Kuartal I, APBN "Banting Setir" demi Penanganan Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kuartal I, APBN "Banting Setir" demi Penanganan Covid-19

Kamis, 22 April 2021 | 20:58 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan hingga akhir Maret APBN telah menggelontorkan Rp 6,9 triliun untuk biaya perawatan 99.000 pasien Covid-19, belum anggaran terkait lainnya seperti vaksin dan obat.

“APBN kita banting setir diperuntukkan bagi masyarakat dan penanganan Covid untuk pulihkan ekonomi. Ini manfaat kepada masyarakat sampai Maret 2021, sangat besar anggaran untuk perawatan [pasien] Covid-19. Ini bentuk pemihakan nyata dari APBN yang bekerja keras langsung manfaat dirasakan oleh perekonomian dan masyarakat kita,” tuturnya dalam konferensi pers bertajuk APBN Kita, Kamis (22/4/2021).

Menurut Sri Mulyani, jumlah tersebut belum termasuk realisasi pengadaan obat dan vaksin. Hingga April Indonesia telah melakukan vaksinasi sebanyak 17,2 juta dosis.

“Masyarakat yang mendapat vaksin I sebanyak 8,1 juta dan vaksin 2 sebanyak 2,7 juta dengan total anggaran Rp 5,8 triliun,” tuturnya.

Menurutnya kebutuhan anggaran tersebut sudah masuk dalam anggaran Kementerian Kesehatan dan hingga kuartal I realisasi belanja barang di kementerian itu melonjak signifikan hingga 534,1 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kementerian Kesehatan jelas merupakan institusi yang paling depan menghadapi Covid, maka terlihat kenaikan belanja 2021 mencapai Rp 15,1 triliun dibandingkan tahun lalu yang Rp 2,4 triliun -- ini lonjakan hingga 534 persen,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan bahwa Indonesia telah menempati posisi kesembilan di dunia sebagai negara paling banyak melakukan vaksinasi. Secara rinci negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak dipimpin oleh Amerika Serikat yang sudah menyuntikkan 211,58 juta dosis vaksin Covid-19, kemudian Tiongkok sebanyak 192,13 juta dosis, India 126,96 juta dosis.

Selanjutnya ada Inggris sebesar 43,08 juta dosis, Brazil 36,60 juta dosis, Jerman mencapai 20,19 juta dosis, Turki 20,19 juta dosis dan Prancis 17,43 juta dosis.

Meski begitu Menkeu menyayangkan angka vaksinasi harian yang dilakukan pemerintah justru mengalami penurunan. Oleh karena itu ia meminta agar vaksinasi harian terus ditingkatkan untuk mencapai target herd immunity (kekebalan kelompok) yakni 70 persen penduduk atau sekitar 181,5 juta orang.

“Tapi kalau dilihat jumlah vaksinasi harian agak mengalami penurunan dibandingkan minggu pertama April atau Akhir Maret lalu. Ini berarti terus tingkatkan suplai vaksin untuk bisa mengejar herd immunity,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kasus baru positif Covid-19 di Indonesia mulai melandai atau konstan di bawah angka 6.000 per hari. Kondisi tersebut harus terus dijaga dengan terus menerapkan protokol kesehatan sehingga dapat dijadikan momentum yang baik untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mendorong pemulihan ekonomi Indonesia.

"Situasi sangat baik bagi Indonesia dan harus kita pertahankan dan jaga bersama. Karena menentukan apakah momentum dari kegiatan ekonomi yang muncul bisa terjaga pada saat covid dikendalikan," paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Terbitkan Peraturan untuk Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

EKONOMI | 22 April 2021

Ekspansi, Cibinong City Mall Bangun Hotel Bintang Empat

Perluasan usaha ini membuat Cibinong City Mall akan terkoneksi dengan hotel.

EKONOMI | 22 April 2021

Kuartal I, Insentif Dunia Usaha Dimanfaatkan 286.000 Wajib Pajak

Nilai insentif usaha yang telah dimanfaatkan wajib pajak pada kuartal I 2021 mencapai Rp 14,95 triliun.

EKONOMI | 22 April 2021

Penumpang Pesawat Tetap Bisa Terbang pada 22 April-5 Mei dari Bandara Soetta

Penumpang pesawat yang telah memesan tiket untuk tanggal keberangkatan 22 April sampai 5 Mei 2021 tetap bisa terbang sesuai SE 13 dan Adendum SE 13.

EKONOMI | 22 April 2021

Menkeu: Pengelolaan Dana Abadi Telah Mencapai Rp 70 Triliun

Angka ini merupakan akumulasi sejak Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berdiri tahun 2012.

EKONOMI | 22 April 2021

Asosiasi Blockchain Ingatkan Investasi Bitcoin Juga Berisiko

Investasi dengan asset digital bitcoin saat ini telah meningkat di Indonesia.

EKONOMI | 22 April 2021

Per April, Realisasi Program PEN Capai Rp 134,07 Triliun

Bidang kesehatan terealisasi Rp 18,59 triliun atau sudah 11% dari pagu Rp 175,2 triliun.

EKONOMI | 22 April 2021

Kolaborasi Fintech dan UMKM Percepat Pemulihan Ekonomi

Kolaborasi antara fintech dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 22 April 2021

Multifiling Bagikan Dividen Interim Rp 11,3 Miliar

Multifiling Mitra Indonesia meraih pendapatan sebesar Rp 36,21 miliar hingga periode 31 Maret 2021 naik 3,41% dari pendapatan Rp 35,01 miliiar.

EKONOMI | 22 April 2021

Kuartal I, BSD Catat Marketing Sales Rp 2,5 Triliun

Segmen residensial menjadi kontributor tertinggi marketing sales tersebut, yakni sebesar 69% dari total prapenjualan atau sebesar Rp 1,7 triliun.

EKONOMI | 22 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS