Manajemen Zebra Nusantara Berharap Suspensi Saham Segera Dibuka
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Manajemen Zebra Nusantara Berharap Suspensi Saham Segera Dibuka

Selasa, 13 April 2021 | 19:39 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini masih melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) atas saham PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA). Suspensi dilakukan bursa karena harga saham ZBRA melonjak signifikan.

Berdasarkan data RTI, saham ZBRA melonjak 630,43% secara year to date atau sejak awal tahun. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, saham perusahaan taksi asal Surabaya ini melesat 865,52%. Sementara, jika dilihat dalam enam bulan terakhir saham ZBRA meroket 1.580%. Saat ini, harga saham ZBRA berada di posisi Rp 840 per saham. Padahal sebelumnya saham Zebra Nusantara masuk ke dalam kategori saham Rp 50.

Hal tersebut terjadi setelah Rudy Tanoesoedibdjo masuk ke ZBRA melalui PT Trinity Healthcare (THC) dengan membeli sebanyak 665,18 juta saham ZBRA atau sebesar 77,7%. Setelah diakusisi, ZBRA bakal mengambil alih 99% saham perusahaan distributor alat dan pasokan kesehatan, Dos Ni Roha (DNR Grup) yang saat ini masih digenggam oleh THC. DNR sendiri merupakan perusahaan yang mendistribusikan produk-produk kesehatan dan peralatan medis di antaranya vitamin, hand sanitizer, rapid test kit (alat uji cepat Covid-19) hingga ventilator ke seluruh penjuru Indonesia mulai Sumatera hingga Papua.

Terkait hal tersebut, Kuasa direksi ZBRA sekaligus Direktur PT Trinity Healthcare (THC), Rudy Tanoesoedibdjo berharap pihak BEI segera membuka suspensi saham perusahaan.

"Kami tidak dijelaskan kenapa di suspen dan kami tidak tahu sampai kapan. Harapan kami segera dibuka apalagi hari ini kami sudah melakukan public expose insidentil, untuk memberi informasi kepada para pelaku usaha," katanya dalam Public Expose Insidentil, di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Berdasarkan keterangan BEI, perdagangan saham ZBRA pertama kali dalam bulan ini diberhentikan sementara dalam rangka cooling down pada 1 April 2021 dan dibuka kembali pada 5 April 2021. Kemudian penghentian sementara kembali dilakukan pada 7 April lalu untuk perdagangan tanggal 8 April 2021.

Sementara itu bila dilihat dari laporan keuangan perseroan, akhir tahun 2020, Zebra Nusantara mencetak pendapatan bersih sepanjang tahun 2020 lalu sebesar Rp 14,69 miliar. Namun, perusahaan masih membukukan rugi dan defisiensi modal. Jumlah tersebut menyusut 6,41% dari pendapatan bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp 15,70 miliar. Di sisi lain beban usaha perseroan terpantau membengkak 10,70%, dari semula Rp 3,76 miliar menjadi Rp 4,17 miliar.

Alhasil, perseroan membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,63 miliar, dibandingkan tahun lalu yang terkoreksi Rp 996,48 juta.

Adapun, liabilitas perseroan naik 18,05% menjadi sebesar Rp 17,30 miliar, terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp 14,88 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 2,42 miliar. ZBRA juga membukukan defisiensi modal dari yang semula Rp 9,08 miliar di akhir 2019 menjadi Rp 10,62 miliar di akhir 2020. Dengan demikian, total liabilitas dan defisiensi modal perseroan di akhir 2020 tercatat sebesar Rp 5,57 miliar.

Kemudian, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi per akhir 2020 Rp 594 miliar dan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Rp 447 miliar. Adapun kas setara kas akhir tahun Rp 298 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terdampak Pandemi, Cahayaputra Asa Keramik Bukukan Pendapatan Rp 217 Miliar

PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CALL) berhasil mencatatkan pendapatan bersih pada akhir 2020 sebesar Rp 217,01 miliar, menurun sekitar 25,01%.

EKONOMI | 13 April 2021

Crown Group Bakal Buka The Grand Shopping Center Juli 2021

Menurut Prisca, lima gerai ritel lainnya sedang dalam proses negosiasi tentang ruang sewa.

EKONOMI | 13 April 2021

Pelaku Usaha Keberatan atas Kenaikan Tarif Logistik di Pelabuhan Tanjung Priok

Kadin mengajukan keberatan atas kebijakan PT Pelindo II menaikkan sejumlah pos tarif berkisar antara 7% sampai 39% di Pelabuhan Tanjung Priok.

EKONOMI | 13 April 2021

Sempat Terhambat Pandemi, Ekspor Paraffin Wax Kembali Bergairah

Paraffin wax merupakan produk multimanfaat yang diperlukan oleh aneka industri. Mulai dari lilin, ban, batik, balsem, pemberantas hama, hingga kosmetika.

EKONOMI | 13 April 2021

Nasabah MNC Sekuritas Tumbuh 49,9%

Pendapatan MNC Sekuritas dari platform perdagangan saham secara online (online trading) (MNC Trade New) tumbuh 555,8% menjadi Rp 22,6 miliar.

EKONOMI | 13 April 2021

Tujuh Fakta Menarik di Hannover Messe 2021

Indonesia mendapat kesempatan emas menjadi official partner country pada Hannover Messe 2021: Digital Edition yang berlangsung pada 12-16 April 2021.

EKONOMI | 13 April 2021

Ini 5 Saham Teraktif Hari Ini

BBCA turun 1,07%, BBRI menurun 1,19%, BANK naik 10,13%, ASII stagnan, dan TBIG menguat 10,80%.

EKONOMI | 13 April 2021

Lima Saham Ini Diburu Asing Meski Indeks Melemah

Harga TBIG naik 10,80%, WSKT meningkat 2,03%, TLKM menguat 0,60%, BMRI dan WIKA stagnan.

EKONOMI | 13 April 2021

IHSG Ditutup Melemah, Saham Terregra Asia Pimpin Top Gainers

TGRA menguat 20,97%, TBIG naik 10,80%, BANK meningkat 10,13%, SAME melonjak 8,74%, dan CENT terangkat 8,21%.

EKONOMI | 13 April 2021

Waskita Karya dan SMI Tandatangi Perjanjian CSPA

PT Waskita Karya Tbk telah menyepakatai perjanjian tandatangan jual beli bersyarat untuk melakukan 2 transaksi.

EKONOMI | 13 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS