Logo BeritaSatu

Masih Ada 103 Perusahaan yang Belum Bayar THR Tahun Lalu

Senin, 12 April 2021 | 14:07 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pihak Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan masih ada 103 perusahaan yang belum membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2020. Kemnaker melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) sedang melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut agar segera menyelesaikan kewajibannya membayar THR.

“Ada 103 perusahaan yang sedang dalam proses pengawasan dan pemanggilan dinas untuk pelaksanaan nota pemeriksaan satu dan dua. Di mana beberapa di antaranya terkait permasalahan perselisihan hubungan industrial yang lagi berproses sesuai mekanisme di pembinaan hubungan industrial,” ucap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (12/4/2021).

Data Kemnaker menunjukan ada 410 pengaduan mengenai pembayaran THR Idulfitri 2020. Dari laporan tersebut terdapat 307 perusahaan yang sudah selesai melakukan pembayaran THR dan 103 perusahaan yang belum menyelesaikan kewajiban pembayaran THR.

“Sebanyak 307 perusahaan sudah melaksanakan pembayaran THR baik yang terlambat bayar maupun tertunda,” ucap Ida.

Ida mengatakan pada tahun 2020 pihaknya telah memberikan kelonggaran bagi perusahaan yang tidak mampu membayar THR keagamaan pada waktu yang ditentukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar melakukan dialog antara pengusaha dan pekerja atau buruh dengan menyepakati pembayaran THR yang dilakukan secara bertahap. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menaker Nomor 6 Tahun 2020 dengan pertimbangan kelangsungan usaha dan kebutuhan pekerja atau buruh atas pemenuhan pembayaran THR. Sejak tahun 2020 lalu pemerintah telah melakukan sejumlah kebijakan untuk mendorong perekonomian untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 ini.

“Roda perekonomian sudah mulai bergerak kegiatan masyarakat kegiatan ekonomi masyarakat juga sudah mulai membaik kembali meski secara terbatas menuju ke arah pemulihan ekonomi dan kembali ke zona positif pertumbuhan ekonom nasional,” ucap Ida.

THR 2021
Sementara itu untuk pelaksanaan pembayaran THR 2021, bagi pengusaha yang terlambat membayar THR kepada buruh dikenakan denda sebesar 5% dari total THR yang harus dibayar. Pengenaan denda tidak mengurangi kewajiban pengusaha untuk tetap membayarkan THR keagamaan ke pekerja atau buruh.

Ida mengatakan berdasarkan Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan disebutkan pengusaha yang tidak membayar THR dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi serta pembekuan kegiatan usaha.

“Pengenaan sanksi administratif tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atas denda keterlambatan membayar THR keagamaan sebagaimana diatur dalam peraturan,” ucap Ida.

Pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Menaker Ida meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR Keagamaan dilakukan paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Abaikan Inflasi, Massindo Group Ekspansi Bisnis ke Palembang

Massindo Group meresmikan pabrik ke-20 dan pusat distribusi di Palembang, Sumatera Selatan.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Dongkrak Pendapatan, Wahana Pronatural Rambah Bisnis Minuman

PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) berencana merambah bisnis minuman untuk mendongkrak pendapatan perseroan.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Kebijakan Satu Peta Dinilai Percepat Pemulihan Ekonomi

Ekonom Indef, Agus Herta Sumarto mengatakan kebijakan satu peta dapat mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Bakti Pastikan Peluncuran Satelit Satria 1 Sesuai Rencana

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo optimistis rencana pengoperasian Satelit Satria 1 tetap berjalan sesuai rencana.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Suntik Mati TV Analog Jabodetabek Diundur Jadi 2 November

Kemenkominfo memutuskan menunda penghentian siaran tv analog di wilayah Jabodetabek menjadi 2 November 2022.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

FIF Group dan RSU Hermina Dirikan Rumah Singgah

FIF Group dengan RSU Hermina Depok menyediakan rumah singgah dan membuka kesempatan bagi pasien kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Iklan Digital Menjadi Pengubah Ekosistem Industri Startup

Adtech merupakan perangkat lunak yang digunakan oleh brand atau agency untuk menyusun strategi, mengatur, dan mengelola aktivitas iklan digital.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Luhut Gandeng GFF Bahas Rencana Aksi Bersama Transisi Energi

Global Future Fellows (GFF) yang dihadiri GFFellows di Bali telah merancang draf Rencana Aksi Bersama (action roadmap) soal transisi energi.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Kontribusi PNBP Signifikan, PTBA Raih Penghargaan Subroto

PT Bukit Asam (PTBA) berhasil meraih Penghargaan Subroto 2022 Bidang PNBP Mineral dan Batubara.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Jababeka Pinjam US$ 100 Juta ke Mandiri untuk Bayar Utang

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menandatangani kredit sebesar US$ 100 juta dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

EKONOMI | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Liga Champions: Chelsea Buka Kemenangan dengan Hantam AC Milan

Liga Champions: Chelsea Buka Kemenangan dengan Hantam AC Milan

BOLA | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings