Bappenas: Sektor Industri Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi 2022
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bappenas: Sektor Industri Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi 2022

Selasa, 4 Mei 2021 | 15:49 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meyakini sektor industri akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi tahun 2022. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,8% pada tahun depan.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan agar perekonomian bisa tumbuh maka sektor investasi dan ekspor harus tumbuh optimal agar bisa melakukan pemulihan ekonomi di tahun 2022. Sebab investasi akan menciptakan lapangan kerja dan ekspor berpotensi akan pulih seiring dengan pulihnya ekonomi global. “Dari sisi produksi perlu kita garis bawahi sektor industri akan menjadi kunci dan motor pertumbuhan tahun 2022 sehingga diharapkan industri manufaktur kita akan bisa tumbuh di kisaran 5,6 sampai 6,3%,” ucap Amalia dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 pada Selasa (4/5/2021).

Bappenas juga mendorong agar pemerintah daerah melakukan diversifikasi ekonomi. Diharapkan pemerintah daerah mulai menata kembali struktur perekonomian dengan cara meninggalkan sektor-sektor yang hanya berbasis komoditas untuk kemudian dialihkan kepada sektor-sektor yang lebih bernilai tambah tinggi. “Kita belajar dari dinamika perekonomian di 34 provinsi selama pandemi, perekonomian provinsi yang hanya bergantung kepada satu sektor saja sangat rentan terhadap gejolak perekonomian global maupun terhadap harga komoditas,” tutur Amalia.

Amalia mengatakan ada dua strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan industri tersebut. Pertama pemulihan jangka pendek dari sektor industri dan tenaga kerja dengan cara peningkatan belanja pemerintah dan BUMN untuk produksi dalam negeri. Berikutnya yaitu meningkatkan akses bahan baku dan bahan penolong, dan memberikan stimulus pemulihan dunia usaha. “Pemulihan jam kerja dan perekrutan tenaga kerja kembali, kawasan industri untuk menampung relokasi investasi dan pendanaan proyek industri,” ucap Amalia.

Kedua yaitu mendorong peningkatan nilai tambah sektor industri. Hal ini dilakukan dengan cara hilirisasi dari sumber daya alam dan perbaikan rantai pasok berbasis teknologi maju dan orientasi ekspor lalu investasi di bidang teknologi pada sektor prioritas. Pada saat yang sama industri kecil menengah juga didorong untuk menjadi masuk dalam rantai pasok domestik dan global. Pemerintah juga melakukan perluasan pasar ekspor serta konsolidasi logistik dan pemasaran didukung digitalisasi. “Semoga ekonomi di tahun 2022 bisa tumbuh lebih tinggi karena ini yang menjadi kunci kita untuk bangkit dari pandemi Covid 19,” tutur Amalia.

Menurut Amalia sektor yang paling penting untuk kita bisa meningkatkan nilai tambah perekonomian kita adalah sektor industri pengolahan. Sektor ini juga yang cukup terdampak dari adanya pandemi Covid mulai dari penurunan kapasitas produksi, pengurangan jumlah tenaga kerja hingga sebagian industri mengalami penghentian operasional. Dalam kondisi normal baru pasca krisis sektor ini berpeluang untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok global. “Tren percepatan digitalisasi membuka peluang untuk reorientasi pertumbuhan sektor industri menjadi lebih efisien,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rupiah Ditutup Menguat Capai Rp 14.430 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.415- Rp 14.451 per dolar AS.

EKONOMI | 4 Mei 2021

IHSG Ditutup Naik 11 Poin ke Posisi 5.963

IHSG pada penutupan perdagangan sore ini Selasa (4/5/2021) naik 11,2 poin (0,18%) ke level 5.963,8.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Capai Rekor di Atas US$ 3.400, Ethereum Naik 360% di Tahun Ini

Ether, koin digital terkait blockchain Ethereum mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 3.456,57.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Bursa Eropa Menguat karena Prospek Pemulihan dan Pendapatan Perusahaan

Bursa Eropa menguat pada Selasa pagi (4/5/2021) karena investor memantau prospek pemulihan global dan pendapatan perusahaan.

EKONOMI | 4 Mei 2021

UOB Luncurkan Program “Kejutan Simpanan 2.0”

UOB memberikan hadiah utama mobil listrik Tesla dengan kenaikan saldo rata-rata tahunan tertinggi dalam program Kejutan Simpanan 2.0

EKONOMI | 4 Mei 2021

Pandemi, Pendapatan Cashlez Worldwide Meroket 407%

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) sepanjang tahun 2020 mencatat total penjualan Rp 84,32 meningkat 407,73% dibanding 2019 sebesar Rp 16,61 miliar.

EKONOMI | 4 Mei 2021

AP I Prediksi Penumpang Cenderung Naik Hingga H-1 Larangan Mudik

PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I memprediksi akan terjadi peningkatan penumpang pesawat di hingga 5 Mei 2021 atau H-1 masa larangan mudik.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Kempupera Pastikan Proyek Strategis Tetap Berjalan di Tengah Pandemi

Penyerapan keuangan belanja infrastruktur Kempupera sebesar 24,49% atau senilai Rp 33,33 triliun dari total pagu TA 2021.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Dukung Pemulihan Ekonomi, SRC Perkuat UMKM Lewat Cara Ini

SRC berinisiatif menghadirkan kampanye #DekatBerdampak pada UMKM dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Ditopang Permintaan Produk Digital, Pendapatan Metrodata Electronics Naik 13,9%

Metrodata Electronics Tbk (MTDL) sepanjang kuartal-I 2021 berhasil membukukan pendapatan sebanyak Rp 3,9 triliun, naik 13,9% dibanding Q1-2020.

EKONOMI | 4 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS