IPO November, Widodo Makmur Perkasa Incar Dana Segar Rp 5,5 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

IPO November, Widodo Makmur Perkasa Incar Dana Segar Rp 5,5 Triliun

Kamis, 15 April 2021 | 17:31 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemulihan ekonomi yang sudah di depan mata, didukung langkah pemerintah yang akan tancap gas pada kuartal II-2021 untuk mengejar ketertinggalan ekonomi akibat dampak pandemi virus corona (Covid-19) membuat perusahaan kian mantap untuk go public di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Salah satunya PT Widodo Makmur Perkasa (WMP), induk usaha PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) yang sudah lebih dahulu terjun mencatatkan saham perdananya melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Februari 2021 kemarin.

Kala itu, WMUU melepas sebanyak 15% saham ke publik, diturunkan dari sebelumnya sebesar 35% dan menetapkan harga saham IPO di angka Rp 180 per saham. Dari aksi korporasi ini, perseroan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak empat kali selama masa penawaran umum dan proporsi investor yang menyerap yakni investor institusi 69,5% dan ritel 30,5%.

CEO Widodo Makmur Perkasa Tumiyana mengaku, perseroan saat ini tengah melakukan berbagai persiapan untuk IPO jumbo. Pendaftaran akan dimulai pada bulan Juli mendatang sehingga pada akhir November tahun ini, WMP sudah tercatat di BEI. IPO akan memakai buku Juni 2021 dan bertindak sebagai Joint Lead Underwriters (JLU) adalah PT BRI Danareksa Sekuritas.

Dalam aksi korporasi ini, WMP, sebut Tumiyana mengincar dana yang besar hingga Rp 5,5 triliun. Pihaknya optimistis penawaran umum saham perdana ini akan disambut baik oleh para investor.

“Suasana 2021 layak secara makro untuk mencari dana yang efisien. Restrukturisasi supaya tidak masuk kesana harus cari raising fund dari luar. Pertumbuhan usaha juga harus di-develop. Jadi, Widodo Makmur Perkasa tahun ini akan IPO dengan market cap Rp 18-21 triliun. Kita akan keluar 30% dari total. Jadi, sekitar Rp 5,5 triliun,” katanya dalam acara Zooming With Primus dengan topik "IPO dan Momentum Pemulihan Ekonomi" yang disiarkan secara langsung di BeritaSatu News Channel, Kamis (15/4/2021).

Perseroan, dikatakan Tumiyana mengincar peningkatan kapasitas perusahaan dalam hal tanaman pangan dan peningkatan protein. Melalui dana IPO, WMP akan menginvestasikan Rp 10,9 triliun dalam empat tahun ke depan.

”Investasi Rp 10,9 triliun dalam empat tahun ke depan, paling besar didominasi untuk fasilitasi WMU. Kita akan tanam jagung dan integrated farming di Sulawesi Selatan seluas 15.000 hingga 20.000 hektare (ha) untuk support WMU. Di situlah akan jadi cost reduction yang cukup besar setelah kita tanam jagung. On farm kita akan jaga di 55%,” ucapnya.

Selain di Makassar, Sulawesi Selatan, perseroan juga akan melakukan penanaman di Lampung seluas 6.000 ha. Sehingga, jumlah luas tanam yang ditanami mencapai 26.000 ha dalam dua tahun ke depan atau identik dengan 55% dari bahan baku Widodo Makmur Unggas.

Dengan didedikasikannya Rp 10,9 triliun untuk integrated farming, dengan demikian, diungkapkan Tumiyana, perseroan akan memiliki kawasan besar tanaman pangan yang didukung dengan energi terbarukan (renewable energy).

“Akan jadi kawasan besar disitu, ada tanaman jagung dan sapi. Nanti limbah jagungnya masuk ke sapi dan itu cycle-nya luar biasa. Karena saya 33 tahun di konstruksi akan mengoptimalkan renewable energy, nanti jadi dari panel surya saya combine dengan wind power. Karena satu farm di Makassar dengan luasan 20.000 ha akan memerlukan energi sekitar 20 megawatt. Jadi, cukup untuk digarap terintegrasi di dalam satu kawasan. Output-nya nanti ada sosis, bakso, item yang terkait dengan protein,” jelas Tumiyana yang pernah menjabat sebagai direktur utama di PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Bicara soal sektor pangan, tambah Tumiyana, industri tersebut memiliki turn over yang setara dengan sektor energi, bahkan diprediksi bisa lebih tinggi. Sektor energi memiliki turn over sekitar Rp 1.000 triliun, sedangkan sektor pangan sebesar Rp 983 triliun. Namun, dengan kenaikan tiap tahun 5,7% dengan asumsi pertumbuhan penduduk net 1,4%, maka tahun ini diprediksi turn over di sektor pangan akan tembus Rp 1.050 triliun.

”Itu akan menduduki turn over juara 1, dibandingkan konstruksi. Selain itu, industri ini (pangan) tidak akan mengalami sunset karena kebutuhan akan protein semakin meningkat. Industri ini masih bisa didorong tinggi karena permintaan beras yang akan terus naik begitupun juga di Indonesia timur yang konsumsinya diluar beras juga naik. Makanya WMU akan kita naikkan kapasitas rice milll-nya yang sekarang 50.000 ton per tahun menjadi 300.000 ton pada tahun depan. Apalagi, Indonesia saat ini 40% masih impor daging,” jelasnya.

Saat ini, Tumiyana menyebutkan, selain unggas, perseroan juga mengelola daging sapi di mana akan dilakukan penggemukan sebanyak 120.000 ekor dalam setahun. Alhasil, produk turunan perseroan seperti halnya sosis, nugget, bakso dan lainnya dari saat ini berjumlah 84 item akan meningkat pesat menjadi 350 item di akhir tahun 2021.

Lebih lanjut, untuk mendukung target-target tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2 triliun tiap tahunnya. Dana tersebut tak lain untuk memproduksi bahan pangan, baik pangan untuk bahan baku protein.

Terkait kinerja, Tumiyana pun menyebut pertumbuhan pendapatannya ada di angka 400% pada 2021 dibandingkan akhir tahun lalu. Realisasinya sekitar Rp 3,1 triliun menjadi Rp 11 triliun, pada tahun depannya Rp 21 triliun. Dalam lima tahun average growth-nya di angka 42%. Peningkatan itu berasal dari lima business plan yang dimiliki antara lain dari integrated farm, integrated poultry, dan produk turunannya.

“Revenue yang paling tinggi tahun ini, karena fasilitas produksi kita semua sudah on. Jadi, penjualan tahun ini bisa meningkat luar biasa,” ungkap Tumiyana.

PT Widodo Makmur Perkasa adalah perusahaan yang memproduksi bahan pangan dan penyediaan papan. Merintis usaha feedlot sejak tahun 1995 dan dikembangkan secara profesional pada tahun 1999. WMP memulai core bussines dari usaha penggemukan sapi. Usaha ini berkembang pesat dan menempatkan WMP sebagai salah satu perusahaan penyuplai sapi bakalan terbesar di Indonesia.

Pada perkembangan selanjutnya, WMP fokus untuk mengembangkan tujuh lini bisnis sebagai core business meliputi lini bisnis livestock, meat, food and commodity, poultry, property, energy dan capital and investment. [Lona Olavia]



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ekspor Benih Lobster Dilarang, Budidaya di Dalam Negeri Dioptimalkan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen tidak lagi mengekspor Benih Benih Lobster (BBL).

EKONOMI | 15 April 2021

Ini 5 Saham Paling Aktif Hari Ini

BBCA turun 0,40%, BANK menguat 5,83%, TBIG naik 4,84%, BBRI terangkat 1,38%, dan EMTK meningkat 7,14%.

EKONOMI | 15 April 2021

IHSG Menguat, Asing Borong 5 Saham Ini

TBIG naik 4,84%, BBRI meningkat 1,38%, ANTM menurun 0,43%, BBNI menguat 1,27% dan BBCA melemah 0,40%.

EKONOMI | 15 April 2021

Ekspor Sektor Industri Pengolahan Tumbuh 22,27%

Sektor industri pengolahan memegang peranan terbesar dengan sumbangsih 80,84%.

EKONOMI | 15 April 2021

Produk Tugu Insurance Kini Tersedia di Aplikasi MyPertamina

Produk-produk asuransi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) kini tersedia di aplikasi MyPertamina.

EKONOMI | 15 April 2021

Dua Proyek Strategis Nasional di Sulsel Perlu Akselerasi

Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah kunci suksesnya pembangunan.

EKONOMI | 15 April 2021

Indeks Ditutup Menguat, Saham MD Pictures Paling Cuan

FILM menguat 11,43%, MPMX naik 11,30%, PNBS meningkat 9,65%, CPIN melonjak 8,39%, dan ASSA terangkat 7,42%.

EKONOMI | 15 April 2021

Kurs Rupiah Masih Stabil di Kisaran Rp 14.600

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Kamis (15/4/2021), masih datar di kisaran Rp 14.600.

EKONOMI | 15 April 2021

15 Perusahaan Sudah IPO, 20 Lagi Menyusul

Sekitar 20 perusahaan sudah dalam pipeline untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham di BEI dalam waktu dekat.

EKONOMI | 15 April 2021

Tingkatkan Ekspor, Kemdag Keluarkan Izin Ekspor dalam Waktu 8 Jam

Pada tahun 2020 ketika Covid-19 mulai menyebar, neraca ekspor Indonesia hanya turun 2,61%.

EKONOMI | 15 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS