Aprisindo Minta Pembayaran THR Mengedepankan Dialog Bipartit
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Aprisindo Minta Pembayaran THR Mengedepankan Dialog Bipartit

Selasa, 13 April 2021 | 15:06 WIB
Oleh : Herman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie menilai kebijakan pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang harus dibayar penuh atau tidak dicicil sangat memberatkan pelaku usaha, khususnya yang masih mengalami kesulitan cash flow. Pasalnya meskipun kondisi ekonomi secara umum mulai memperlihatkan adanya tren perbaikan, namun kondisi masing-masing perusahaan sangatlah berbeda.

Karenanya, Firman berharap perundingan secara bipartit dapat dilakukan apabila perusahaan tersebut memang masih mengalami kesulitan cash flow. Dialog tersebut juga harus dilakukan dengan buruhnya langsung, bukan dengan serikat buruh di level kabupaten/kota, provinsi, atau nasional. Sebab yang paling tahu kondisi perusahaan adalah buruh perusahaan tersebut.

“Yang pasti, kami pasti akan berusaha memenuhi kewajiban pembayaran THR sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah. Tetapi tidak menutup kemungkinan apabila ada yang masih tidak mampu, kita mendorong dilakukannya sosial dialog antara pengusaha dengan pekerja. Saya rasa, pekerja di perusahaan pasti lebih memahami kondisi perusahaannya daripada serikat pekerja yang ada di tingkat nasional. Mereka (pekerja) kan juga tahu kalau saat ini kapasitas produksi juga belum penuh,” kata Firman Bakrie kepada Beritasatu.com, Selasa (13/4/2021).

Firman mengungkapkan, sebetulnya perlu ada legalitas terhadap fleksibilitas pemberian THR bagi perusahaan yang tidak mampu. Hal ini penting untuk bisa menjamin kelangsungan usaha perusahaan, terutama yang melakukan kegiatan ekspor dan kondisi keuangannya belum terlalu kuat. Sebab apabila regulasinya terlalu ketat dan perusahaan tidak mampu, peluang pasar Indonesia bisa hilang.

“Ada beberapa perusahaan yang membutuhkan legalitas. Ketika mereka tidak mampu, mereka itu butuh legalitas karena diaudit oleh buyernya, misalkan untuk perusahaan alas kaki yang melakukan ekspor. Standar dari buyer itu kan selain kualitas produk, dia juga melihat apakah perusahaan ini comply dengan peraturan pemerintah. Kalau kemudian aturan pemerintahnya tidak fleksibel dan dia tidak bisa memenuhi, buyer bisa berfikir ulang apakah akan order lagi ke perusahaan tersebut atau tidak. Ini krusial untuk beberapa perusahan kita, termasuk UMKM yang juga melakukan kegiatan ekspor,” kata Firman.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE Pelaksanaan THR ini ditujukan kepada para Gubernur di seluruh Indonesia. Menaker Ida meminta THR dibayar penuh dan dilakukan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Selanjutnya, dalam SE juga dijelaskan bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, Menaker Ida meminta Gubernur dan Bupati/Wali kota agar memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

"Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sampai sebelum Hari Raya Keagamaan tahun 2021 pekerja/buruh yang bersangkutan," ungkapnya.

Menaker Ida menambahkan, kesepakatan mengenai waktu pembayaran THR keagamaan tersebut harus dipastikan tidak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan tahun 2021 kepada pekerja/buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Volatilitas Pasar Sudah Biasa, IHSG Masih Berpeluang ke 7.000 Tahun Ini

Menurut Chief Economist Tanamduit Ferry Latuhihin, peluang kenaikan IHSG hingga ke posisi 7.000 ini sejalan dengan data ekonomi yang diperkirakan membaik.

EKONOMI | 12 April 2021

Agar Tidak Boros, Ini Tips Mengatur Keuangan Saat Ramadan

Buatlah daftar prioritas sesuai kebutuhan terkait apa saja pengeluaran yang tergolong penting dan kurang penting.

EKONOMI | 13 April 2021

Survei Ovo: Empat dari 10 Orang Simpan THR untuk Tabungan Jangka Panjang

Sekitar 43% orang menggunakan seluruh THR-nya untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.

EKONOMI | 13 April 2021

Pasar Modal Syariah Semakin Dilirik Investor Nonmuslim

Dalam satu dekade, jumlah investor syariah telah bertumbuh sebesar 17.191% dari 531 investor 2011 menjadi 91.703 investor per Februari 2021.

EKONOMI | 12 April 2021

UOBAM Indonesia Gandeng Tanamduit Hadirkan Reksa Dana IB-27

UOBAM IB-27 sebagai reksa dana indeks memiliki transparansi dalam hal alokasi aset.

EKONOMI | 13 April 2021

Hutama Karya; Rasio Kecukupan Pembangkit Listrik Indonesia Rendah

HK e-Index Indonesia saat ini masih berada di angka 0,26. Angka yang kecil jika dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki GDP di atas USD 10.000.

EKONOMI | 13 April 2021

ESDM Tambah Kuota Ekspor Batu Bara 75 Juta Ton

Kementerian ESDM menambah target ekspor batu bara pada tahun ini sebesar 75 juta ton mencapai 487,5 juta ton.

EKONOMI | 13 April 2021

Wahana Interfood Nusantara Proyeksi Ramadan Sumbang 25% Pendapatan

Wahana Interfood Nusantara memperkirakan pendapatan bulan ini akan menyumbang 25% dari target pendapatan perseroan tahun 2021.

EKONOMI | 13 April 2021

Sesi I IHSG Melemah, Lima Saham Ini Untung

Harga BAJA menguat 17,74%, PKPK naik 13,75%, TBIG meningkat 9,39%, ESSA melonjak 9,19%, BANK terangkat 9,15%.

EKONOMI | 13 April 2021

Hadapi Industri 4.0, BFI Finance Perkuat Layanan Digital

BFI Connect mengintegrasikan layanan dan produk BFI Finance ke dalam platform digital milik para mitra.

EKONOMI | 13 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS