Industri 4.0 Wujudkan Indonesia Jadi Top 10 Ekonomi Global Tahun 2030
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Industri 4.0 Wujudkan Indonesia Jadi Top 10 Ekonomi Global Tahun 2030

Selasa, 13 April 2021 | 10:36 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah optimistis penerapan industri 4.0 dapat mewujudkan visi besar untuk menjadikan Indonesia bagian dari 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Aspirasi ini tertuang dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo pada pembukaan Hannover Messe 2021 Digital Edition, bahwa kemajuan industri 4.0 akan menjadikan Indonesia Top 10 ekonomi global di tahun 2030,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Agus menjelaskan, peta jalan Making Indonesia 4.0 merupakan inisiatif strategi sekaligus menjadi agenda nasional, yang salah satu tujuannya untuk merevitalisasi sektor manufaktur nasional melalui pemanfaatan teknologi industri 4.0. Langkah ini diyakini membuat produksi industri semakin efisien dan berkualitas sehingga bisa lebih berdaya saing global.

“Artinya transformasi digital saat ini sangat penting, terlebih lagi dapat mendukung dan mempermudah aktivitas di tengah dampak pandemi, termasuk di sektor industri,” tuturnya.

Hal ini akan memacu kinerja sektor industri untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dan menyejahterakan masyarakat.

“Jadi, sesuai arahan Bapak Presiden, dengan industri 4.0 kita juga akan mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045 nanti atau satu abad kemerdekaan Indonesia,” imbuhnya. Sebab, industri merupakan sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap PDB nasional.

Di tahun 2025, industri ditargetkan mampu berkontribusi pada PDB nasional sebesar USD133 miliar. Sasaran ini akan di dukung dengan 185 juta penduduk yang telah memiliki akses internet, terbesar ke-4 di dunia. Selain itu, Indonesia merupakan pemain ekonomi digital dan industri 4.0 tercepat di Asia tenggara.

“Apalagi, saat ini Indonesia memiliki sebanyak 2.193 startup, kelima terbesar di dunia. Dari jumlah tersebut, Indonesia telah memiliki lima unicorn dan satu decacorn. Ini adalah bagian dari kekuatan kita dalam menuju industri 4.0 yang berbasis riset dan inovasi,” papar Agus.

Hal itu selaras dengan tema utama yang diusung Hannover Messe 2021 Digital Edition, yakni “Industrial Transformation” dan Indonesia melengkapinya dengan subtema “Making Indonesia 4.0”. Adapun tagline yang akan diusung dalam ajang Hannover Messe 2021 adalah “Connect to Accelerate”.

Menperin Agus optimistis, lewat gelaran Hannover Messe 2021 Digital Edition, akan terjadi transfer teknologi melalui keikutsertaan Indonesia dalam upaya memperkenalkan kekuatan industri nasional dan mendorong keterhubungan Indonesia dengan jejaring rantai suplai global. Selain itu, membuka peluang besar untuk meningkatkan kerja sama dan investasi di sektor industri.

Tiga Hal Utama

Saat pembukaan Hannover Messe 2021 Digital Edition, Presiden Jokowi menegaskan tiga hal utama dalam mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0. Pertama, penguatan SDM industri 4.0 sebagai sebuah kebutuhan. Apalagi, Indonesia akan memiliki bonus demografi yang perlu dioptimalkan.

“Pada tahun 2030, jumlah usia produktif di Indonesia tumbuh dua kali lipat. Tantangannya adalah penyiapan SDM yang mampu menghadapi teknologi masa depan, misalnya big data, artificial intelligence, dan internet of things,” paparnya.

Di samping itu, untuk meningkatkan kompetensi SDM Indonesia, diperlukan pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset, dan penguatan universitas berbasis teknologi.

Langkah kedua adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri 4.0. Salah satunya melalui penerbitan UU Cipta Kerja yang akan mempermudah izin usaha dan memberikan kepastian hukum. “UU Cipta Kerja juga memberikan insentif bagi ekonomi digital dan mendukung pengembangan industri 4.0,” kata Presiden.

Ketiga, yakni investasi pada pembangunan hijau. Berdasarkan World Economic Forum, potensi ekonomi hijau atau pembangunan hijau sangat besar. Peluang bisnisnya sebesar USD10,1 triliun dan menciptakan sebanyak 395 juta lapangan pekerjaan baru hingga tahun 2030.

Menurut Kepala Negara, terkait pembangunan hijau, berbagai terobosan telah dilakukan di Indonesia. Misalnya, pembangunan Bio atau green diesel dari kelapa sawit dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di sektor rumah tangga. “Proyek ini akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru, namun juga mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Di saat yang sama, lanjut Presiden, Indonesia siap berkontribusi pada energi masa depan. “Sebagai negara produsen nikel terbesar dunia, Indonesia juga mengembangkan pengolahan biji nikel menjadi baterai lithium sebagai komponen utama baterai ponsel maupun mobil listrik,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan, Jerman ingin menjadikan Indonesia sebagai mitra utama dalam menjalankan transformasi digital.

“Apalagi tahun depan Indonesia menjadi Ketua dalam G20 dan Jerman sebagai Ketua G7, sehingga kedua negara sama-sama berperan penting,” tuturnya.

Menurut Merkel, gelaran Hannover Messe 2021 juga menjadi momentum penting bagi Indonesia dan Jerman dalam upaya memberikan kontribusi ekonomi dan pembangunan untuk kedua negara. “Selain itu, kedua negara berusaha untuk bersama mencari jalan keluar dalam menghadapi kondisi pandemi saat ini, termasuk menguatkan rantai pasok,” imbuhnya.

Lebih lanjut, diperlukan perluasan kerja sama Indonesia dan Jerman hingga tingkat global, khususnya di bidang ekonomi dan industri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Emas Antam Dibanderol Turun Rp 924.000 Per Gram

Untuk pecahan 250 gram sebesar Rp 216,265 juta.

EKONOMI | 13 April 2021

Hannover Messe Kesempatan RI Tunjukan Eksistensi sebagai Negara Ekonomi Besar

"Indonesia harus bisa tampil dan menunjukkan eksistensi sebagai negara ekonomi besar," ungkap Airlangga.

EKONOMI | 13 April 2021

Rupiah dan Mata Uang Asia Terkoreksi Pagi Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.612-Rp 14.615 per dolar AS.

EKONOMI | 13 April 2021

IHSG Langsung ke Zona Merah di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan turun 21,8 poin (0,4%) menjadi 5.925.

EKONOMI | 13 April 2021

Ekonomi Bangkit, Inflasi India Melonjak

Kenaikan inflasi dinilai masih belum konsisten dan hanya bersifat sementara.

EKONOMI | 13 April 2021

IHSG Diprediksi Tertekan, Ini Rekomendasi Sahamnya

Adapun level support berada di 5.892, 5.735 dan level resistance berada di 6.113, 6.230.

EKONOMI | 13 April 2021

IHSG Bersiap Terkena Aksi Jual, Ini Saham Pilihannya

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.898 - 6.009.

EKONOMI | 13 April 2021

Bursa Asia Dibuka Menguat Jelang Data Perdagangan Tiongkok

Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,23% pada awal perdagangan, sementara indeks Topix bertambah 0,13%.

EKONOMI | 13 April 2021

Harga Emas Melemah karena Imbal Hasil Obligasi Menguat

Kontrak emas paling aktif pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 12,10 atau 0,69% menjadi US$ 1.732,70 per ons.

EKONOMI | 13 April 2021

Harga Minyak Naik di Tengah Vaksinasi AS dan Ketegangan di Timur Tengah

Minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 33 sen menjadi US$ 63,28.

EKONOMI | 13 April 2021


TAG POPULER

# Olimpiade Tokyo


# Akidi Tio


# Mafia Tanah


# Kasus Positif Covid-19


# Kartu Vaksin



TERKINI

Polisi Tangkap Penjual Alat Pemadam yang Dimodifikasi Jadi Tabung Oksigen

MEGAPOLITAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS