi

Angka penjualan UMKM selama pandemi Covid-19 turun hingga 60%.

EKONOMI | 10 April 2021

Pabrik PT Kahayan Karyacon Sudah Enam Bulan Menganggur, 192 Karyawan Terlantar

Mesin pabrik bata ringan, PT Kahayan Karyacon, sudah enam bulan menganggur.

EKONOMI | 10 April 2021

China Railway Group Limited Resmikan Kantor Pusat di Indonesia

Dibukanya kantor pusat CREC di Indonesia yang diharapkan dapat memperkuat hubungan kerja sama dalam mengembangkan infrastruktur perkeretaapian.

EKONOMI | 10 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS