Hingga 16 April, BI beli SBN Rp 101,91 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hingga 16 April, BI beli SBN Rp 101,91 Triliun

Selasa, 20 April 2021 | 18:37 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana hingga 16 April 2021 sebesar Rp 101,91 triliun.

Secara rinci, Perry menyebutkan pembelian SBN tersebut terdiri dari sebesar Rp 28,33 triliun melalui mekanisme lelang utama dan sebesar Rp 73,58 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO).

“Pada 2021 Bank Indonesia melanjutkan pembelian SBN dari pasar perdana untuk pembiayaan APBN Tahun 2021,” katanya dalam Rapat Dewan Gubernur, Selasa (20/4/2021).

Ia mengatakan bahwa pembelian SBN dari pasar perdana untuk pembiayaan APBN Tahun 2021 dilakukan melalui mekanisme sesuai Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia yang telah diperpanjang hingga 31 Desember 2021.

Sementara itu, ia memastikan bahwa kondisi likuiditas di perbankan dan pasar keuangan tetap longgar sejalan dengan kebijakan moneter akomodatif dan sinergi bersama kebijakan fiskal untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Sejak tahun 2020, Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp 798,85 triliun (5,18% dari PDB), yang terdiri dari Rp 726,57 triliun pada tahun 2020 dan sebesar Rp 72,27 triliun pada tahun 2021 (hingga 16 April 2021)”tuturnya.

Ia menjelaskan kondisi likuiditas yang longgar pada Maret 2021 telah mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 33,58 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tinggi sebesar 9,20 persen (yoy). Bahkan besaran moneter mendorong pertumbuhan M1 dan M2 pada Maret 2021 tetap terjaga yakni sebesar masing-masing 10,8 persen (yoy) dan 6,9 persen (yoy).

“Ketahanan sistem keuangan juga tetap terjaga meskipun fungsi intermediasi perbankan masih perlu didorong,” tegasnya.

Sementara itu, Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Februari 2021 tetap tinggi sebesar 24,52 persen dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah yakni 3,21 persen (bruto) dan 1,04 persen (neto).

Di sisi lain, intermediasi perbankan masih mengalami kontraksi sebesar 4,13 persen (yoy) pada Maret 2021 di tengah kondisi likuiditas yang longgar.

Oleh sebab itu, Perry memastikan langkah penguatan terus dilakukan untuk menjaga optimisme dan mengatasi permasalahan permintaan dan penawaran kredit/pembiayaan dari perbankan kepada dunia usaha.

“Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus menempuh kebijakan makroprudensial akomodatif dengan mempertahankan rasio CCB sebesar 0% dan rasio PLM sebesar 6%, dengan fleksibilitas repo sebesar 6%, serta menetapkan rasio PLM Syariah sebesar 4,5% dengan fleksibilitas repo sebesar 4,5%”tuturnya.

Dengan demikian, Bank Indonesia juga terus memperkuat transparansi SBDK perbankan serta melanjutkan koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong percepatan transmisi kebijakan moneter kepada suku bunga kredit perbankan dan meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terdampak Pandemi, Sektor Manufaktur dan Konstruksi Butuh Stimulus

Arsjad menilai, pendekatan one size-fits all bagi industri nasional tidak bisa diimplementasikan.

EKONOMI | 20 April 2021

Wujudkan Net Zero Emission, Subsidi BBM Harus Dihapus

Skenario net zero emission dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa mendatang.

EKONOMI | 20 April 2021

Pembangunan Rendah Karbon Percepat Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Kebijakan strategis pembangunan rendah karbon di sektor energi yaitu peningkatan efisiensi energi dan bauran energi terbarukan.

EKONOMI | 20 April 2021

Digelar Virtual, FIFGroup Fest Hadir untuk Warga Yogyakarta

FIFGroup Fest akan hadir dengan konsep virtual mulai tanggal 19 April hingga 28 April 2021.

EKONOMI | 20 April 2021

Triwulan I 2021, Bank Kalsel Catat Laba Rp 121 Miliar

Laba Bank Kalsel meningkat 45,85% atau senilai Rp 121,49 miliar.

EKONOMI | 20 April 2021

Menteri Basuki Segera Rampungkan SPAM di Kawasan Danau Toba

Pembangunan jaringan layanan air minum diharapkan menjaga optimisme dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur.

EKONOMI | 20 April 2021

Peringati Harkonas, Masyarakat dan Pelaku Usaha Didorong Ikut Pulihkan Ekonomi Bangsa

Peringatan Harkonas ini diharapkan mampu mendorong semangat masyarakat dan pelaku usaha untuk bangkit serta memulihkan kembali ekonomi bangsa

EKONOMI | 20 April 2021

IHSG Turun, Ini Saham Teraktif Secara Volume dan Value

Level tertinggi indeks mencapai 6.045,69, sedangkan terendah 5.997,94.

EKONOMI | 20 April 2021

Meski IHSG Terkoreksi, Asing Borong TLKM, ASII, Hingga TBIG

Sebanyak 225 saham harganya naik, 259 saham turun, dan 162 saham stagnan.

EKONOMI | 20 April 2021

Ini Alasan BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021

Konsumsi swasta yang masih tumbuh terbatas menjadi alasan BI menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021.

EKONOMI | 20 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS