Logo BeritaSatu
Peringatan Hari Bumi

Penerapan Teknologi dan Ekonomi Hijau Bisa Kurangi Emisi

Kamis, 22 April 2021 | 17:17 WIB
Oleh : Ridho Syukro / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Ketua Departemen Teknik Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Suprihatin mengatakan teknologi dan ekonomi hijau mempunyai peran penting mengurangi emisi karbon sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"Jika bicara perubahan iklim tidak bisa dilepaskan dari emisi gas rumah kaca yang secara global telah memperlihatkan dampaknya baik secara ekosistem maupun kesehatan manusia," kata dia dalam acara webinar Beritasatu Media Holding "Peringatan Hari Bumi", di Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Dia mengatakan, sumber emisi ini umumnya berasal dari pembakaran fosil/pembakaran non-renewable dan pembakaran hutan yang berkontribusi sebesar 50%. Sementara kontribusi metana yang dihasilkan dari sapi, sampah dan limbah sebesar 50%. "Jika Indonesia ingin mengurangi emisi, fokusnya pada pengelolaan dua sumber tersebut," kata dia.

Dia mengatakan dampak paling signifikan pemanasan global pada aspek kesehatan, pertanian, hingga sumber pangan. “Banjir dan kekeringan adalah dua fenomena alam yang disebabkan pemanasan global,” ujar dia.

Untuk itu, konsep ekonomi hijau harus diterapkan untuk mengurangi emisi seperti perluasan hutan dan mengubah perilaku hidup. Selain itu, teknologi hijau juga perlu dikembangkan di setiap aspek kehidupan misalnya konsep bangunan yang green dan mesin manufaktur yang green. "Teknologi hijau mendorong adanya siklus tertutup dan mengurangi limbah dengan demikian pengurangan emisi bisa diwujudkan secara perlahan," kata dia.

Di lapangan, masih banyak faktor yang menyebabkan teknologi hijau ini belum terealisasi dengan baik. Salah satunya terkait masalah finansial, komitmen pelaku usaha dan dorongan insentif dari pemerintah. "Penerapan ekonomi dan teknologi hijau bukan kebutuhan masa depan, melainkan kebutuhan masa sekarang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim," kata dia.

Manajer Kampanye Keadilan Iklim Walhi Yuyun Harmono mengatakan perubahan iklim ini bukan hanya menjadi tanggung jawab setiap individu manusia, tetapi ada pihak yang lebih bertanggung jawab yaitu negara maju atau industri maju. Perubahan iklim juga terkait ketimpangan antara negara berkembang dan negara maju, ketimpangan antara masyarakat berpendapatan rendah, menengah dan tinggi. "Adaptasi perubahan iklim juga dipengaruhi faktor ekonomi, bagi mereka yang mempunyai kemampuan secara finansial terhadap adaptasi perubahan iklim dampak yang dihadapi menjadi lebih ringan," kaat dia.

Walhi melihat konteks perubahan iklim ini merupakan multidimensional. Isu iklim tidak terlepas dari isu sosial lain, keadilan untuk mendapatkan air bersih, energi bersih dan pelayanan kesehatan.

Walhi melihat pencapaian net zero emission pada 2060 terlalu jauh dan semestinya bisa dipercepat dengan berbagai upaya ramah lingkungan. “Negara berkembang termasuk Indonesia juga harus bisa berlomba untuk mencapai netral karbon,” ujar dia.

Indonesia harus mulai mengubah penerapan energi fosil menjadi energi terbarukan untuk mencapai target net zero emission pada 2060 atau bahkan lebih cepat dari 2060.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kolaborasi MIND ID dengan Korporasi Inggris, Upaya Erick Diapresiasi

Upaya Erick Thohir melakukan kolaborasi antara MIND ID dengan korporasi asal Inggris Arrival Ltd diapresiasi penuh.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Manfaatkan Internet, UMKM Desa Sukarara Tembus Pasar Ekspor

Bakti, Kemenkominfo aktif melakukan pelatihan digital pada pelaku usaha, termasuk UMKM untuk meningkatkan penjualan.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Ada 1.500 Server, IDcloudHost Siapkan Infrastruktur Web3

IDCloudHost mengambil peran aktif dalam pengembangan digital ekonomi Indonesia menuju tahun 2030.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

IHSG Bertambah 50,1 Poin ke level 7.122 pada Jeda Siang

Volume perdagangan IHSG hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 157,1 miliar saham senilai Rp 7,1 triliun.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Jokowi: Krisis Global Diperparah Perang Rusia vs Ukraina

Jokowi menyatakan, perang Rusia vs Ukraina telah memperparah krisis global, yang ditandai dengan kenaikan harga pangan, energi, dan finansial.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Gandeng Akulaku, XL Axiata Genjot Penjualan dari Aplikasi

Akulaku PayLater tersedia sebagai opsi metode pembayaran yang dapat diakses bagi pengguna telekomunikasi seluler XL Axiata melalui aplikasi myXL.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Awali Perdagangan, IHSG Meroket Capai Kembali ke 7.100-an

Pukul 09.18 WIB, IHSG naik 84,2 poin (1,24%) menjadi 7.110 dan Investor33 naik menjadi ke 500,1.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

Level resistance IHSG pada perdagangan hari ini di level 7.101, 7.149, 7.178, 7.256 dengan support di level 7.049, 7.000, 6.968, 6.925.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Harga Emas Naik karena Penurunan Imbal Hasil dan Dolar

Harga emas di pasar spot menguat 1,57% menjadi US$ 1.725,87 per ons, tertinggi sejak 13 September.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Musk Hidupkan Kembali Akuisisi Twitter, Sahamnya Naik 22%

Elon Musk kembali kembali mengusulkan untuk membeli perusahaan media sosial Twitter seharga US$ 54,20 per saham,

EKONOMI | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kolaborasi MIND ID dengan Korporasi Inggris, Upaya Erick Diapresiasi

Kolaborasi MIND ID dengan Korporasi Inggris, Upaya Erick Diapresiasi

EKONOMI | 17 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings