BEI: Relaksasi Laporan Keuangan Tak Hambat Investor dapat Informasi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

BEI: Relaksasi Laporan Keuangan Tak Hambat Investor dapat Informasi

Senin, 12 April 2021 | 21:11 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menyatakan, tidak tepat pandangan yang menilai bahwa relaksasi laporan keuangan mengakibatkan investor tidak mendapatkan informasi penting lain yang relevan untuk pengambilan keputusan investasi.

"Dalam mendukung pemulihan perekonomian akibat pandemi dan tetap mengedepankan transaksi teratur, wajar dan efisien, bursa memperhatikan berbagai aspek baik terkait perlindungan investor dan kondisi yang dihadapi perusahaan tercatat secara keseluruhan," ujarnya, Senin (12/4/2021).

Nyoman mengatakan, pandemi dan terbatasnya aktivitas perusahaan tercatat berpengaruh pada penyusunan laporan keuangan. Kebijakan relaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan kepada publik merupakan upaya regulator pasar modal untuk memahami kondisi, sehingga laporan keuangan tetap dapat disajikan secara andal (reliable) sesuai standar akuntansi dan disclosure yang memadai.

Kebijakan serupa, menurut Nyoman tidak hanya diberlakukan di Indonesia, juga tetapi oleh regulator pasar modal di dunia seperti Malaysia, Jepang, Singapura, dan Filipina. Bahkan negara-negara lain di negara maju seperti Jepang, Inggris, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Kanada juga memperpanjang waktu publikasi laporan keuangan. "Komparasi dengan bursa-bursa lain menjadi penting karena kita menjadi bagian yang tidak terpisah dari perekonomian global dan pandemi ini terjadi di seluruh dunia," ungkap Nyoman.

Meskipun regulator pasar modal menerapkan kebijakan relaksasi penyampaian laporan keuangan dan laporan tahunan, keterbukaan informasi insidentil, peristiwa material dan penting untuk diketahui publik tetap tersedia bagi investor untuk mengambil keputusan investasinya.

Perusahaan tercatat wajib comply terkait ketentuan penyampaian keterbukaan informasi. Dengan adanya ketentuan tersebut, maka perusahaan tercatat tetap diwajibkan untuk menyampaikan keterbukaan informasi atas informasi atau fakta material kepada publik sesegera mungkin setelah tanggal kejadian, sehingga publik tetap akan memperoleh informasi atau kondisi terkini dari perusahaan tercatat.

Selain hal tersebut, tambah Nyoman, dalam rangka memberikan informasi mengenai kondisi terkini perseroan, bursa mewajibkan perusahaan tercatat untuk menyampaikan kepada publik secara berkala keterbukaan informasi mengenai dampak pandemi terhadap masing-masing perusahaan tercatat.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode pertama (1991-1996) Hasan Zein Mahmud menyoroti relaksasi aturan kelonggaran waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan yang melantai di BEI. Menurutnya, kebijakan tersebut justru menciderai asas tata kelola perusahaan yang baik dari perusahaan tercatat di lantai bursa.

Menurut Hasan, hingga minggu kedua April masih banyak perusahaan publik yang belum menyampaikan laporan tahunan 2020. Menurutnya, dispensasi dan kelonggaran yang diberikan seharusnya hanya sebatas aktivitas bisnis perusahaan, bukan tata kelola. Namun demikian bantuan berupa kelonggaran menyangkut kualitas tata kelola justru akan memberikan dampak yang buruk. "Seharusnya hal ini (penyampaian laporan keuangan) bukan kompromi. Ini terkait dengan kualitas transparansi. Bukan kelonggaran pada ruang integritas dan rule of conducts. Bukan pemberian ruang pada hanky panky," ujarnya.

Untuk informasi, berdasarkan dengan surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-30/D.04/2021 tanggal 2 Maret 2021 perihal Penegasan, Perpanjangan, atau Pencabutan Kebijakan Relaksasi Terkait Dengan Adanya Pandemi Corona Virus Disease 2019, maka relaksasi sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00089/BEI/10-2020 tanggal 15 Oktober 2020 tersebut masih berlaku sampai dengan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku oleh bursa. Sehubungan dengan hal tersebut, maka untuk perusahaan tercatat yang memiliki Laporan Keuangan dengan tahun buku berakhir per 31 Desember, batas waktu penyampaian laporan keuangan diperpanjang dari batas waktu penyampaian laporan.

Pertama, untuk laporan keuangan tahunan (auditan) diperpanjang selama dua bulan, yaitu 31 Mei 2021. Kedua, laporan keuangan triwulan I diperpanjang selama dua bulan. Ketiga, laporan keuangan tengah tahunan diperpanjang selama satu bulan. Keempat, laporan keuangan triwulan III diperpanjang selama satu bulan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Julo Ajak Peminjam Bijak Pakai Kredit Digital

Saat ini, Julo telah melayani lebih dari 350.000 nasabah di 34 provinsi di seluruh Indonesia, dari Aceh sampai ke Papua.

EKONOMI | 12 April 2021

Politisi Gerindra Khawatirkan Gelombang 3 Covid-19 Hantam Ekonomi Nasional

Jika gelombang ketiga covid-19 terjadi menurut Kamrussaman berpotensi menghancurkan fundamental ekonomi yang sedang susah payah diperbaiki setahun terakhir ini.

EKONOMI | 12 April 2021

Maybank Gelar Undian Berhadiah My Happy & Lucky Bank

Lewat program ini, Maybank berharap bisa meningkatkan animo nasabah bank untuk aktif bertransaksi finansial secara digital di M2U dan produk ritel bank lainnya.

EKONOMI | 12 April 2021

Tantangan Industri 4.0: Pelaku Industri Butuh Banyak Penyedia Teknologi

Penerapan praktik Industri 4.0 masih terkendala keterbatasan teknologi yang tersedia saat ini, baik untuk perangkat keras maupun perangkat lunak.

EKONOMI | 12 April 2021

Mendag Lepas Ekspor Perdana Produk UMKM Hipmi ke Australia

Dalam sambutannya, Mendag Muhammad Lutfi berharap Hipmi bisa menjadi penggerak ekspor Indonesia di masa yang akan datang.

EKONOMI | 12 April 2021

HIMKI Manfaatkan Teknologi Digital Dorong UMKM Berdaya Saing Global

Digitalisasi mendorong persaingan karena memungkinkan model bisnis yang inovatif sehingga mendongkrak kinerja perusahaan.

EKONOMI | 12 April 2021

Elnusa Pertahankan Peringkat AA- dari Pefindo

Peringkat AA- mencerminkan posisi perusahaan yang kuat serta adanya diversifikasi pendapatan di bisinis jasa pendukung dan gas (migas).

EKONOMI | 12 April 2021

Pertamina Siapkan Capex US$ 10,7 Miliar di Tahun Ini

Memasuki tahun 2021, Pertamina mengakselerasi kinerja operasional untuk mencapai target pertumbuhan lebih dari 20%.

EKONOMI | 12 April 2021

GAPMMI Optimistis Industri Makanan Olahan Menggeliat Jelang Ramadan

Menurut Adhi, sudah banyak ritel modern yang meminta pengiriman stok makanan olahan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

EKONOMI | 12 April 2021

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tambah 1 Stasiun di Padalarang

Proyek kerja sama Indonesia dan Tiongkok itu semula hanya merencanakan empat stasiun, yakni stasiun di wilayah Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar.

EKONOMI | 12 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS