Syailendra Capital Incar Pertumbuhan Dana Kelolaan 10%
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Syailendra Capital Incar Pertumbuhan Dana Kelolaan 10%

Rabu, 14 April 2021 | 08:35 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Syailendra Capital memprediksi, pada tahun ini dana kelolaan reksa dana yang dikelola perusahaan akan kembali normal dan tumbuh di kisaran 5%-10% dari tahun 2020 sebesar Rp 23,43 triliun. Jenis reksa dana yang berpotensi tumbuh paling optimal adalah reksa dana saham, reksa dana indeks, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang.

Presiden Direktur Syailendra Capital Fajar R Hidayat mengatakan, keadaan ekonomi yang mulai pulih seiring program vaksinasi yang terus berjalan, diharapkan dapat menjinakkan pandemi. Menangkap potensi tersebut, Syailendra Capital menyiapkan beberapa produk baru reksa dana berbasis ritel di tahun ini. "Produk ini dibentuk untuk menangkap peluang pertumbuhan investor ritel yang cukup pesat belakangan ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (14/4/2021).

Untuk reksa dana indeks, perusahaan juga menyiapkan beberapa produk. Fajar menambahkan, saat ini pasar reksa dana indeks masih punya ruang besar untuk terus tumbuh. Apalagi, reksa dana indeks menawarkan transparansi yang akan memudahkan investor.

Dengan berbagai produk reksa dana baru yang sudah disiapkan ini, Fajar optimistis Syailendra bisa mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar 5%-10% dibandingkan tahun lalu. Pada akhir tahun lalu, dana kelolaan Syailendra mencapai Rp 23,43 triliun. Sementara per akhir Februari 2021, dana kelolaan Syailendra tumbuh 4,35% menjadi Rp 24,45 triliun dari periode yang sama 2020.

"Jumlah tersebut tidak termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), yang merupakan urutan ke-9 (MS7) di industri aset manajemen Indonesia. Jika termasuk semua jenis reksa dana, total dana kelolaan Syailendra adalah sebesar Rp 26,14 triliun," sebut Fajar.

Untuk mencapai target AUM, Syailendra memperluas channel distribusi. Terdiri dari direct channel yakni Syailendra Retail & Institutional Sales Representative. Lalu di semester dua pembelian secara online melalui aplikasi Syailendra bisa diwujudkan. "Ada juga indirect channel melalui bank, sekuritas, financial technology dan market place seperti Tokopedia," imbuhnya.

Syailendra Capital merupakan salah satu pemain besar di industri reksa dana Indonesia. Dari total dana kelolaan, Syailendra masuk 10 besar. Saat ini Syailendra menguasai 4,15% pangsa pasar dari seluruh dana kelolaan industri manajer investasi

Sementara Fajar mempediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bertumbuh dan hingga akhir tahun berada di level 6.900. IHSG bahkan bisa menembus level tertingginya ke level 7.000 - 7.200 pada kuartal III 2021. Sebelum akhirnya perlahan terkoreksi dan bergerak ke arah 6.900 pada akhir tahun.

Menurutnya, pada kuartal III 2021, pergerakan pasar saham juga akan mengalami perubahan. Sejauh ini saham masih digerakan oleh sentimen maupun berita saja. Sehingga, ketika ada sentimen positif, maka pasar akan menguat, begitu pun sebaliknya.

Namun memasuki semester II 2021, pasar lebih akan didorong oleh fundamental. “Kinerja emiten sebenarnya sejauh ini belum bisa dinilai, karena laporan keuangan full year 2020 ataupun kuartal I 2021 masih sangat dipengaruhi pandemi dan masa transisi. Tapi, untuk laporan keuangan kuartal II 2021, baru terlihat hasil dari konsistensi strategi masing-masing perusahaan dalam menyiasati dampak pandemi,” jelas Fajar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BRI Akan Pamit dari Aceh

Hampir seluruh portofolio pinjaman dan simpanan telah dialihkan.

EKONOMI | 14 April 2021

Emas Naik Dipicu Inflasi AS yang Kuat dan Pelemahan Dolar

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 14,9 atau 0,86% menjadi US$ 1.747,6 per ons.

EKONOMI | 14 April 2021

IHSG Berpeluang Rebound Terbatas, Simak Saham Pilihannya

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.874 - 5.983.

EKONOMI | 14 April 2021

Dibayangi Penghentian Vaksin J&J, Harga Minyak Mampu Menguat Dipicu Data Tiongkok

Minyak mentah berjangka Brent naik 64 sen, atau 1%, menjadi US$ 63,91 per barel.

EKONOMI | 14 April 2021

Inflasi Tinggi, S&P 500 Cetak Rekor Meski Vaksin J&J Dihentikan Sementara

Indeks S&P 500 naik 0,33% menjadi 4.141,59 mencetak rekor penutupan tertinggi baru.

EKONOMI | 14 April 2021

Bursa Eropa Menguat, Investor Fokus Data Ekonomi dan Kinerja Perusahaan

Pan-European Stoxx 600 mengakhiri sesi perdagangan naik 0,1% dengan saham ritel menguat 1,6%.

EKONOMI | 14 April 2021

Dukung Pemerintah, Bright PLN Batam Vaksinasi Ribuan Pekerja dan Mitra

Salah satu kunci bangkitnya ekonomi adalah keberhasilan vaksinasi.

EKONOMI | 14 April 2021

BPK Temukan Pembayaran Pengadaan Mobil Damkar Lebih Rp 6,5 Miliar, DPRD: Pemprov DKI Ceroboh

August Hamonangan menyoroti temuan BPK DKI Jakarta perihal pengadaan mobil pemadam kebakaran.

EKONOMI | 13 April 2021

Lucy in the Sky Siapkan Ekspansi Bisnis Setelah IPO

Lucy in the Sky berencana membuka tujuh gerai baru dengan menawarkan konsep yang menarik, setelah go public di bursa saham pada bulan April 2021.

EKONOMI | 13 April 2021

Skema Kompensasi dari Pemerintah Jadi Game Changer Kinerja PGN

Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN selama 2020 memburuk.

EKONOMI | 13 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS