Logo BeritaSatu

Holding BUMN Ultra Mikro Jawaban Kebutuhan Pembiayaan UMKM

Senin, 26 April 2021 | 14:00 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Zakir Machmud, mengatakan, pembentukan holding BUMN ultra mikro menjadi langkah efektif untuk menjawab kebutuhan pendanaan pelaku usaha yang beragam, seiring integrasi dan konsolidasi dari tiga entitas anggota holding.

Holding yang akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ini diyakini masih akan menjaga karakteristik bisnis masing-masing.

Advertisement

Menurut Zakir, kebutuhan pembiayaan pelaku ultra mikro tetap akan dapat terjawab. Bahkan, kemampuan lembaga jasa keuangan tersebut dalam menjawab kebutuhan pendanaan pelaku ultra mikro akan lebih baik dengan integrasi dan konsolidasi.

"Saya setuju. Ini adalah rencana efektif. Masing-masing memiliki model bisnis yang berbeda. Kalau mau menolong UMKM memang harus dengan banyak model. Ini bagus," kata Zakir di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Dia menjelaskan, Pegadaian selama ini sudah dapat menjawab kebutuhan pelaku mikro dengan cepat karena menggunakan model gadai. Di samping itu, PNM pun memiliki bisnis yang sangat kuat dengan model pemberdayaan tanpa perlu menuntut agunan dari pelaku ultra mikro.

Kedua modal itu, menurut Zakir, akan semakin kuat dengan bantuan teknologi dan integrasi data dari BRI. Bahkan, likuiditas dari BRI akan dapat disalurkan ke PNM dan Pegadaian untuk lebih cepat menstimulasi pembiayaan ultra mikro.

Selain itu, Zakir juga berpandangan holding ini pun akan lebih kuat mendorong pelaku ultra mikro memiliki rekening tabungan. Dengan demikian, akan lebih banyak lagi lembaga jasa keuangan formal yang akan tertarik menggarap segmen ultra mikro guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional ke depannya.

"Mungkin harapan saya, holding ini juga lebih banyak menciptakan berbagai produk keuangan baru yang cocok untuk setiap karakteristik usaha ultra mikro," ungkapnya.

Terpisah, Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) alias Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata mengutarakan, pembentukan holding yang dipimpin oleh BRI akan sangat memantik optimisme pelaku UMKM.

BRI cukup berhasil dalam memberi pendampingan dengan beban pinjaman yang sangat terjangkau. Bahkan sebagian besar kredit usaha rakyat disalurkan oleh BRI, dan pelaku UMKM sudah mampu naik ke kelas yang lebih baik tanpa perlu memberatkan fiskal negara.

Dia menyampaikan, pelaku UMKM saat ini juga membutuhkan pendampingan yang mampu membawa mereka go digital. Pembiayaan tanpa pendampingan go digital justru tidak akan banyak membantu pemulihan operasional tahun ini.

"Kami juga sebenarnya mencoba untuk terus mendorong pelaku UMKM memanfaatkan platform digital agar mereka mendapat akses pasar lebih luas," katanya.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan pembentukan holding ultra mikro merupakan bagian dari sinergi pemerintah dalam peningkatan kinerja ultra mikro.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, pihaknya bersama kementerian dan lembaga lain selalu berupaya untuk bersinergi dalam membantu mengakselerasi kinerja ultra mikro pada periode pemulihan ekonomi tahun ini.

"Kita selalu mengedepankan sinergi dalam pengembangan UMKM nasional. Iya ini termasuk dengan pembentukan holding ultra mikro," ujar Teten.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2023 Bisa 5,3 Persen

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 akan berada pada kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Aplikasi Teknologi Baru Turunkan Emisi Karbon Sektor Energi

Penerapan teknologi CCS dan CCUS dinilai menjadi solusi penting untuk meningkatkan produksi migas sekaligus mencapai target penurunan emisi karbon.

EKONOMI | 7 Februari 2023

OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai jumlah bank perkreditan rakyat (BPR) saat ini masih cukup gemuk, yakni sebanyak 1.600 BPR.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Airlangga Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3 Persen di 2023

Airlangga mengatakan, pemerintah optimistis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen di tahun 2023.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Jokowi Harapkan Dukungan Program Hilirisasi, Ini Respons OJK

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, sejatinya minat industri jasa keuangan memberikan pembiayaan program hilirisasi industri cukup besar.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pluang Ajak Investor Ritel Cerdas Kenali Risiko Investasi

Pluang mengimbau investor ritel di Indonesia untuk memperhatikan status legalitas entitas bisnis yang menjual saham AS.

EKONOMI | 7 Februari 2023

PTPP Gandeng 5 BUMN Bentuk Usaha Patungan Beton Pracetak

PT PP (Persero) Tbk atau PTPP bersama 5 BUMN Karya lainnya membentuk perusahaan patungan beton pracetak bernama PT Karya Logistik Nusantara.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Kemenkeu Belum Terapkan Cukai Minuman Berpemanis, Ini Alasannya

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani menyampaikan, pengenaan cukai minuman berpemanis mempertimbangkan kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pekan Ini Ombudsman Periksa Bappebti

Ombudsman segera memeriksa Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terkait dugaan malaadministrasi dalam proses pembentukan bursa kripto.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Bisnis Warunk Upnormal Mulai Berguguran, Apa Penyebabnya?

Channel Youtube Bennix yang banyak mengulas tentang dunia saham menganalisa tujuh penyebab runtuhnya bisnis Warunk Upnormal.

EKONOMI | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

EKONOMI | 37 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE