Inflasi Tinggi, S&P 500 Cetak Rekor Meski Vaksin J&J Dihentikan Sementara
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Inflasi Tinggi, S&P 500 Cetak Rekor Meski Vaksin J&J Dihentikan Sementara

Rabu, 14 April 2021 | 06:01 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasasatu.com - Bursa AS di Wall Street diperdagangkan sebagian besar menguat pada perdagangan Selasa (13/4/2021) setelah laporan inflasi Maret tidak seburuk yang dikhawatirkan. Selain itu, optimisme investor tetap terkendali meski peluncuran vaksin Johnson & Johnson (J&J) dihentikan sementara.

Indeks S&P 500 naik 0,33% menjadi 4.141,59 mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Nasdaq Composite menguat 1% menjadi 13.996,1 karena Apple dan PayPal masing-masing menguat 2%. Pembuat semikonduktor Nvidia naik 3%, dan Tesla naik 8,6%. Dow Jones Industrial Average turun 68,13 poin (0,2%) ditutup pada 33.677,27 setelah turun lebih dari 150 poin di awal sesi.

Pembukaan perdagangan berada di bawah tekanan jual pada Selasa pagi setelah BPOM AS (Food and Drug Administration/FDA) merekomendasikan penghentian sementara vaksin Covid-19 Johnson & Johnson setelah dilaporkan kasus pembekuan darah. "Ada enam kasus pembekuan darah langka dan parah yang dilaporkan setelah menerima vaksin J&J," kata FDA.

FDA meminta jeda waktu sampai Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyimpulkan penyelidikannya atas kasus ini. “Sampai proses itu selesai, kami merekomendasikan jeda,” kata FDA.

“Ini penting untuk memastikan bahwa penyedia layanan kesehatan menyadari potensi kejadian buruk ini dan dapat merencanakan perawatan yang diperlukan untuk jenis pembekuan darah tersebut.”

Penjabat Komisaris FDA Janet Woodcock mengatakan Selasa malam bahwa penghentian sementara itu akan berlangsung dalam "hitungan hari." Lebih dari 6,8 juta dosis vaksin dosis tunggal telah diberikan J&J. Akibat sentimen ini saham J&J kehilangan 1,3%.

Koordinator Tanggap Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients mengatakan bahwa pengumuman FDA seharusnya tidak berdampak material pada upaya vaksinasi nasional. “Selama beberapa minggu terakhir, kami telah menyediakan lebih dari 25 juta dosis Pfizer dan Moderna setiap minggu, dan pada kenyataannya minggu ini kami akan menyediakan 28 juta dosis vaksin tersebut,” tambahnya.

“Ini lebih dari cukup untuk melanjutkan kecepatan vaksinasi saat ini yaitu 3 juta suntikan per hari, dan memenuhi target Presiden 200 juta suntikan pada hari ke-100 dia menjabat.”

Namun sejumlah saham tertekan jika peluncuran vaksin melambat. Alaska Air dan American Airlines kehilangan 1,5% dan perusahaan rental mobil Avis Budget merosot hampir 1%. Saham Moderna, yang membuat vaksin virus corona melonjak 7,4% menyusul berita J&J, yang dilaporkan pertama kali oleh The New York Times.

“Saya tidak melihat akan ada reaksi besar di pasar selain reaksi spontan yang kita dapatkan di sini sekarang,” kata Kepala Strategi Ekuitas Morgan Stanley Mike Wilson, di “Squawk Box” CNBC.

Indeks harga konsumen, salah satu pengukur inflasi paling populer di Wall Street, naik 0,6% di bulan Maret dan tumbuh 2,6% dari periode yang sama tahun lalu. Ekonom yang disurvei Dow Jones memproyeksikan indeks harga konsumen utama naik 0,5% bulan ke bulan dan 2,5% dari tahun ke tahun.

Inflasi inti yang tidak termasuk biaya makanan dan energi yang mudah menguap, meningkat 0,3% secara bulanan dan 1,6% dari tahun ke tahun.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Menguat, Investor Fokus Data Ekonomi dan Kinerja Perusahaan

Pan-European Stoxx 600 mengakhiri sesi perdagangan naik 0,1% dengan saham ritel menguat 1,6%.

EKONOMI | 14 April 2021

Dukung Pemerintah, Bright PLN Batam Vaksinasi Ribuan Pekerja dan Mitra

Salah satu kunci bangkitnya ekonomi adalah keberhasilan vaksinasi.

EKONOMI | 14 April 2021

BPK Temukan Pembayaran Pengadaan Mobil Damkar Lebih Rp 6,5 Miliar, DPRD: Pemprov DKI Ceroboh

August Hamonangan menyoroti temuan BPK DKI Jakarta perihal pengadaan mobil pemadam kebakaran.

EKONOMI | 13 April 2021

Lucy in the Sky Siapkan Ekspansi Bisnis Setelah IPO

Lucy in the Sky berencana membuka tujuh gerai baru dengan menawarkan konsep yang menarik, setelah go public di bursa saham pada bulan April 2021.

EKONOMI | 13 April 2021

Skema Kompensasi dari Pemerintah Jadi Game Changer Kinerja PGN

Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN selama 2020 memburuk.

EKONOMI | 13 April 2021

Instamoney dan Pos Indonesia Jalin Kerja Sama Pengiriman Dana

Melalui kolaborasi dengan Pos Indonesia, Instamoney membawa inovasi baru transfer dana di Indonesia.

EKONOMI | 13 April 2021

Divaluasi US$ 39,6 M, Grab Akan Listing di Nasdaq

Grab akan mencatatkan diri di pasar modal AS Nasdaq dengan kode GRAB setelah merger dengan Altimeter Growth Corp.

EKONOMI | 13 April 2021

Manajemen Zebra Nusantara Berharap Suspensi Saham Segera Dibuka

Saat ini, harga saham Zebra Nusantara berada di posisi Rp 840 per saham. Padahal sebelumnya saham ZBRA masuk ke dalam kategori saham Rp 50.

EKONOMI | 13 April 2021

Terdampak Pandemi, Cahayaputra Asa Keramik Bukukan Pendapatan Rp 217 Miliar

PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CALL) berhasil mencatatkan pendapatan bersih pada akhir 2020 sebesar Rp 217,01 miliar, menurun sekitar 25,01%.

EKONOMI | 13 April 2021

Crown Group Bakal Buka The Grand Shopping Center Juli 2021

Menurut Prisca, lima gerai ritel lainnya sedang dalam proses negosiasi tentang ruang sewa.

EKONOMI | 13 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS