Pengimpor Beras Raup Keuntungan Rp 5 Triliun dan Gula Rp 4,2 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengimpor Beras Raup Keuntungan Rp 5 Triliun dan Gula Rp 4,2 Triliun

Selasa, 4 Mei 2021 | 19:23 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor bahan pangan, di antaranya beras dan gula. Berdasarkan perhitungan ekonom senior Drajad H Wibowo, para pengimpor besar bisa meraup keuntungan Rp 5 triliun dan gula Rp 4,2 triliun.

"Kuota impor pangan sama dengan fulus besar," kata Dradjad Wibowo di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengimpor beras sampai Juni 2021, sehingga opsi impor beras tetap terbuka pada Juli sampai Desember 2021. Dengan asumsi impor beras tetap dilakukan, Dradjad Wibowo membuat perhitungan berdasarkan data Maret-Mei 2021 dan dibandingkan dengan hitungannya pada 2018.

Pada Maret 2021, harga free on board (FOB) beras impor Vietnam dan Thailand dengan tingkat pecah 5% sekitar US$ 498-525 metrik ton (MT), sedangkan untuk tingkat pecah 25% sekitar US$ 462-487/MT. Apabila diambil harga tengah dan tanpa diskon sekitar US$ 495/MT. Biaya freight dan asuransi sekitar US$ 35/MT.

Beras tidak terkena PPN, tetapi per 1 April 2011 impor beras terkena bea masuk Rp 450/kg.

Dengan asumsi nilai tukar Rp 14.600 per dolar AS, beras impor Vietnam mencapai Rp 7.738/kg (cost, insurance, and freight/CIF). Setelah ditambah bea masuk, biaya gudang, dan sebagainya, harga pokoknya sekitar Rp 8.500/kg.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada April 2021, harga beras kualitas medium di pasar berkisar Rp 13.350 sampai Rp 13.600/kg.

"Harga pokok di atas ternyata sekitar 62,5%-64% dari harga eceran beras kualitas medium. Selisih harganya sangat fantastis, sekitar Rp 5.000/kg," ujar Dradjad.

Pada 2018, Dradjad juga mengaku melakukan perhitungan yang sama. Harga CIF beras impor Vietnam sebesar Rp 7.519/kg dan harga pokok Rp 8.300/kg atau 61%-62% dari harga kosumen.

"Yang menarik, selisih harga dalam rupiah relatif sama, yaitu sekitar Rp 5.000/kg, dan malah untuk beras impor Vietnam, meski dibanding tahun 2018 harganya sekarang jauh lebih mahal, sementara kurs dolar juga lebih mahal, ternyata selisih harganya justru lebih menguntungkan, yaitu Rp 5.200/kg," bebernya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2018 Indonesia mengimpor 2,25 juta ton beras, sehingga para importir beras mendapat selisih harga kolektif sekitar Rp 11,27 triliun. Apabila, impor beras tahun ini sebanyak 1 juta ton jadi direalisasikan, para pengimpor meraup untung Rp 5 triliun.

Gula
Keuntungan yang fantastis juga diraup pengimpor gula. Dradjad mengatakan pada tahun ini estimasi konsumsi gula nasional, yakni gula kristal putih (GKP) 2,8 juta ton, sedangkan produksi nasional hanya 2,1 juta ton. Lalu, konsumsi gula kristal atau gula industri (GKR) 3,1 juta ton setara dengan 3,3 juta ton gula mentah (raw sugar). Pasokan GKR 3,3 juta ton yang sepenuhnya diimpor dihitung berdasarkan kebutuhan industri makanan, minuman, dan farmasi. Dengan demikian, estimasi konsumsi gula nasional mencapai 5,9 juta ton.

Harga CIF raw sugar dari Thailand US$ 220/MT. Dengan bea masuk 10%, asuransi, pengolahan, dan pergudangan sekitar US$ 200/MT, harga pokok GKR mencapai Rp 7.100/kg (kurs Rp 14.600 per dolar AS).

Berdasarkan data PIHPS Nasional pada April 2021, harga gula pasir lokal dengan kualitas premium berkisar Rp 13.350 sampai 15.550/kg.

Jika GKR disusupkan sebagai GKP ke pasar, selisih harganya sekitar Rp 6.000 sampai Rp 8.000/kg. "Katakanlah penyusupannya 700.000 ton, maka terdapat selisih harga Rp 4,2 triliun sampai Rp 5,6 triliun. Itu sebabnya pabrik gula rafinasi enggan membangun kebun tebu yang paripurna dan selalu terjadi keributan kuota impor," kata Dradjad.

Saat ini terdapat 11 pabrik gula rafinasi, yakni PT Angels Products di Serang; PT Jawamanis Rafinasi di Cilegon; PT Sentra Usahatama Jaya di Cilegon; PT Permata Dunia Sukses Utama di Serang; PT Duta Sugar International di Serang; PT Berkah Manis Makmur di Serang; PT Dharmapala Usaha Sukses di Cilacap; PT Sugar Labinta di Tanjung Bintang Lampung Selatan; PT Makassar TENE di Makassar; PT Andalan Furnindo di Bekasi, Jawa Barat; dan PT Medan Sugar Industry di Deli Serdang.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Untuk Kebutuhan Domestik, Petrokimia Gresik Siap Pasok Surfaktan Industri Migas

Petrokimia Gresik siap memenuhi kebutuhan domestik industri migas pada produk green surfactant.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Survei: Persepsi Kondisi Ekonomi Buruk Cenderung Turun

Responden yang mengatakan kondisi ekonomi nasional buruk dan sangat buruk cenderung turun selama 1 tahun terakhir.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Sengketa Sarinah dengan Parna soal Pengelolaan Hotel Saripan Berakhir Damai

PT Sarinah dengan PT Parna Jaya yang berlangsung sejak 2007 soal pengelolaan Hotel Saripan Pacific menemui titik terang.

EKONOMI | 4 Mei 2021

AKR Bagi Sisa Dividen Rp 296,05 Miliar

AKR Corporindo Tbk (AKRA) berencana membagikan sisa dividen sebesar Rp 296,05 miliar pada 28 Mei 2021.

EKONOMI | 4 Mei 2021

IHSG Menghijau, Ini Saham yang Paling Banyak Ditransaksikan

IHSG ditutup naik 11,22 poin (0,18%) ke level 5.963,82.

EKONOMI | 4 Mei 2021

IHSG Menguat, Asing Borong TBIG dan Lepas INTP

IHSG ditutup naik 11,22 poin (0,18%) ke level 5.963,82

EKONOMI | 4 Mei 2021

Konsisten Berinovasi, Ralali.com Masuk Top 10 Marketplace Kuartal I-2021

Kolaborasi dan inovasi menjadi kiprah yang esensial untuk mendukung program pemulihan ekonomi yang dicanangkan pemerintah.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Kemkop dan UKM Pastikan Pemerintah All Out Bantu Pulihkan Ekonomi Akibat Pandemi

Kemkop dan UKM menyatakan akan terus berupaya maksimal untuk pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 4 Mei 2021

Petrokimia Gresik Lepas Produk Perdana Surfaktan untuk Industri Migas

Petrokimia Gresik melepas penjualan perdana 7.000 liter green surfactant kepada KSO Pertamina EP-Samudra Energy BWP Meruap di Sarolangun, Provinsi Jambi

EKONOMI | 4 Mei 2021

Pakar Beberkan Akar Masalah Pangan Nasional

Pangan tidak dilihat sebagai hal strategis dengan sudut pandang geopolitik.

EKONOMI | 4 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS