Logo BeritaSatu

Volatilitas Pasar Sudah Biasa, IHSG Masih Berpeluang ke 7.000 Tahun Ini

Senin, 12 April 2021 | 23:02 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Platform digital investasi Tanamduit tetap mempertahankan prediksinya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap bisa mencapai level barunya di 7.000 pada akhir tahun 2021. Prediksi senada juga dipatok oleh UOB Asset Management Indonesia, meski IHSG selama beberapa hari terakhir ini bergejolak hingga meninggalkan level psikologisnya di bawah 6.000.

Chief Economist Tanamduit Ferry Latuhihin mengatakan, penurunan IHSG dipicu oleh sentimen kekhawatiran akan distribusi dan ketersediaan vaksin, termasuk gelombang ke tiga Covid-19. Namun, dia optimistis pemerintah Indonesia akan bisa menangani hal tersebut. Diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat menyebut kemungkinan ketersediaan vaksin Covid-19 akan terganggu selama beberapa bulan ke depan. Ini terjadi karena sebagian negara yang jadi penghasil vaksin menerapkan embargo atau larangan ekspor.

Menurut Ferry, peluang kenaikan IHSG hingga ke posisi 7.000 ini sejalan dengan data ekonomi yang diperkirakan membaik. Prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh 7% year on year pada kuartal II-2021 dipandang sejumlah ekonom dan pelaku usaha sangat mungkin terjadi. Apalagi, realisasi kuartal II-2020 ekonomi Indonesia tumbuh kontraksi 5,32% yoy.

”Saya masih yakin, saya tidak ada alasan untuk ubah proyeksi saya bahwa indeks secara fundamental ada room ke 7.000. Market volatile itu biasa. Dari makro agregat akan terjadi akselerasi pertumbuhan ekonomi dan akan berdampak positif ke sentimen bisnis dan indeks konsumen di kuartal II. Jadi, ini saatnya untuk buy,” ujarnya, Senin (12/4/2021).

Kenaikan IHSG, menurut Ferry akan didorong utamanya oleh sektor perbankan. Untuk itu, komitmen pemerintah dalam mitigasi resiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terkait restrukturisasi kredit akibat Covid-19 amat penting.

Prediksi Tanamduit atas kenaikan IHSG hingga level 7.000 tersebut juga didukung oleh inflasi yang dia perkirakan tidak akan terjadi pada tahun ini. Sebagaimana diketahui, inflasi merupakan salah satu hal yang ditakutkan oleh para investor di pasar saham.

Menurut Ferry, inflasi tidak akan terjadi pada tahun ini karena stimulus tambahan pemerintahan Joe Biden senilai US$ 1,9 triliun sebagian besar masih akan disimpan. Selain itu, tidak semua sektor akan langsung memberikan suplai meski ekonomi sudah berjalan kembali. Terlebih lagi, tingkat pengangguran di AS saat ini juga masih cukup tinggi, yakni di atas 6%.

Lebih lanjut, Ferry melihat kenaikan IHSG ini juga akan didorong oleh pelaku pasar yang mulai keluar dari pasar fixed income atau investasi surat utang dan beralih ke saham. Hal ini disebabkan oleh naiknya yield obligasi pemerintah AS sejalan dengan pemulihan ekonomi.

Oleh karena itu, menurut Ferry saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli instrumen saham bagi investor yang memiliki horizon waktu investasi menengah maupun panjang (1-3 tahun). Menurut dia, saat ini pasar saham sedang dalam posisi sideways. Investor masih melihat lagi apa yang akan terjadi ke depannya, tetapi juga tidak agresif jual.

Chief Investment Officer UOB Asset Management Indonesia Albert Z Budiman menilai, aktivitas masyarakat yang mulai menggeliat, adanya digital banking, Pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja, hingga rencana merger Tokopedia-Gojek akan menjadi katalisator kenaikan IHSG. “Kalau Tokopedia-Gojek listing di Indonesia, maka tak ada alasan lagi untuk orang investasi di luar negeri. Ini akan jadi katalis utama dan investor luar akan masuk ke kita. Selain ke teknologi, investor juga akan spend ke bank, infrastruktur. Itu akan jadi katalis utama (IHSG) 2021 ke 7.000,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) Lakukan Buyback

Emiten sektor teknologi, PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) mengumumkan akan melakukan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) secara bertahap.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Bukit Asam Borong MTN PT Timah Senilai Rp 391,25 Miliar

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membeli Medium Term Notes (MTN) I PT Timah TBK (TINS) Tahun 2022 sebanyak 25 lembar atau senilai Rp 391,25 miliar.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Mayoritas Masyarakat Puas dengan Pelayanan Petugas Pajak

Mayoritas responden yang memiliki NPWP merasa puas dengan pelayanan yang diberikan petugas pajak.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Telkom Dukung Digitalisasi Pendidikan di Daerah 3T

Telkom menyerahkan bantuan berupa perangkat device, network, application ke 321 sekolah di seluruh Indonesia terutama yang berada di wilayah 3T.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Survei Indikator: 80% Masyarakat Indonesia Belum Punya NPWP

Mayoritas responden dari survei Indikator Politik Indonesia menyatakan belum mempunyai nomor pajak wajib pajak (NPWP), yakni sekitar 80%.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

TransNusa Mulai Terbang Jakarta-Bali-Yogyakarta

TransNusa lepas landas pertamanya bersama penerbangan 8B 5532 pada pukul 08.20 WIB pagi dari Soekarno-Hatta dan mendarat di Yogyakarta pukul 09.25 WIB.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Bos LPS Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di 2023

Purbaya menegaskan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menentukan arah pengembangan dan penguatan sektor keuangan di tengah kekhawatiran resesi.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Right Issue, Victoria Investama Bidik Dana Segar Rp 1,79 T

PT Victoria Investama Tbk (VICO) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Pelindo Optimistis Pelabuhan Garongkong Rampung Akhir 2022

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 optimistis target program quick win atau percepatan Pelabuhan Garongkong rampung akhir tahun 2022.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Kadin Gaungkan Inclusive Closed Loop di Rantai Pasok Jagung

Kadin mengatakan skema inclusive closed loop dapat menempatkan petani jagung di tengah ekosistem bisnis, sehingga lebih mudah mengakses permodalan.

EKONOMI | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kapolri: Ini Penyebab Banyak Korban pada Tragedi Kanjuruhan

Kapolri: Ini Penyebab Banyak Korban pada Tragedi Kanjuruhan

NEWS | 13 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings