Logo BeritaSatu

Pakar Beberkan Akar Masalah Pangan Nasional

Selasa, 4 Mei 2021 | 16:41 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Pangan tidak dilihat sebagai hal strategis dengan sudut pandang geopolitik. Kondisi ini akhirnya membuat Indonesia terus terjerat dengan impor pangan serta kekalahan dari negara lain. Hal ini terjadi sejak 1997-1998.

Demikian diasmpaikan ekonom senior Dradjad H Wibowo terkait permasalahan impor dan kedaulatan pangan, Selasa (4/5/2021). Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, berbicara juga soal isu pangan nasional yang terdesak akibat produksi tak sejalan dengan angka pertumbuhan penduduk.

Dradjad memotret bahwa masalah impor pangan ini cenderung semakin parah sejak krisis ekonomi Indonesia pada 1997-1998. Penyebabnya, produksi pangan pokok seperti beras, gula dan daging, memang jauh di bawah konsumsi nasional.

Kenapa demikian? Menurut Dradjad, pada masa Orde Baru, negara menjadikan pertanian dan pangan sebagai prioritas utama pembangunan. Pertanian dan pangan dilihat bukan hanya sebagai bagian dari sektor ekonomi dan sektor kesejahteraan, tetapi justru sebagai bagian dari sektor politik dan pertahanan keamanan nasional.

“Dari interaksi saya dengan pejabat-pejabat di era Pak Harto, saya menyimpulkan bahwa beliau-beliau melihat lonjakan harga dan krisis pangan tahun 1998 menjadi salah satu pemicu utama kemarahan rakyat yang berujung pada lengsernya Pak Harto,” kata Dradjad.

Sikap itu diwujudkan dengan dua kebijakan utama. Program pembangunan yang sangat berpihak kepada produksi pertanian dan pangan. Kedua, kebijakan stabilisasi harga pangan tertentu melalui pengelolaan stok nasional untuk menjaga harga dasar dan harga eceran tertinggi, yang didukung penuh dengan pendanaan melalui antara lain kredit likuiditas.

Akan tetapi, selama dua dekade terakhir ini, menurut Dradjad, pangan tidak lagi diperlakukan sebagai komoditas strategis. Keberpihakan terhadap produksi pertanian jauh melemah, sedangkan kemampuan stabilisasi harga jauh merosot karena kewenangan dan kemampuan finansial Bulog sudah sangat dipreteli.

“Pemretelan Bulog ini merupakan salah satu butir krusial dalam letter of intent antara IMF dengan Indonesia. Dengan kata lain, IMF mempreteli kemampuan Indonesia menjaga stabilitas harga pangan melalui Bulog. Harga di tingkat petani sering anjlok jauh lebih drastis saat panen raya,” kata Drajad.

Di sisi lain, lemahnya keberpihakan terhadap produksi pertanian membuat produksi pangan Indonesia tumbuh lambat, stagnan atau bahkan merosot. Sering anjloknya harga di tingkat petani makin mempercepat konversi lahan pertanian yang subur di Jawa dan Bali menjadi lahan perumahan dan non-pertanian lainnya.

“Membiarkan konversi ini adalah kesalahan besar, karena kita tidak mungkin mengompensasi lahan subur tersebut dengan lahan gambut dan lahan kering di luar Jawa dan Bali,” kata Drajad.

Ini ditambah dengan lemahnya keberpihakan terhadap riset dan inovasi pertanian dan pangan. Diperburuk rendahnya kepemilikan dan pengelolaan lahan per keluarga tani, kelemahan riset dan inovasi ini membuat produktivitas pangan Indonesia jauh lebih rendah dari Thailand dan Vietnam. Akiibatnya biaya pokok dan harga jualnya pun lebih mahal.

“Itulah ringkasan permasalahan kenapa Indonesia jauh lebih tergantung pada impor pangan, bahkan tergolong doyan impor selama dua dekade terakhir,” kata Dradjad.

Selisih harga yang besar tersebut membuat impor menjadi bisnis yang super menggiurkan. Itu sebabnya para raja impor pangan mampu menjadi raksasa bisnis di Indonesia.

“Itu sebabnya hampir tiap tahun kita melihat keributan soal pengaturan kuota impor pangan, sampai tidak sedikit elite politik yang ditahan KPK. Itu sebabnya kita melihat ada keributan soal Permenperin 3/2021 dimana Jatim menjadi episentrumnya. Karena kuota impor pangan sama dengan fulus besar,” ujar Drajad.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Resesi Mengancam, Pasar Modal Diyakini Tetap Menjanjikan

Pasar modal Indonesia dinilai tetap menjanjikan dan masih kuat meski dibayang-bayangi awan kelabu resesi ekonomi global.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Industri Asuransi Didorong Sebar Risiko Domestik ke Luar Negeri

Berbagai risiko yang diserap industri asuransi nasional untuk wilayah Indonesia belum banyak disebar ke luar negeri.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Modern Hub Lengkapi Fasilitas Lifestyle di Kota Modern

PT Modernland Realty Tbk resmi meluncurkan Modern Hub, pusat kuliner dan belanja paling hype di dalam Kota Modern, Tangerang.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

OPEC+ Akan Kurangi Produksi Minyak 1 Juta Bph, Ini Alasannya

OPEC+ akan mempertimbangkan pengurangan produksi minyak lebih 1 juta barel per hari (bph) minggu depan.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Fokus Aspek Lingkungan, NavaPark Raih Sertifikasi "Hijau"

NavaPark BSD City, mixed-use residential pertama di Indonesia meraih sertifikasi Greenship Neighborhood dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Masalah Asuransi Kredit Berpotensi Berdampak Sistemik

Sejumlah perusahaan reasuransi dikabarkan mulai kesulitan membayar klaim imbas praktik tidak sehat dari bisnis asuransi kredit.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Digitalisasi Warung Berpeluang Tingkatkan Pendapatan 100%

Flourish Ventures merilis studi soal pentingnya toko kelontong di Indonesia (warung), sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Mahkota Alam Berdayakan Tenaga Lokal untuk Kurangi Pengangguran

Mahkota Alam Selayar berupaya membantu pembangunan ekonomi daerah dengan mempekerjakan mayoritas tenaga kerja lokal di perusahaannya.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Pacu DPK, Bank BTN Road Show Tabungan Bisnis di Surabaya

Direktur Distribution and Funding Bank BTN Jasmin mengatakan, Tabungan BTN Bisnis ditargetkan mampu meraih dana murah mencapai Rp 7 triliun.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Mindset Positif Modal Utama Startup Hadapi Masa Sulit

CEO Tancorp, Hermanto Tanoko, mengatakan, agar startup bisa bertahan dan berkembang di masa sulit, harus memiliki mindset atau pola pikir positif.

EKONOMI | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Laga Timnas U-17 Lawan Guam di Pakansari Digelar Tanpa Penonton

Laga Timnas U-17 Lawan Guam di Pakansari Digelar Tanpa Penonton

BOLA | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings