Kadin Minta Pemerintah Tinjau Kembali Larangan Mudik
Logo BeritaSatu

Kadin Minta Pemerintah Tinjau Kembali Larangan Mudik

Jumat, 16 April 2021 | 14:45 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah meninjau kembali larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto mengatakan, para operator tansportasi, baik darat, laut, dan udara menilai pelarangan mudik belum tentu efektif sehingga tidak perlu diadakan pelarangan.

"Jadi sebenarnya tidak perlu ada pelarangan mudik pada 2021. Namun, pelaksanaan mudiknya harus dilakukan dengan prosedur kesehatan yang ketat,” ujar Carmelita di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Dia menambahkan, untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19, pemerintah dapat melakukan pengendalian dan pengetatan terhadap angkutan umum dan angkutan pribadi yang melakukan perjalanan dengan dilakukan tracing atau screening Covid-19.

"Tracing dapat dilakukan, misalnya di terminal Tipe A menggunakan GeNose yang berbiaya lebih murah. Akan lebih baik, apabila tracing penumpang tersebut dapat difasilitasi pemerintah dengan dilakukan secara gratis selama angkutan Lebaran," terang Carmelita.

Belajar dari tahun lalu, sambung Carmelita, banyak pemudik yang tetap kucing-kucingan agar bisa pulang ke kampung. Meski ada upaya penyekatan dan menghambat pergerakan orang di wilayah-wilayah perbatasan, tapi pemudik justru menggunakan angkutan ilegal berpelat hitam.

Diharapkan, petugas di lapangan dapat memastikan, penggunaan angkutan illegal pada angkutan mudik seperti tahun lalu tidak terjadi lagi.

Belum lagi, kata dia, banyak pemudik yang melakukan perjalanan ke kampung halaman sebelum diberlakukannya pelarangan mudik.

"Pelarangan mudik akan semakin memberatkan sektor angkutan darat, jika setelah pelarangan mudik dilanjutkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena terjadi lonjakan angka terpapar Covid-19 di daerah. Ini akan memperparah penderitaan angkutan jalan," imbuh dia.

Untuk itu, lanjut Carmelita, sangat diperlukan insentif untuk angkutan jalan. Insentif yang diberikan selama ini masih bersifat umum dan belum ada insentif khusus, misalnya bantuan langsung tunai (BLT) secara merata kepada seluruh awak kendaraan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ramadan, Tiki Incar Kenaikan Volume Pengiriman 15%

Saat ini, Tiki memiliki empat fasilitas drive thru.

EKONOMI | 16 April 2021

Kebijakan OJK soal Restrukturisasi Dinilai Kurangi Risiko Kredit

Restrukturisasi kredit diberikan terutama kepada nasabah dari pelaku bisnis yang sebelum pandemi Covid-19 mencetak kinerja keuangan positif.

EKONOMI | 16 April 2021

Indodax Catat 3 Juta Anggota Aktif

Meningkatnya jumlah member karena masyarakat Indonesia saat ini sedang hype Bitcoin dan kripto.

EKONOMI | 16 April 2021

Emiten CPO dan Batu Bara Dapat Sentimen Positif

Pelaku pasar pada hari ini cermati imbas data perdagangan Indonesia.

EKONOMI | 16 April 2021

Djasa Ubersakti Raih Tambahan Dua Kontrak Baru Rp 66,7 Miliar

Djasa Ubersakti juga berencana menggarap proyek infrastruktur dan investasi

EKONOMI | 16 April 2021

Sesi Siang 235 Saham Turun, IHSG Melemah ke 6.075

Sebanyak 209 saham naik, 235 saham melemah dan 187 saham stagnan.

EKONOMI | 16 April 2021

Februari, Utang Luar Negeri Indonesia Naik 4% Jadi Rp 6.166 Triliun

Utang luar negeri pemerintah tumbuh 4,6% dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2021 sebesar 2,8% seiring dengan upaya penanganan dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 16 April 2021

Antisipasi Lonjakan Pengiriman Selama Ramadan, Lion Parcel Tambah Infrastruktur

Lion Parcel menambah jumlah armada transportasi darat truk hingga 25%.

EKONOMI | 16 April 2021

Rehabilitasi Gedung dan Fasilitas Umum Pascabencana Gempa Bumi di Sulbar Capai 34,15%

Kempupera tengah melakukan rehabilitasi sejumlah gedung dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa bumi di Sulawesi Barat.

EKONOMI | 16 April 2021

Triwulan I, Program Sejuta Rumah Capai 164.071 Unit

Kempupera catat pencapaian kinerja program Sejuta Rumah pada triwulan pertama 2021 mencapai angka 164.071 unit rumah.

EKONOMI | 16 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS