Jumlah Saham Syariah Melonjak dalam 10 Tahun Terakhir
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jumlah Saham Syariah Melonjak dalam 10 Tahun Terakhir

Rabu, 21 April 2021 | 18:46 WIB
Oleh : Gita Rossiana / WBP

Jakarta, Beritasatu.com -Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perkembangan signifikan di industri pasar modal syariah. Dalam 10 tahun terakhir periode 2011 hingga 16 April 2021, jumlah saham syariah meningkat hingga 84% atau lebih tinggi dari jumlah saham di BEI yang mencapai 65%.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI Ignatius Denny Wicaksono menjelaskan, jumlah saham syariah baru mencapai 237 saham pada 2011. Namun pada 16 April 2021 sudah bertambah mencapai 435 saham. Sementara total jumlah saham di BEI pada 2011 mencapai 440 saham. "Jumlah saham ini hanya meningkat 65% menjadi 728 saham pada 16 April 2021," kata dia dalam edukasi wartawan "Peluncuran Indeks IDX-MES BUMN 17" secara Virtual, Rabu (21/4/2021).

Denny mengatakan, peningkatan jumlah saham syariah sejalan dengan kapitalisasi pasar. Dalam 10 tahun terakhir, kapitalisasi pasar saham syariah meningkat 6,4% per tahun menjadi Rp 3.493 triliun pada 16 April 2021. "Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat 14,6% per tahun menjadi Rp 8,54 triliun per hari pada 16 April 2021," kata dia.

Jumlah investor syariah, lanjut Denny juga mencatat peningkatan signifikan dalam 6 tahun terakhir. BEI mencatat, jumlah investor syariah bertambah 1.913% dari 4.908 investor pada 2015 menjadi 93.870 investor hingga Maret 2021.

Melihat perkembangan positif ini, BEI berinisiatif meluncurkan indeks saham syariah baru, yakni IDX-MES BUMN 17. Dipilihnya indeks BUMN karena besarnya pengaruh saham BUMN terhadap pasar modal. "Saham BUMN yang tercatat di BEI hampir 24% dari kapitalisasi pasar modal di Indonesia, bahkan ditransaksikan 37% dari total nilai dan 29% frekuensi transaksi saham harian," jelas dia.

Selain itu, performa saham BUMN juga cukup baik dalam 10 tahun terakhir. Denny menyebutkan, jumlah saham BUMN bertambah 13 BUMN dan kapitalisasi pasarnya meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Kehadiran indeks saham syariah BUMN ini juga diharapkan bisa menjadi alternatif basis produk reksa dana dan exchange trade fund (ETF). Selama ini hanya JII dari tiga indeks saham syariah yang menjadi rujukan produk investasi.

Kepala Unit Pengembangan Produk I BEI Kautsar Primadi mengatakan, IDX-MES BUMN 17 ini terdiri dari 17 saham syariah yang merupakan Badan Usaha Milik Negara dan anak BUMN dengan kapitalisasi pasar, likuiditas, dan fundamental perusahaan yang baik. Indeks ini akan dievaluasi secara mayor pada Mei dan November serta evaluasi minor pada Februari dan Agustus.

Adapun 17 saham yang menjadi penghuni konstituen IDX-MES BUMN 17 adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Timah Tbk (TINS), PT Pembanguna Perumahan Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Waskita Beton Tbk (WTON), PT Wika Gedung Tbk (WEGE) dan PT Indofarma Tbk (INAF).

Dari sisi kinerja, indeks IDX-MES BUMN 17 ini membukukan kinerja yang cukup baik dari tahun 2016 hingga 2020. Berdasarkan backtesting yang dilakukan BEI, IDX-MES BUMN bahkan membukukan return 7,92% pada 2020 atau paling tinggi dibandingkan indeks saham syariah dan konvensional lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BI Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah untuk Percepat PEN

BI melakukan pelonggaran likuiditas, dan pembelian obligasi pemerintah dalam rangka menjaga likuiditas di pasar.

EKONOMI | 21 April 2021

BTN Fasilitasi Karyawan Outsourcing Miliki Rumah

Karyawan outsourcing yang tergabung di ABADI dapat mengakses KPR Subsidi Bank BTN, dengan cicilan berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta perbulan.

EKONOMI | 21 April 2021

BI: Pengembangan Keuangan Syariah Jadi Sumber Baru Pertumbuhan Ekonomi

BI tidak hanya fokus pada sisi keuangan syariah, tetapi pengembangan sektor riil

EKONOMI | 21 April 2021

SIN Pajak Solusi Mencegah Korupsi

Konsep SIN Pajak sebenarnya dimulai pada 31 Desember 1965 dimana Bung Karno mengeluarkan Perpu 2/1965 mengenai peniadaan rahasia bagi aparat pajak

EKONOMI | 21 April 2021

Arkadia Digital Siapkan Sejumlah Rencana Bisnis, Simak Daftarnya

Arkadia akan mengembangkan jaringan kerja sama tidak sebatas mengelola konten, tetapi juga kerja sama periklanan.

EKONOMI | 21 April 2021

Kampus Binus Lengkapi Ekosistem Digital Hub BSD City

BSD City saat ini berkembang sebagai digital talent pool.

EKONOMI | 21 April 2021

Cetak Biru Sistem Pembayaran Dukung Peningkatan Ekonomi Syariah

Menurut Destry, terdapat tiga pilar yang saling terkait untuk mendukung ekonomi dan keuangan syariah.

EKONOMI | 21 April 2021

IHSG Terkoreksi, Volume dan Value Transaksi Saham Ini Paling Besar

Investor asing mencatat transaksi jual bersih (net sell) di semua pasar sebesar Rp 512,09 miliar.

EKONOMI | 21 April 2021

Pandemi Belum Usai, Ini Tips Mengelola THR

Tunjangan hari raya perlu dikelola dengan bijak agar dapat dipergunakan setelah hari raya Idulfitri.

EKONOMI | 21 April 2021

IHSG Ambles, Asing Banyak Lepas ASII, BBCA, BMRI, Hingga BBRI

Sebanyak 190 saham harganya naik, 290 saham turun, dan 155 saham stagnan.

EKONOMI | 21 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS