Indonesia Perlu Kebijakan Komprehensif Capai Transisi Energi Transportasi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia Perlu Kebijakan Komprehensif Capai Transisi Energi Transportasi

Selasa, 13 April 2021 | 16:50 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia telah meratifikasi regulasi penggunaan mobil listrik berupa insentif pajak untuk mencapai target transisi energi. Namun insentif itu masih terbatas, sehingga perlu suatu kebijakan komprehensif untuk meningkatkan minat investor.

“Kebijakan yang komprehensif itu meliputi insentif bagi konsumen, insentif untuk mendukung perkembangan rantai pasok dari hulu ke hilir. Ketentuan insentif dan subsidi bagi produsen dan konsumen mobil listrik masih terbatas, sehingga belum membuat investor tertarik untuk menanamkan modalnya dalam usaha mobil listrik di Indonesia,” kata Dewan Pembina Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Luky A. Yusgiantoro di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Luky menyatakan, Indonesia merupakan pasar kendaraan terbesar di Asia Tenggara sehingga potensi untuk mengembangkan industri mobil listrik dan terbuka peluang melakukan transisi energi di sektor transportasi.

Ia menambahkan dalam melakukan transisi energi sektor transportasi, langkah awal yang harus dilakukan pemerintah adalah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Sektor transportasi di Indonesia merupakan sektor terbesar kedua yang menggunakan energi fosil. Hal ini menyebabkan beban berat bagi APBN karena sebagian bahan bakar masih impor.

“Langkah berikutnya adalah ketersediaan infrastruktur pendukung seperti pengisian baterai, fasilitas perawatan mobil listrik, dan pembangkit listrik. Stasiun pengisian baterai dan fasilitas perawatan mobil listrik hanya ditemukan di beberapa kota saja," ujarnya.

Sementara itu, untuk pembangkit listrik, lanjutnya, Indonesia masih menghadapi dilema karena sebagian besar pembangkit listrik masih menggunakan batu bara. Jika Indonesia serius dalam pengembangan energi bersih, maka penggunaan energi terbarukan dalam pembangkit listrik harus ditingkatkan.

Selain itu, dalam mendukung infrastruktur diperlukan ketersediaan nikel, mulai dari bahan mentah hingga memprosesnya ke dalam bentuk baterai mobil listrik sebagai nilai tambah. Indonesia sebagai penghasil nikel terbesar di dunia tentu memiliki kesempatan untuk mengembangkan mobil listrik secara mandiri karena baterai adalah bahan utama dalam perakitan komponen mobil listrik.

“Indonesia perlu meningkatkan hubungan kerja sama dengan beberapa negara diantaranya Tiongkok guna membantu dalam pengembangan rantai pasok mobil listrik. Dengan mempertimbangkan potensi Indonesia untuk membangun rantai pasok dari hulu ke hilir dalam industri mobil listrik,” jelasnya.

Hal ini mengingat bahwa total jumlah mobil listrik di seluruh dunia saat ini mencapai 7,2 juta unit, dengan jumlah pengguna mobil listrik terbesar atau setara 47 % berada di Tiongkok. Kemudian, agenda transisi energi global saat ini kerap membahas penggunaan kendaraan listrik.

Jika solusi dapat ditemukan, termasuk memperkuat kerjasama bilateral dengan negara lain, maka Indonesia akan memasuki era baru dalam pengembangan mobil listrik dan mewujudkan agenda transisi energi.

“Target penggunaan energi bersih dan terbarukan dalam bauran energi nasional seperti yang dimandatkan dalam Kebijakan Energi Nasional diharapkan akan tercapai. Di samping itu, keamanan energi di Indonesia akan terjamin dengan adanya diversifikasi dan keberlanjutan energi pada sektor transportasi,” harapnya.

Dalam mendukung transisi energi pada sektor transportasi tersebut, pemerintah sedang menyusun sebuah kebijakan dan program untuk menggantikan mobil internal combustion engine (ICE) dengan electric vehicle (EV) atau mobil listrik secara bertahap.

EV adalah kendaraan yang digerakkan dengan sebuah atau lebih mesin listrik; roda dua (motor); roda tiga; roda empat atau lebih (mobil) dan kendaraan jenis lain yang menggunakan mesin listrik.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah total kendaraan di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 133 juta unit, yang didominasi oleh kendaraan internal combustion engine (ICE). Jumlah ini hanya sekitar setengah dari total jumlah kendaraan di Tiongkok.

Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa total jumlah kendaraan di Indonesia semakin bertambah setiap tahun. Total jumlah kendaraan di Indonesia dari tahun 2017 ke 2018 meningkat 5,9 %, sedangkan dari tahun 2018 ke 2019 meningkat 5,3 %. Dari 84 % total kendaraan di Indonesia, jenis motor menduduki jumlah terbesar. Disusul mobil pribadi pada urutan kedua yakni mencapai 11, 6 % dari total kendaraan di Indonesia.

Sementara itu, 4,4 % dari total seluruh kendaraan terdiri dari jenis bus dan kargo. Di Indonesia, kenaikan jumlah kendaraan berkaitan dengan kenaikan emisi karbon dari sektor transportasi.

Sehingga, transisi energi pada sektor transportasi di Indonesia menjadi penting untuk mengurangi masalah lingkungan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Airlangga: Kebijakan Satu Peta Bantu Penyelesaian Konflik Penguasaan Lahan

Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah selalu berkomitmen untuk memprioritaskan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dari hulu hingga hilir.

EKONOMI | 13 April 2021

Bursa Eropa Datar, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Indeks Stoxx600 Eropa naik 0,24%, DAX Jerman naik 0,26%, FTSE Inggris turun 0,02%, CAC Prancis naik 0,29%, FTSE MIB Italia naik 0,44%.

EKONOMI | 13 April 2021

BKPM Gandeng China ENFI Bangun Industri Smelter Tembaga

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyambut baik dan mengapresiasi China ENFI atas minat investasinya di industri smelter tembaga di Kab. Fakfak, Papua Barat.

EKONOMI | 13 April 2021

Kembali Melemah, IHSG Ditutup di 5.927,4

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,36% ke 5.927,4 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (13/4/2021).

EKONOMI | 13 April 2021

Ikut Hannover Messe, Pertamina Tampilkan Dukungannya dalam Pembangunan Hijau

Di Hannover Messe, Pertamina tampilkan konversi kilang untuk memproduksi green fuel dan listrik tenaga surya.

EKONOMI | 13 April 2021

Pandemi, Sanurhasta Mitra Bukukan Rugi Rp 9,8 M

Sanurhasta Mitra mencatat rugi sebesar Rp 9,78 miliar dibandingkan periode sama pada tahun 2019 yang mencatatkan laba bersih sejumlah Rp 1,08 miliar.

EKONOMI | 13 April 2021

Pemerintah Dorong Insinyur Mendukung Program Sejuta Rumah

Dalam Program Sejuta Rumah, peran insinyur sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hunian yang layak dengan struktur dan konstuksi bangunan yang baik.

EKONOMI | 13 April 2021

Ekspor Tiongkok Tumbuh 30%, Bursa Asia Ditutup Bervariasi

Indeks Nikkei 225 Tokyo naik 0,72%, Indeks Komposit Shanghai turun 0,48%, Hang Seng Hong Kong naik 0,08%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,04%, Kospi naik 1,07%.

EKONOMI | 13 April 2021

Pandemi, Pendapatan Mitra Pinasthika Mustika Menurun 30%

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) bukukan penurunan pendapatan bersih mencapai 32,49% menjadi Rp 11,18 triliun pada 2020.

EKONOMI | 13 April 2021

Pengembang Rumah Subsidi Bidik Karyawan Industri Cikarang

Prospek pasar rumah sederhana atau rumah subsidi di tahun 2021 diprediksi akan meningkat tajam.

EKONOMI | 13 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS