Teknologi Smart Building untuk Memenuhi Kepatuhan Gedung Sehat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Teknologi Smart Building untuk Memenuhi Kepatuhan Gedung Sehat

Kamis, 22 April 2021 | 13:26 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia telah menjadi salah satu negara di Asia Tenggara dengan jumlah pembangunan gedung terbesar, terutama di kota- kota besar seperti Jakarta. Namun, masih banyak gedung di Indonesia yang belum memenuhi standar kelayakan bangunan, termasuk dari aspek kesehatan. Kendati upaya penerapan protokol kesehatan Covid-19 telah dilakukan.

Kesehatan, salah satu dari empat pilar kelayakan bangunan yang dinilai, telah menjadi urgensi yang tidak terbantahkan lagi, terutama dengan merebaknya pandemi Covid-19. Urgensi ini juga yang semakin mendorong penerapan konsep healthy building di antara para pemilik dan pengembang gedung.

Menurut Ketua Umum Building Engineers Association (BEA), Mardi Utomo, standar kesehatan pada gedung bisa tercapai jika didukung oleh teknologi yang memadai. Hal ini semakin memperkuat fakta bahwa penerapan Industri 4.0 merupakan sebuah kebutuhan bagi berbagai sektor, termasuk bangunan, yang memungkinkan pemilik bangunan mematuhi standar kelayakan bangunan. Dalam hal operasional gedung sendiri, teknologi Industri 4.0 memungkinkan adanya integrasi, analisis, dan evaluasi data untuk melakukan monitoring dan proses pengambilan keputusan yang lebih baik, serta pencegahan gangguan bisnis.

“Operasional gedung yang efektif membutuhkan lebih banyak teknologi berbasis IoT (Internet of Things), terutama teknologi canggih dalam otomatisasi, digitalisasi, dan konektivitas data. Teknologi IoT yang telah digunakan oleh para operator gedung berupa Building Information Modeling (BIM), yang mencakup semua tahap pengembangan gedung mulai dari desain, konstruksi, commissioning, operasional dan pemeliharaan, hingga renovasi,” ujar dia dalam siaran pers, Kamis (22/4).

Ditambahkan oleh Mardi, meskipun industri gedung di Indonesia sudah menyadari pentingnya peran teknologi dalam mendukung operasional, implementasi Industri 4.0 masih cukup lambat. Banyak tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kapabilitas sumber daya manusia karena tidak tersedianya pelatihan atau program pemerintah khusus bagi teknologi bangunan, kurangnya teknologi bangunan yang dikembangkan sendiri di Indonesia, yang kemudian mengarah pada tantangan selanjutnya yakni soal biaya investasi yang tinggi.

“Biaya investasi awal yang tinggi mungkin menjadi faktor pertimbangan bagi para pemilik gedung, namun hal ini dapat menghemat biaya operasional untuk jangka panjang. Hasil yang ingin kami lihat adalah kesehatan dan keamanan, tentunya dengan praktik-praktik yang efisien dan efektif. Smart building dan penerapan teknologi menjadi beberapa cara untuk membantu para pemilik dan pengembang gedung untuk memenuhi kepatuhan-kepatuhan yang ada dan mencapai efisiensi,” demikian penjelasan Mardi.

Di samping itu, Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum Nomor 16 Tahun 2010 telah menyebutkan, pemilik dan pengembang gedung diwajibkan untuk mematuhi standard kelayakan bangunan dan memperoleh Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Mardi mengatakan, SLF dapat membuktikan bahwa sebuah bangunan telah memenuhi persyaratan kelayakan secara administratif dan teknis, menilai aspek kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan kemudahan. Oleh karenanya, penting bagi pemilik dan pengembang gedung untuk menanggapi hal ini dengan serius dan lebih patuh.

Pilar kesehatan dalam kelayakan bangunan sendiri meliputi beberapa aspek, yakni pengaturan sirkulasi udara, pencahayaan, sanitasi, dan bahan bangunan. Aspek-aspek kesehatan tersebut juga tersertifikasi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Sirkulasi udara saat ini merupakan salah satu kriteria terpenting untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19. Bangunan perlu memiliki ventilasi alami maupun mekanik yang memadai untuk memastikan sirkulasi dan kelembaban udara yang baik. Perencanaan tata ruang yang tepat, penyediaan ruang terbuka, manajemen arus gerak orang, dan pemeliharaan sistem secara berkala merupakan beberapa rekomendasi untuk menjaga kualitas kesehatan dalam bangunan,” kata Mardi.

Menurut Mardi, para pengembang gedung di Indonesia perlu mengeksplorasi lebih banyak teknologi pintar terbaru yang tersedia di pasar internasional. Pasalnya, negara lain telah semakin memajukan teknologi smart building mereka, termasuk menerapkan sistem manajemen gedung berbasis IoT.

Dia mencontohkan, Selandia Baru, sebagai salah satu negara yang berhasil melawan Covid-19, telah mengembangkan bangunan yang sehat dan aman, dengan didukung oleh teknologi-teknologi canggihnya.

“Teknologi tersebut tidak hanya mengontrol peralatan, tetapi juga mengatur arus gerak manusia secara ketat. Mereka menggunakan sistem integrasi berbasis cloud yang digunakan bersamaan dengan teknologi utilitas otomatis, memungkinkan kegiatan operasional dapat diakses kapan saja dan membayar biaya-biaya sesuai pemakaian – mendukung efisiensi total, keamanan dan mobilitas tinggi dalam pengelolaan sistem bangunan,” tutur Mardi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Iriana Jokowi Ajak Pelaku UMKM Berinovasi dan Berkreativitas

Iriana Jokowi mengakui di masa pandemi Covid-19, ada UMKM yang mampu bertahan bahkan tumbuh menjadi lebih baik.

EKONOMI | 23 September 2021

Program Bangkitkan UMKM Kelautan dan Perikanan Turut Jaga Keberlangsungan Ekosistem

KKP ikut mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dalam upaya memajukan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sektor kelautan dan perikanan.

EKONOMI | 23 September 2021

Sandiaga: Gernas BBI Bantu UMKM Masuk ke Platform Digital

program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar masuk ke platform digital.

EKONOMI | 23 September 2021

Bank Indonesia Dukung Pengembangan UMKM Melalui Klasterisasi

Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Meskipun Harga Bitcoin Turun, Aset Kripto Masih Menarik

Penurunan bitcoin sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh para investor untuk membeli bitcoin dengan harga diskon.

EKONOMI | 23 September 2021

Kemenkeu Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 4%-5%

Pihak Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 akan berada pada kisaran 4 sampai 5%.

EKONOMI | 23 September 2021

Jumlah Investor Ajaib Tumbuh Signifikan dalam 2 Tahun

Ajaib mencatatkan pertumbuhan investor yang signifikan, di mana dalam jangka waktu 2 tahun berhasil menggandeng 1.032.822 investor saham.

EKONOMI | 23 September 2021

Pagi Ini, Kurs Rupiah Terdepresiasi Tipis ke Rp 14.255

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Kamis (23/9/2021), terpantau melemah tipis ke kisaran Rp 14.255.

EKONOMI | 23 September 2021

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Saham Pilihannya

Pergerakan IHSG saat ini masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan dengan menguji area resistance 6,150-6,170.

EKONOMI | 23 September 2021

IHSG Dibuka Menguat Berkat Sentimen Positif dari the Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,42% ke 6.133,71 pada awal perdagangan hari ini, Kamis (23/9/2021).

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Joe Biden


# Piala Sudirman



TERKINI
PBB Kucurkan Dana untuk Sistem Kesehatan Afghanistan

PBB Kucurkan Dana untuk Sistem Kesehatan Afghanistan

DUNIA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings