Ditopang Permintaan Produk Digital, Pendapatan Metrodata Electronics Naik 13,9%
Logo BeritaSatu

Ditopang Permintaan Produk Digital, Pendapatan Metrodata Electronics Naik 13,9%

Selasa, 4 Mei 2021 | 13:27 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) sepanjang kuartal-I 2021 berhasil membukukan pendapatan sebanyak Rp 3,9 triliun. Jumlah ini meningkat 13,9% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yakni Rp 3,4 triliun. Pertumbuhan in sejalan dengan tingginya permintaan produk transformasi digital.

Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja mengatakan, pertumbuhan ini ditopang kinerja positif dari segmen unit bisnis distribusi dan solusi dan konsultasi yang masing-masing naik 14,3% dan 11,7% secara tahunan. Meningkatnya pendapatan ini berimbas pada naiknya laba bersih sebanyak 29% menjadi Rp 27,3 miliar secara kuartalan.

“Kami bersyukur pertumbuhan double digit dapat diraih di tengah tekanan pandemi Covid-19 yang menyebabkan kelangkaan supply cip sebagai bahan baku beberapa produk TIK secara global,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut, Direktur perseroan Randy Kartadinata menjelaskan, di kuartal pertama kinerja perseroan ditopang oleh mulai pulihnya perekonomian. Salah satunya terlihat dari unit bisnis distribusi yang membukukan peniingkatan penjualan smartphone hingga 93% dibandingkan secara tahunan.

“Selain smartphone, sejak akhir tahun lalu unit bisnis ini memasarkan produk chromebook dan turut membantu pertumbuhan penjualan notebook dan PC perseroan,” ujarnya.

Selanjutnya, unit bisnis solusi dan konsultasi Metrodata turut bertumbuh mencapai 22,6% pada periode ini. Sejalan dengan tren transformasi digital yang dilakukan oleh para pelaku industri di antaranya adalah lembaga keuangan, e-commerce, telekomunikasi, manufaktur, dan distribusi.

“Potensi bisnis solusi dan konsultasi didorong oleh para perusahaan yang berinvestasi pada TIK untuk pola kerja new normal yang membutuhkan layanan cloud services, big data & analytics, security, hybrid IT infrastructure,” ujarnya.

Kemudian, layanan lainnya yang disediakan seperti business application, digital business platform, consulting & advisory services, managed services, serta pembaharuan hardware dan software merupakan bagian dari proses transformasi digital.

“Pendapatan berulang dari segmen tersebut berkontribusi hingga 40% dari total pendapatan. Pertumbuhan ini diharapkan terus bertumbuh di tahun-tahun berikutnya dan berkontribusi positif pada kinerja Metrodata,” kata dia.

Tahun ini, Metrodata Electronics menargetkan pendapatan dan laba bersih naik masing-masing 8% dan 10%. Untuk mencapainya, perseroan akan memfokuskan penambahan kerjasama dengan mitra baru untuk produk-produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Selain itu, opsi diversifikasi unit bisnis solusi, konsultasi, dan distribusi juga bakal dilaksanakan.

Pada unit bisnis distribusi, perseroan diketahui sedang mengembangkan digital platform business untuk memfasilitasi mitra maupun dealer yang melakukan penjualan produk perseroan. Sehingga nantinya perseroan dapat melakukan pengiriman barang secara langsung atau biasa dikenal dengan sistem dropship. Langkah ini diharapkan dapat menjadi penggerak bisnis unit distribusi.

Sedangkan, pada unit bisnis Solusi, perseroan akan menyasar segmen Bank Buku II & Buku III, perusahan startup, unicorn serta sektor publik lainya, seperti BUMN. Lalu, penambahan mitra baru juga akan dilakukan perseroan dalam produk-produk software, cloud, IT security, IoT, gaming, hingga home appliances.

Terbaru, keseriusan perseroan dalam menjalankan strategi tersebut dibuktikan dengan melakukan pendirian cucu usaha yakni PT Sinergi Transformasi Digital. Perusahaan ini diprakarsai oleh induk usaha Metrodata Electronics dan anak usaha PT Mitra Integrasi Informatika (MII).

Akta pendirian STD ditandatangani pada 26 April 2021. MII akan memiliki 95% saham atau 9500 saham. Komposisi modal dasar dan modal ditempatkan masing-masing sebesar Rp 40 miliar dan Rp 10 miliar. MII akan mengeluarkan dana yang bakal disetor penuh sebagai modal ditempatkan sebesar Rp 9,5 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal II Tumbuh 7,8%

Airlangga Hartarto menyakini perekonomian pada kuartal II 2021 mulai tumbuh di zona positif pada kisaran 6,9%- 7,8%.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Sandiaga: Insentif Bebas Ongkir Dijalankan E-Commerce untuk Dukung Ekonomi Kreatif

Bebas ongkir akan dijalankan oleh pemilik platform e-commerce jelang Lebaran sebagai upaya mendukung usaha para pelaku ekonomi kreatif.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Menteri Suharso: Wujudkan Visi 2045 Perlu Kerja Keras dan Cerdas

Bappenas mengatakan, untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi terbesar keempat atau kelima di dunia pada 2045 (Visi 2045), diperlukan kerja keras dan cerdas.

EKONOMI | 4 Mei 2021

KAI Operasikan 19 KA Jarak Jauh untuk Kepentingan Non-Mudik

Jumlah KA yang kami operasikan memang hanya terbatas untuk mengakomodir pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Tol Akses Bandara Kertajati Ditargetkan Selesai September 2021

Progres konstruksi fisik tol akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati telah mencapai 58%

EKONOMI | 4 Mei 2021

Laba Bersih BSDE Melonjak 126,58% di Kuartal I

Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) torehkan laba bersih sebesar Rp 588,29 miliar pada triwulan pertama 2021, melonjak 126,58% dari Q1 2020.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Jokowi: Pengendalian Covid-19 dan Belanja Daerah, Faktor Mendasar Pemulihan Ekonomi

Dalam Musrenbangnas, Jokowi mengatakan Pengendalian Covid-19 dan percepatan belanja pemerintah merupakan kunci pemulihan ekonomi.

EKONOMI | 4 Mei 2021

IHSG Merah, Lima Saham Ini Cuan di Sesi I

Harga saham DNAR menguat 17,95%, ICON naik 13,40%, DMMX meningkat 7,75%, SMDR melonjak 7,69%, BKSL terangkat 6,85%.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Kepala BKF: Momentum Pemulihan Ekonomi Harus Dijaga

Meningkatnya indeks PMI Manufaktur menunjukkan perbaikan nyata pada kondisi bisnis.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Bappenas Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Terkontraksi 0,6%-0,9%

"Pada kuartal I 2021, diperkirakan pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi di kisaran 0,6% sampai 0,9%,” kata Suharso Monoarfa.

EKONOMI | 4 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS