Volatilitas Pasar Sudah Biasa, IHSG Masih Berpeluang ke 7.000 Tahun Ini
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Volatilitas Pasar Sudah Biasa, IHSG Masih Berpeluang ke 7.000 Tahun Ini

Senin, 12 April 2021 | 23:02 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Platform digital investasi Tanamduit tetap mempertahankan prediksinya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap bisa mencapai level barunya di 7.000 pada akhir tahun 2021. Prediksi senada juga dipatok oleh UOB Asset Management Indonesia, meski IHSG selama beberapa hari terakhir ini bergejolak hingga meninggalkan level psikologisnya di bawah 6.000.

Chief Economist Tanamduit Ferry Latuhihin mengatakan, penurunan IHSG dipicu oleh sentimen kekhawatiran akan distribusi dan ketersediaan vaksin, termasuk gelombang ke tiga Covid-19. Namun, dia optimistis pemerintah Indonesia akan bisa menangani hal tersebut. Diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat menyebut kemungkinan ketersediaan vaksin Covid-19 akan terganggu selama beberapa bulan ke depan. Ini terjadi karena sebagian negara yang jadi penghasil vaksin menerapkan embargo atau larangan ekspor.

Menurut Ferry, peluang kenaikan IHSG hingga ke posisi 7.000 ini sejalan dengan data ekonomi yang diperkirakan membaik. Prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh 7% year on year pada kuartal II-2021 dipandang sejumlah ekonom dan pelaku usaha sangat mungkin terjadi. Apalagi, realisasi kuartal II-2020 ekonomi Indonesia tumbuh kontraksi 5,32% yoy.

”Saya masih yakin, saya tidak ada alasan untuk ubah proyeksi saya bahwa indeks secara fundamental ada room ke 7.000. Market volatile itu biasa. Dari makro agregat akan terjadi akselerasi pertumbuhan ekonomi dan akan berdampak positif ke sentimen bisnis dan indeks konsumen di kuartal II. Jadi, ini saatnya untuk buy,” ujarnya, Senin (12/4/2021).

Kenaikan IHSG, menurut Ferry akan didorong utamanya oleh sektor perbankan. Untuk itu, komitmen pemerintah dalam mitigasi resiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terkait restrukturisasi kredit akibat Covid-19 amat penting.

Prediksi Tanamduit atas kenaikan IHSG hingga level 7.000 tersebut juga didukung oleh inflasi yang dia perkirakan tidak akan terjadi pada tahun ini. Sebagaimana diketahui, inflasi merupakan salah satu hal yang ditakutkan oleh para investor di pasar saham.

Menurut Ferry, inflasi tidak akan terjadi pada tahun ini karena stimulus tambahan pemerintahan Joe Biden senilai US$ 1,9 triliun sebagian besar masih akan disimpan. Selain itu, tidak semua sektor akan langsung memberikan suplai meski ekonomi sudah berjalan kembali. Terlebih lagi, tingkat pengangguran di AS saat ini juga masih cukup tinggi, yakni di atas 6%.

Lebih lanjut, Ferry melihat kenaikan IHSG ini juga akan didorong oleh pelaku pasar yang mulai keluar dari pasar fixed income atau investasi surat utang dan beralih ke saham. Hal ini disebabkan oleh naiknya yield obligasi pemerintah AS sejalan dengan pemulihan ekonomi.

Oleh karena itu, menurut Ferry saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli instrumen saham bagi investor yang memiliki horizon waktu investasi menengah maupun panjang (1-3 tahun). Menurut dia, saat ini pasar saham sedang dalam posisi sideways. Investor masih melihat lagi apa yang akan terjadi ke depannya, tetapi juga tidak agresif jual.

Chief Investment Officer UOB Asset Management Indonesia Albert Z Budiman menilai, aktivitas masyarakat yang mulai menggeliat, adanya digital banking, Pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja, hingga rencana merger Tokopedia-Gojek akan menjadi katalisator kenaikan IHSG. “Kalau Tokopedia-Gojek listing di Indonesia, maka tak ada alasan lagi untuk orang investasi di luar negeri. Ini akan jadi katalis utama dan investor luar akan masuk ke kita. Selain ke teknologi, investor juga akan spend ke bank, infrastruktur. Itu akan jadi katalis utama (IHSG) 2021 ke 7.000,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Agar Tidak Boros, Ini Tips Mengatur Keuangan Saat Ramadan

Buatlah daftar prioritas sesuai kebutuhan terkait apa saja pengeluaran yang tergolong penting dan kurang penting.

EKONOMI | 13 April 2021

Survei Ovo: Empat dari 10 Orang Simpan THR untuk Tabungan Jangka Panjang

Sekitar 43% orang menggunakan seluruh THR-nya untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.

EKONOMI | 13 April 2021

Pasar Modal Syariah Semakin Dilirik Investor Nonmuslim

Dalam satu dekade, jumlah investor syariah telah bertumbuh sebesar 17.191% dari 531 investor 2011 menjadi 91.703 investor per Februari 2021.

EKONOMI | 12 April 2021

UOBAM Indonesia Gandeng Tanamduit Hadirkan Reksa Dana IB-27

UOBAM IB-27 sebagai reksa dana indeks memiliki transparansi dalam hal alokasi aset.

EKONOMI | 13 April 2021

Hutama Karya; Rasio Kecukupan Pembangkit Listrik Indonesia Rendah

HK e-Index Indonesia saat ini masih berada di angka 0,26. Angka yang kecil jika dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki GDP di atas USD 10.000.

EKONOMI | 13 April 2021

ESDM Tambah Kuota Ekspor Batu Bara 75 Juta Ton

Kementerian ESDM menambah target ekspor batu bara pada tahun ini sebesar 75 juta ton mencapai 487,5 juta ton.

EKONOMI | 13 April 2021

Wahana Interfood Nusantara Proyeksi Ramadan Sumbang 25% Pendapatan

Wahana Interfood Nusantara memperkirakan pendapatan bulan ini akan menyumbang 25% dari target pendapatan perseroan tahun 2021.

EKONOMI | 13 April 2021

Sesi I IHSG Melemah, Lima Saham Ini Untung

Harga BAJA menguat 17,74%, PKPK naik 13,75%, TBIG meningkat 9,39%, ESSA melonjak 9,19%, BANK terangkat 9,15%.

EKONOMI | 13 April 2021

Hadapi Industri 4.0, BFI Finance Perkuat Layanan Digital

BFI Connect mengintegrasikan layanan dan produk BFI Finance ke dalam platform digital milik para mitra.

EKONOMI | 13 April 2021

Lighthouse Industri 4.0 Beraksi di Hannover Messe 2021

Kemperin telah menetapkan beberapa perusahaan di Tanah Air sebagai lighthouse 4.0.

EKONOMI | 13 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS