Masih Ada 103 Perusahaan yang Belum Bayar THR Tahun Lalu
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Masih Ada 103 Perusahaan yang Belum Bayar THR Tahun Lalu

Senin, 12 April 2021 | 14:07 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pihak Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan masih ada 103 perusahaan yang belum membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2020. Kemnaker melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) sedang melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut agar segera menyelesaikan kewajibannya membayar THR.

“Ada 103 perusahaan yang sedang dalam proses pengawasan dan pemanggilan dinas untuk pelaksanaan nota pemeriksaan satu dan dua. Di mana beberapa di antaranya terkait permasalahan perselisihan hubungan industrial yang lagi berproses sesuai mekanisme di pembinaan hubungan industrial,” ucap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (12/4/2021).

Data Kemnaker menunjukan ada 410 pengaduan mengenai pembayaran THR Idulfitri 2020. Dari laporan tersebut terdapat 307 perusahaan yang sudah selesai melakukan pembayaran THR dan 103 perusahaan yang belum menyelesaikan kewajiban pembayaran THR.

“Sebanyak 307 perusahaan sudah melaksanakan pembayaran THR baik yang terlambat bayar maupun tertunda,” ucap Ida.

Ida mengatakan pada tahun 2020 pihaknya telah memberikan kelonggaran bagi perusahaan yang tidak mampu membayar THR keagamaan pada waktu yang ditentukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar melakukan dialog antara pengusaha dan pekerja atau buruh dengan menyepakati pembayaran THR yang dilakukan secara bertahap. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menaker Nomor 6 Tahun 2020 dengan pertimbangan kelangsungan usaha dan kebutuhan pekerja atau buruh atas pemenuhan pembayaran THR. Sejak tahun 2020 lalu pemerintah telah melakukan sejumlah kebijakan untuk mendorong perekonomian untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 ini.

“Roda perekonomian sudah mulai bergerak kegiatan masyarakat kegiatan ekonomi masyarakat juga sudah mulai membaik kembali meski secara terbatas menuju ke arah pemulihan ekonomi dan kembali ke zona positif pertumbuhan ekonom nasional,” ucap Ida.

THR 2021
Sementara itu untuk pelaksanaan pembayaran THR 2021, bagi pengusaha yang terlambat membayar THR kepada buruh dikenakan denda sebesar 5% dari total THR yang harus dibayar. Pengenaan denda tidak mengurangi kewajiban pengusaha untuk tetap membayarkan THR keagamaan ke pekerja atau buruh.

Ida mengatakan berdasarkan Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan disebutkan pengusaha yang tidak membayar THR dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi serta pembekuan kegiatan usaha.

“Pengenaan sanksi administratif tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atas denda keterlambatan membayar THR keagamaan sebagaimana diatur dalam peraturan,” ucap Ida.

Pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Menaker Ida meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR Keagamaan dilakukan paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Di Tengah Pandemi, Tiket.com Justru Bukukan Lonjakan Pemesanan Hotel

Pada kuartal IV-2020, Tiket.com membukukan rekor pemesanan tiket dibandingkan sebelum pandemi.

EKONOMI | 9 April 2021

PGN Optimis Kinerja 2021 Membaik

Beroperasinya sejumlah infrastruktur pipa gas bumi akan menjadi penopang penguatan bisnis PGN.

EKONOMI | 12 April 2021

IHSG Terkoreksi, 5 Saham Ini Justru Menguat

MPOW naik 14,74%, CFIN menguat 9,38%, ARTO meningkat 8,23%, GDST terangkat 7,02% dan BABP terkerek 6,59%.

EKONOMI | 12 April 2021

Semua Sektor Merah, IHSG Anjlok ke Kisaran 5.900-an

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,34% ke 5.989,1 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (12/4/2021).

EKONOMI | 12 April 2021

Debut Perdana, Saham Triputra Agro Kena Auto Rejection Atas

Saham PT Triputra Agro Persada Tbk naik Rp 70 atau 35% ke posisi Rp 270 per saham.

EKONOMI | 12 April 2021

Menaker: Pengusaha Tak Mampu Bayar THR Wajib Berdialog dengan Pekerja

Pengusaha yang tidak dapat membayar THR secara penuh atau tepat waktu karena kondisi pandemi harus mencapai kesepakatan dengan pekerja terkait pembayarannya.

EKONOMI | 12 April 2021

Menaker Berikan Dispensasi Pembayaran THR H-1 Lebaran

Meski diberi dispensasi pembayaran THR paling lambat sehari sebelum hari raya Idulfitri, perusahaan tetap diimbau salurkan THR H-7 Lebaran.

EKONOMI | 12 April 2021

Ultah ke-16, Unit Usaha Syariah Tugu Insurance Gandeng Rumah Zakat

Dalam ulang tahunnya ke-16, Tugu Insurance menandatangani kerja sama dengan Yayasan Rumah Zakat untuk program Rumah Wakaf Indonesia.

EKONOMI | 12 April 2021

Harga Emas Antam Turun Tipis

Harga emas Antam pada perdagangan Senin (12/4/2021) mencapai Rp 926.000 per gram, turun Rp 1.000 dari perdagangan sebelumnya.

EKONOMI | 12 April 2021

Laba Emiten Pengolah Makanan Panca Mitra Naik 78%

Kinerja selama 2020 ini didukung penjualan ekspor terutama ke Amerika Serikat (AS) yang meningkat 27% menjadi US$ 138,3 juta dari US$ 108,8 juta.

EKONOMI | 12 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS